Laman

Rabu, 27 Oktober 2010

SEORANG JAMAAH HAJI ASAL JAMBI HILANG

Berita Kerinci MEDINAH – Salah seorang jamaah calon haji (JCH) kloter (kelompok terbang) 14 asal Provinsi Jambi, Rahmadi, lebih 24 jam belum kembali ke penginapan. Kabar hilangnya Rahmadi, membuat istrinya dan rombongan cemas. Menurut Ketua Kloter 14, Ishad Daud, saat ini sedang diupayakan pencarian. Namun hingga, Rabu (27/10) sore, Rahmadi belum juga ditemukan. “Berkemungkinan Rahmadi kesasar setelah Sholat Isa’ di Mesjid Nabawi, Selasa (26/10) malam,” jelas Ishad, Rabu (27/10). Salah seorang jamaah menyayangkan pihak KBIH yang seharusnya membimbing mereka selama di Medinah tidak melakukan tugasnya dengan professional. Hingga dua hari berada di Medinah para jamaah membimbing diri sendiri. “Kami kehilangan induk, pembimbing dan ketua rombongan serta ketua regu sibuk masing-masing,” ujar salah seorang jamaah. Sementara pihak KBIH Mahabatullah hingga saat ini belum bisa dihubungi. Saat manasik, KBIH berjanji akan membimbing para jamaah terutama menjelaskan ibadah yang akan dilaksanakan selama di Medina, Makkah dan daerah lainnya.

PEMERKOSA MAHASISWI MASIH DI BURU POLISI

Berita Kerinci Kasus mahasiswi perguruan tinggi di Muara Bungo, AZ (18), yang diperkosa di kebun karet, Sabtu malam lalu, dalam pengusutan aparat Polres Bungo. Pelakunya, Edi (33), masih dalam pengejaran polisi, lantaran berhasil kabur. AZ, warga Desa Sirih Sikapur, Jujuhan, yang kos di Kota Muara Bungo itu melaporkan perbuatan bejat Edi lantaran memperkosanya di kebun karet, di Jalan Baru Purwobhakti, Batin III Bungo. Peristiwanya terjadi Sabtu malam lalu, sekitar pukul 21.00 WIB. Edi datang menjemput AZ di rumah kosnya. Edi mengajak korban nonton pameran di Lapangan Puspa Ragam, Muara Bungo. Edi mengajak AZ keliling dengan mobilnya ke arah jalan baru Purwobakti. Edi tiba-tiba mengarahkan mobilnya ke kebun karet. Di sana Edi memaksa AZ melayani nafsu seksnya. Ia sempat mengancam jika keinginannya tidak dituruti. “Kalau kau dak mau layani aku, kubunuh kau,” tiru korban pada penyidik. Diancam begitu AZ pun pasrah. Dengan leluasa Edi melucuti pakaian dan menodai korban di dalam kebun karet itu. Setelah kejadian itu AZ diantar pulang ke rumah kos. AZ yang terus menangis di kamar membuat teman-temannya heran. Tepat tengan malam AZ akhirnya menceritakan kejadian yang sebenarnya pada teman-temannya. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke orangtua AZ, dan malam itu juga diadukan ke Polres Bungo. Kasat Reskrim Polres Bungo, AKP Yonce Marten didampingi Kanit PPA, Ipda Debora, membenarkan laporan perkosaan tersebut. Kasusnya kini sudah ditangani penyidik. Pelaku Edi pun diburu oleh polisi. “Korban tidak mengenal dekat pelaku,” ujar Yonce.

MURASMAN BIANG KEROK KEKALAHAN HBA-FACHRORI DI KERINCI

Berita Kerinci

KOTAJAMBI – Kekalahan pasangan HBA dan Fachrori di Kabupaten Kerinci biang keroknya adalah Ketua Golkar Kabupaten Kerinci Murasman yang tidak bersunguh-sunguh untuk memenangkan calon partai Golkar ini. Ada dugaan membelot ke calon lain. “Memang didaerah Kerinci kami kalah, jika terbukti Murasman Membelot maka akan diberhentikan, tidak peduli mau bupati atau walikota” jelas Ketua Partai Golkar Provinsi Jambi, Zoerman Manap. Menurut Zoerman sesuai dengan instruksi partai, setiap kader harus memenangkan calon yang didukung partai. Ada dugaan Murasman yang juga Bupati Kerinci mendukung kandidat lain." Dugaan Ini akan kita selidiki dulu, tapi dengan kalahnya HBA suatu indikasi," ungkap Zoerman. Ditambahkan Zoerman dirinya sudah mengetahui kabar membelotnya Murasman yang tidak mendukung kandidat yang diusung oleh Golkar dan terbukti di Kerinci HBA – Fachrori kalah jauh terlempar diposisi buncit Dari hitungan sementara HBA center, perolehan suara di Kabupaten Kerinci, HBA – Fachrori mendapat 17.761 suara. Posisi teratas ditempatai pasangan ZA-Ami dengan 93.917 suara, disusul MM-Hich 23.513 suara, dan Safrial-Agus dengan 21.109 suara.

BUPATI KERINCI MURASMAN DILAPORKAN KEPOLISI SEHUBUNGAN PENCEMARAN NAMA BAIK

Berita Kerinci

SUNGAIPENUH - Sebanyak 50 wartawan dari berbagai media massa di Kabupaten Kerinci, Sabtu (14/03) melaporan Bupati Kerinci Murasman kepada Polisi, dengan tuduhan pencemaran nama baik wartawan.

Dilaporkannya Bupati Murasman kepada polisi, atas pernyataan Murasman saat berpidato di hadapan ratusan civitas akademika STAIN Kerinci dua hari lalu di Sungai Penuh, yang menyatakan "kalau ada uang jadilah tukang ojek, tapi kalau ndak ado uang jadilah wartawan."

Menurut Mardizal Sumara, pernyataan Bupati Murasman tersebut sudah melecehkan profesi wartawan secara keseluruhan, apa dasarnya kalau tidak ada uang jadi wartawan." Jadi di mata Murasman, profesi wartawan itu sangat rendah, dan ini sangat menyakitkan," ujar wartawan Harian Singgalang Padang ini.

BUPATI KERINCI MURASMAN NILAI (TNKS) HANYA MENYENGSARAKAN MASYARAKAT KERINCI SAJA

Berita Kerinci Jambi (ANTARA News) - Bupati Kerinci H Murasman menilai Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) hanya mempersulit warga Kerinci dalam banyak hal karena tidak memberi kontribusi dan kompensasi bagi masyarakat di daerahnya. Menurut Murasman di Jambi, Selasa, keberadaan hutan TNKS mempersulit warga setempat karena keberadaannya warga sama sekali tidak boleh melaksanakan kegiatan di hutan tersebut. Selain itu, niat Pemkab Kerinci untuk membuat jalan yang menghubungkan Kerinci dengan berbagai daerah untuk memperpendek jarak tempuh juga dihambat oleh keberadaan TNKS. "Kita akan membuka jalan ke Muaro Bungo tidak boleh, begitu juga ke Jangkat hanya menempuh jarak 12 Km juga tidak bisa, ke Muko-muko juga tidak bisa karena harus melewati jalur TNKS," kata Murasman. Masyarakat juga sengsara sebab mengambil kayu pun tidak boleh, malah warga Kerinci harus membeli kayu ke daerah tetangga, kondisi ini sama saja dengan `ayam mati di dalam lumbung beras` ujarnya. Selama ini, setiap tahun Pemkab Kerinci juga harus menganggarkan dana sebesar Rp400 juta untuk TNKS, sementara Kerinci kita tidak bisa berbuat apa-apa atas keberadaan hutan tersebut. Sementara itu, anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jambi Irsal Yunus mengatakan jalan yang direncanakan untuk memperpendek jarak tempuh tersebut harus dicarikan solusi terbaik. Ia berharap Pemkab Kerinci membuat proposal agar diteruskan ke Komisi IV DPR-RI untuk diperjuangkan. "Buat dulu proposalnya dan disetujui oleh DPRD dan juga Pemerintah Provinsi Jambi, kemudian ajukan ke DPR-RI," katanya. Namun proposal yang dibuat harus berlandaskan aspek perekonomian warga. Disamping itu, ia juga menyampaikan masyarakat Kerinci yang umumnya bergerak di bidang pertanian, jangan sampai sengsara hanya karena TNKS.

GEMPA DAN TSUNAMI DI MENTAWAI KORBAN SELAMAT MENGUNGSI TAMPA TENDA DUH KASIHAN DINGIN NYA

Berita Kerinci
Rabu, 27 Oktober 2010 | 21:52 WIB
Sejumlah bangunan di Kampung Bosuwa Desa Betumonga Pulau Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, hancur akibat gempa dan tsunami, Rabu (27/10/2010).

MENTAWAI,Banyak korban selamat dari gempa dan tsunami di Mentawai, Sumbar, masih mengungsi di perbukitan Pulau Pagai dan bermalam tanpa tenda.

Menurut Hermansyah, pegawai Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan, hingga Rabu malam, masih banyak warga Sipora bertahan di perbukitan.

"Mereka bermalam di bawah pohon dan benda-benda yang bisa melindungi dari rasa dingin, belum ada tenda di sana," kata warga Pulau Pagai, Hermansyah, Rabu (27/10/2010) malam.

"Di antara mereka yang mengungsi terdapat anak-anak dan orang tua dan harus bertahan tanpa tenda di malam hari," tambah Hermansyah.

Sementara bahan makanan sudah mulai mengalir kepada para pengungsi yang datang dibawa para relawan dan tim SAR sejak Rabu siang.

"Untuk bahan makanan, sudah ada yang datang dan sangat membantu para korban yang mengungsi," katanya.

Warga yang mengungsi adalah korban yang rumahnya rusak berat, hilang atau tidak bisa ditempati lagi setelah diguncang gempa dan dilanda gelombang tsunami.

Selain itu, mereka yang mengungsi adalah korban selamat yang masih takut dan khawatir gempa susulan.

Hermansyah menyebutkan, para pengungsi mengharapkan bantuan tenda secepatnya sehingga warga bisa terlindung dari rasa dingin saat bermalam di perbukitan, apalagi hujan masih sering terjadi.

Rabu malam, cuaca cukup baik dan tidak ada hujan sehingga bisa mengurangi rasa dingin warga yang bermalam tanpa tenda di perbukitan.

KORBAN DI MENTAWAI 311 ORANG

Berita Kerinci
Tsunami Mentawai
Gubernur: Korban Tsunami 311 Orang
Rabu, 27 Oktober 2010 | 20:44 WIB
Wakil Presiden Boediono (ketiga kanan) ikut berdoa bersama di depan jenazah korban tsunami di Pulau Pagai, Kepulauan Mentawai, Rabu (27/10/2010).

Korban tewas akibat gelombang tsunami di Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat, terus meningkat. Hingga Rabu (27/10/2010) malam, tercatat korban meninggal sudah mencapai 311 jiwa. Sementara korban luka 160 orang.

Korban meninggal 311 dan yang hilang mencapai 410 orang.
-- Irwan Prayitno

"Korban meninggal 311 dan yang hilang mencapai 410 orang," kata Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.

Irwan mengatakan, sebagian besar korban meninggal adalah warga yang tidak mengungsi saat gelombang tsunami melanda wilayah itu.

Untungnya, kata Irwan, tidak ada korban jiwa di dusun yang terdekat dengan pusat gempa. Sebelum tsunami menerjang, warga Dusun Surat Aban, dusun terdekat di pusat gempa, langsung mengungsi ke pegunungan sehingga tidak ada korban jiwa dari dusun tersebut.

"Sebelum tsunami datang, warga dusun itu sudah mengungsi ke pegunungan," kata Irwan.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengendali Operasi BPBD Sumbar Ade Edward mengatakan, saat ini sejumlah bantuan dari pemerintah dan berbagai pihak sudah tiba di Mentawai. "Dua kapal yang membawa bantuan sudah datang di sana dengan membawa bantuan lengkap," ujarnya.

Saat ini para pengungsi masih berada di tenda-tenda pengungsian dan sebagian lagi ada di rumah-rumah masyarakat yang berada di pegunungan. "Mereka kan memiliki pertanian di pegunungan-pegunungan sehingga saat ini mereka berada di camp-camp yang letaknya di pegunungan," jelasnya.

Saat ini korban tsunami Mentawai membutuhkan pakaian, alas tidur, selimut, alat dapur, dan obat-obatan. "Pokoknya semua mereka butuhkan karena barang-barang yang ada di rumah mereka habis tersapu tsunami," katanya.

POHON JELMAAN WANITA YANG DI KUTUK IBUNYA

Berita Kerinci

Pohon Berbentuk Wanita

Jika memperhatikan gambar diatas, jika kita hidup di zaman pra sejarah, sangat mudah kita mengatakan bahwa pohon di atas adalah jelmaan dari wanita yang dikutuk oleh ibunya karena telah berlaku durhaka. Namun bagaimanapun jika kita mengumpulkan berbagai hal yang aneh di dunia ini, kita akan semakin sadar bahwa apa yang kita ketahui tidak sebanding dengan apa yang tidak kita ketahui.

INILAH ALASAN GASTON TERGILA-GILA SAMA JUPE (JULIA PERES)

Berita Kerinci Selasa, 26 Oktober 2010 | 22:28 WIB
Julia Perez dan Gaston Castano menebar sensualitas di foto prewedding mereka.
Pendangdut Julia Perez berharap pesepak bola asal Argentina, Gaston Castano, menjadi tempat pelabuhannya terakhir. Jika kelak berjodoh dan resmi menjadi pasangan suami istri, Jupe—begitu ia disapa—mengaku ingin mengadakan pesta pernikahan ala Argentina. Apa alasannya?

"Karena orang Argentina kalau pesta itu suka yang banyak dagingnya. Makanya, Gaston suka sama gue," ujar Jupe enteng saat ditemui seusai mengisi acara "Sensasi Artis SCTV" di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (26/10/2010).

Kemeriahan musik tango juga menjadi khayalan Jupe bila menikah nanti. "Ala Argentina 'Ole Tanggo'," seru Jupe. "Enggak cuma nunggu tamu buat salaman. Nanti kita kan nari-nari gitu," tuturnya.

Ya, itulah khayalan Jupe untuk saat ini. Namun, sebelum khayalannya terwujud, Jupe justru mengaku sedih dengan hubungan cinta jarak jauhnya. "Ya back to basic sedih banget. Komunikasinya by phone aja. Nikmatin aja seperti dulu, seperti pertama kali kenal dia juga kan di Semarang," ungkapnya.

Sejauh ini, Jupe mengaku belum punya rencana untuk segera mengakhiri masa sendirinya setelah berpisah dengan Demian Perez, mantan suaminya. "Enggak berharap karena posisinya dari mamaku belum kunjung menginzinkan, enggak boleh juga sampai sekarang," ujarnya.

NOMOR URUT PILWAKO SUNGAI PENUH SEMUA NYA MERASA DAPAT NOMOR SAKTI

Berita Kerinci SUNGAIPENUH - Pasangan Dahnil Miftah-Yos Adrino mengkalim mendapat “nomor keramat”. Dalam pengundian nomor urut Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Cawako-Cawawako) Sungaipenuh, kemarin (26/10), keduanya mendapat nomor urut 2. Nomor inilah yang mereka sebut nomor hoki. Berdasarkan fakta, kata Dahnil, di beberapa pemilukada, termasuk pilpres beberapa waktu lalu, pasangan nomor urut 2 selalu menang. Dia mencontohkan pasangan SBY-Boediono, pasangan Cagub dan Cawagub HBA-Fachrori, pasangan Usman Ermulan di Tanjab Barat dan pasangan Abdul Fattah di Batanghari. “Pasangan-pasangan itu semuanya nomor urut dua. Mudah-mudahan di Kota Sungaipenuh nomor urut dua juga yang menang,” katanya. Memang dalam rapat pleno pengundian nomor urut, pasangan yang diusung PPP, PBB, dan Gerindra itu mendapat nomor urut 2. Sementara nomor urut 1 diraih pasangan Asafri Jaya Bakri (AJB)-Ardinal Salim. Kemudian, nomor urut 3 Hasvia-Amrizal Jufri, nomor urut 4 Ahmadi Zubir-Mushar Azhari, nomor urut 5 Zubir Muchtar-Zamzami, nomor urut 6 Zulhelmi–Novizon, dan nomor urut tujuh jatuh ke tangan pasangan Syafriadi-Nasrun Farud. Rapat pleno tersebut berlangsung di Gedung Nasional Sungaipenuh, dipimpin oleh Ketua KPUD Kerinci Wazirman. Sebelum pencabutan nomor urut, terlebih dulu dilakukan pengundian nomor untuk melakukan proses pencabutan. Pasangan Asafri Jaya Bakri (AJB)-Ardinal Salim yang mendapat kesempatan mencabut undian pertama tidak berubah dan betul-betul mendapatkan nomor urut satu. Demikian pula dengan pasangan yang lain. Syafriadi-Nasrun Farud yang mendapatkan kesempatan mencabut undian nomor terakhir, juga mendapatkan nomor urut buncit tersebut. Selain Dahnil Miftah, kandidat lain juga mengklaim nomor urut yang didapat merupakan nomor hoki atau membawa keberuntungan. Syafriadi, misalnya. Menurut dia, nomor urut 7 akan membawa hoki. “Kami dapat giliran undian nomor tujuh dan Nomor urut pun nomor tujuh. Mudah-mudahan suara yang didapatkan nantinya juga banyak,” katanya. Rapat Pleno Dijaga Ketat Proses pengundian nomor urut pasangan Cawako dan Cawawako Sungaipenuh kemarin berjalan lancar dan mulus tanpa hambatan. Aparat keamanan dari Polres Kerinci dan juga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sungaipenuh terlihat menjaga lokasi cukup ketat. Kapolres Kerinci AKBP Hastho Rahardjo melalui Kabag Ops Polres Kerinci AKP Budi mengatakan, pihaknya mengerahkan 100 personel dari semua satuan untuk mengamankan rapat pleno tersebut. Itu belum termasuk anggota yang melakukan tugas PAM melekat di setiap pasangan calon. “Total kekuatan yang kita kerahkan ke gedung nasional kemarin 100 orang ditambah anggota yang melaksanakan PAM melekat. Yakni di calon dan wakilnya masing-masing satu anggota,” terang Budi.