Laman

Senin, 01 November 2010

SEMAKIN HEBOH TES PERAWAN UNTUK MASUK SEKOLAH NEGERI DAN TES CPNS

Berita Kerinci

JAMBI EKSPRES:

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi Bambang Bayu Suseno, mengeluarkan wacana kontroversial soal

penerimaan siswa baru (PSB) sekolah negeri di Jambi. Yakni, tes keperawanan bagi siswa lulusan SD-SMA. Jika tak lulus tes, alias tak perawan, seorang gadis tak bisa melanjutkan sekolah. Nah?

“Idenya sederhana. Bagi yang punya anak gadis, tentu takut anak-anaknya “dirusak” sebelum waktunya. Makanya, dengan tes keperawanan sebelum melanjutkan sekolah, anak-anak gadis otomatis bisa menjaga

sendiri kehormatannya,” beber Bambang Bayu Suseno, beberapa waktu lalu.

Kemarin (19/9), Bambang kembali mengulang wacana itu. Tampaknya dia serius. Saking seriusnya, dia siap mengajak berbagai pihak untuk mendiskusikan wacana tersebut, yang, katanya, bakal dituangkan dalam rancangan peraturan daerah (Ranperda) Provinsi Jambi gagasan Komisi IV.

“Kalau perlu kita buat diskusi, semua boleh kasih pendapat. Memang kontroversial, tapi tujuannya kan baik, menjaga moral anak-anak kita,” jelasnya.

Bambang berpendapat, jika siswa yang terlanjur sudah menikah dilarang bersekolah di sekolah negeri, kenapa siswa yang tak perawan masih boleh bersekolah. Padahal, prakteknya hampir sama, siswi bersangkutan posisinya bukan lagi sebagai seorang gadis. Dasar hukumnya memang belum dipelajari lebih jauh oleh Bambang.

Aswan Zahari, Ketua Komisi IV, secara tidak langsung memberi dukungan atas wacana tes perawan pada PSB tersebut. Namun, Aswan terkesan enggan bicara banyak. “Perlu dibahas,” jelas Aswan, beberapa waktu lalu.

Menurut Bambang, selama ini pergaulan anak-anak remaja di Jambi kian memprihatinkan. Kedekatan lawan jenis semakin sulit diawasi orang tua. Pacaran yang menjurus ke arah eksploitasi seksual, dikhawatirkan sudah terjadi. Kondisi ini, tentunya membuat semua orang tua yang memiliki anak gadis, bakal cemas setengah mati.

“Seperti saya, semua anak saya perempuan,” ujar polisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, lagi.

Dinilainya, pengawasan sekolah, orang tua, sangat lemah terhadap pergaulan remaja saat ini. Makanya, tak ada pilihan lain selain menyerahkan pengawasan sepenuhnya kepada anak itu sendiri. Dari sana lah, muncul ide pembuatan ranperda tes keperawanan pada PSB.

Dengan tes keperawanan membayangi, tiap anak gadis secara otomatis bakal menjaga kegadisannya dengan sendiri. Dia tak mudah dipengaruh, tak mudah dibujuk dan tak mudah menyerahkan diri kepada pacar, teman atau pihak lain yang mencari keuntungan dari anak usia belasan.

“Sebab, kalau nanti dites, dan ternyata dia tidak perawan lagi, langsung dinyatakan tak bisa melanjutkan ke sekolah,” jelasnya.

Prakteknya nanti, siswi lulusan SD yang akan meneruskan pendidikan ke SMP, akan diterapkan tes keperawanan. Begitu pun lulusan SMP menuju SMA dan SMA menuju perguruan tinggi, semua harus lewat penjaringan tes keperawanan.

Akankah berlaku dalam waktu dekat? Soal ini, Bambang juga sudah mempunyai pemikiran antisipasi. Katanya, tes keperawanan pada PSB itu belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Perlu sosialisasi dan pelaksanaan yang bertahap.

Misalnya, tahun ini diterapkan untuk SD masuk SMP, “kalau anak-anak kan tak terlalu mengkhawatirkan, jadi bisa langsung diterapkan,” jelasnya.

Tahun berikut, baru dilanjutkan SMP masuk SMA dan SMA masuk PT. Secara garis besar, wacana ini memang perlu dibahas lebih dalam lagi. Aturan-aturan yang dibuat nanti, harus tidak bertentangan dengan undang-undang. Jika ranperda tes keperawanan pada PSB bisa ditelurkan Jambi, sudah pasti Jambi bakal jadi provinsi yang pertama punya peraturan seperti itu. “Intinya, perlu didiskusikan lagi,” jelasnya.

Terpisah, Sudirman, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Jambi, sempat mengemukakan beberapa pandangan soal wacana itu. Menurut Sudirman, ranperda tes keperawanan pada PSB, kemungkinan bisa melanggar hak azasi manusia. Selain itu, ada beberapa peraturan perundang-undangan yang juga dilanggar. Seperti undang-undang pendidikan.

“Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan, ini amanat undang-undang loh. Jadi, siapapun, baik perawan atau tidak, berhak bersekolah,” beber Sudirman, beberapa hari lalu.

Meski begitu, Sudirman tetap memberi peluang wacana itu berkembang. Apalagi, perda inisiatif adalah hak dari anggota dewan. “Tapi perlu dipelajari lagi lah, walaupun tujuannya bagus,” jelasnya.

Sementara, Sulaiman Abdullah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jambi, ketika dikonfirmasi soal wacana pembuatan ranperda itu, langsung menyambut baik. Katanya, moral remaja memang perlu dipelihara.

Tes keperawanan pada seleksi masuk sekolah, bisa saja diterapkan. Dan perda yang mengatur itu, boleh saja dirancang, “asal tidak melanggar aturan yang ada,” tandasnya

TERNYATA ADA YANG LEBIH BULAT DARIPADA BOLA BENDA APA ITU ?

Berita Kerinci TERNYATA ada yang lebih BULAT dr BOLA Pepatah mengatakan bola itu bulat. Namun, di antara yang bulat pasti ada yang paling bulat. Sekelompok tim peneliti internasional yang terdiri dari insinyur berbagai negara mengklaim telah membuat bola paling bulat di dunia. Bukan bola sepak, voli, atau bola untuk bermain yang dibuat tim Avogadro Project ini, melainkan bola yang akan diusulkan sebagai standar internasional untuk satu satuan kilogram. Bola yang punya nilai ilmiah sangat tinggi tersebut menjadi salah satu obyek pembicaraan utama dalam konferensi Instrumentasi dan Teleskop Astronomi SPIE di Perancis, pekan lalu. Tak mudah membuatnya. Bola tersebut terbuat dari isotop silikon murni, silikon-28, yang dibuat di mesin pengayaan uranium pada fasilitas bekas pembuatan senjata nuklir di Rusia. Dari Rusia, material tersebut diangkut ke lembaga metrologi Jerman untuk disusun menjadi bola kristal. Setelah enam kali gagal, akhirnya berhasil dibuat dua bongkah kristal masing-masing seberat 5 kilogram yang kemudian dikirim ke Australia. Dengan peralatan optik presisi, bongkahan tersebut dibentuk menjadi bulatan kristal. Masing-masing berdiameter 93,75 milimeter dan massanya sebanding dengan standar kilogram yang dimiliki Australia saat ini. Saking halusnya, tingkat kekasarannya hanya 0,3 nanometer dan beda kelengkungan di berbagai titik antara 60-70 nanometer saja. ‘Jika Anda membuatnya sebesar ukuran Bumi, kekasaran di permukaan hanya 12-15 milimeter dan variasi kelengkungannya 3-5 meter,” ujar Achim Leistner dari Australian Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO). Bola tersebut memang disusulkan sebagai standar kilogram yang akan ditentukan berdasarkan jumlah atom silikon dalam sebuah bola kristal. Untuk menghitung volume bola digunakan interferometer optik yang akan mengukur jarak antara satu titik dan titik lainnya dari 60.000 lokasi berbeda di permukaan bola. Sementara untuk mengukur kerapatan atom digunakan kristalografi sinar-X yang sanggup melihat struktur kristal susunan atom-atom dalam bola tersebut. Dengan mengalikan volume dan kerapatan dapat diketahui jumlah atom silikon dalam sebuah bola. Tinggal disepakati berapa jumlah atom yang menjadi standar satu kilogram. Kilogram merupakan satu-satunya standar pengukuran yang masih ditentukan dengan obyek fisik, yakni sebuah silinder platina iridium di Sevres, Perancis, yang sudah dipakai sejak 120 tahun lalu. Namun, yang menjadi masalah massa logam tersebut lambat laun mengalami perubahan sehingga tidak sama dengan 40 duplikatnya yang disebarkan ke berbagai belahan dunia. Ini gan ada tambahan gambar dari juragan nandojamur.. ini gan tambahan pic nya: The World's Most Perfectly Spherical Balls

WARISAN INDONESIA DI AKUI DUNIA TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT BERSTATUS WORLD HERITAGE OF NATURE

Berita Kerinci Indonesia memiliki 4 objek dengan status “World Heritage of Nature”. Objek-objek tersebut antara lain adalah: 1. Taman Nasional Ujung Kulon Taman menjadi taman nasional pertama yang diresmikan di Indonesia ini mendapatkan pengakuan UNESCO pada tahun 1991. Taman nasional ini terletak di bagian paling barat dari Pulau Jawa. Taman yang juga meliputi wilayah Krakatau dan beberapa pulau kecil di sekitarnya seperti Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang ini memiliki luas sekitar 1.206 km2, di mana 443 km2 di antaranya adalah laut. Sebenarnya, pada awalnya, taman ini merupakan daerah pertanian sampai akhirnya menjadi hancur lebur dan habis penduduknya akibat letusan Gunung Krakatau pada tanggal 27 Agustus 1883. Kejadian tersebut menyebabkan kawasan ini kembali menjadi hutan.
Saat ini kawasan tersebut dijadikan sebagai kawasan perlindungan untuk satwa langka badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan satwa langka lainnya. Satwa langka lain yang dilindungi selain badak Jawa adalah banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), surili (Presbytis comata comata), lutung (Trachypithecus auratus auratus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus), kucing batu (Prionailurus bengalensis javanensis), owa (Hylobates moloch), dan kima raksasa (Tridacna gigas). 2. Taman Nasional Komodo
Taman Nasional Komodo mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 1991. Taman yang terletak di antara pulau Sumbawa dan Flores ini terdiri atas tiga pulau besar, yakni Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil lainnya. Taman ini didirikan pada tahun 1980 untuk melindungi komodo serta habitatnya. Selain komodo, di taman nasional ini juga terdapat sekitar 277 spesies hewan lainnya yang merupakan perpaduan hewan yang berasal dari ASIA dan Australia. Selain itu, terdapat pula sekitar 253 spesies terumbu karang di perairannya yang terkenal juga sebagai salah satu titik terbaik di dunia untuk menyelam. Kini, taman nasional ini juga masuk menjadi salah satu dari nominasi 7 keajaiban dunia.
Quote:
3. Taman Nasional Lorentz Taman Nasional Lorentz, Papua Barat diakui OLEH UNESCO pada tahun 1999. Dengan luas wilayah sebesar 25.000 km2, taman nasional ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Kawasan ini juga merupakan salah satu di antara tiga kawasan di dunia yang memiliki gletser di daerah tropis. Taman ini memiliki keanekaragaman hayati yang mengagumkan. Jenis-jenis satwa yang SUDAH diidentifikasi di taman ini berjumlah sekitar 630 jenis burung dan 123 jenis mamalia. Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini yakni dua jenis kasuari, empat megapoda, 31 jenis dara/merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik di antaranya cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (Anurophasis monorthonyx). Satwa mamalia yang tercatat antara lain BABI duri moncong panjang (Zaglossus bruijnii), babi duri moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), 4 jenis kuskus, walabi, kucing hutan, dan kanguru pohon.
Quote:
4. Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera (Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan)
Warisan hutan hujan tropis Sumatera yang meliputi tiga taman nasional tersebut mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 2004.
Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) sendiri merupakan salah satu kawasan pelestarian alam yang secara administrasi pemerintahan terletak di dua provinsi, yakni Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara. TNGL ini meliputi ekosistem asli dari pantai sampai pengunungan tinggi yang diliputi oleh hutan lebat khas hujan tropis. Di kawasan TNGL ini, terdapat tumbuhan langka dan khas yaitu daun payung raksasa (Johannesteijsmannia altifrons), bunga raflesia (Rafflesia atjehensis dan R. micropylora) serta Rhizanthes zippelnii yang merupakan bunga terbesar dengan diameter 1,5 meter. Selain itu, terdapat tumbuhan yang unik yaitu ara ATAU tumbuhan pencekik.
Sedangkan, taman nasional Kerinci Seblat merupakan taman nasional yang terbesar di Sumatera. Taman ini membentang ke empat provinsi, yakni Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Taman ini terdiri dari Pegunungan Bukit Barisan yang merupakan wilayah dataran tertinggi di Sumatera, mata air-mata air panas, sungai-sungai beraliran deras, gua-gua, air terjun-air terjun dan danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara, Gunung Tujuh. Taman nasional ini juga memiliki beragam flora dan fauna. Sekitar 4.000 spesies tumbuhan tumbuh di wilayah taman nasional termasuk bunga terbesar di dunia Rafflesia arnoldi, dan bunga tertinggi di dunia, Titan Arum. Fauna di wilayah taman nasional terdiri antara lain Harimau Sumatra, Badak Sumatra, Gajah Sumatra, Macan Dahan, Tapir Melayu, Beruang Madu dan sekitar 370 spesies burung.
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan termasuk dalam administrasi wilaya Lampung Barat dan wilayah Tanggamus, di mana keduanya adalah bagian dari Provinsi Lampung. Taman ini sangat kaya dalam hal keanekaragaman hayati dan merupakan tempat tinggal bagi tiga jenis mamalia besar yang paling terancam di dunia: gajah Sumatera (kurang dari 2000 ekor yang bertahan hidup saat ini), badak Sumatera (populasi global keseluruhan: 300 individu dan semakin berkurang drastis jumlahnya) dan harimau Sumatera (populasi global keseluruhan sekitar 400 individu). Taman ini masuk juga dalam Global 200 Ecoregions, yaitu peringkat habitat darat, air tawar dan laut di bumi yang paling mencolok dari sudut pandang biologi yang dibuat oleh WWF. Taman ini disorot sebagai daerah prioritas untuk pelestarian badak Sumatera melalui program Asian Rhino and Elephant Action Strategy (AREAS) dari WWF. Selain itu, IUCN, WCS dan WWF telah mengidentifikasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan sebagai Unit Pelestarian Macan (Wikramanayake, dkk., 1997), daerah hutan yang paling penting untuk pelestarian harimau di dunia. Terakhir, pada tahun 2002, UNESCO telah memilih daerah ini untuk diusulkan sebagai World Heritage Cluster Mountainous Area beserta Taman Nasional Gunung Leuser dan Kerinci Seblat.
World Heritage of Culture Indonesia memiliki 3 objek dengan status “World Heritage of Culture”. Objek-objek tersebut antara lain adalah:
Quote:
1. Candi Borobudur
Candi Borobudur mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 1991. Merupakan candi Buddha yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Candi ini didirikan oleh penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Candi yang bila dilihat dari atas membentuk struktur Mandala (lambang alam semesta dalam kosmologi Buddha) ini tidak memakai semen sama sekali dalam pembangunannya, melainkan dengan sistem interlock (seperti balok Lego yang bisa menempel tanpa lem).
Quote:
2. Candi Prambanan
Candi Prambanan mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 1991. Merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi yang terletak 17 km dari pusat kota Yogyakarta ini dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, yakni Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Candi ini memiliki tiga candi utama di halaman utama, yakni Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut merupakan lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu.
Quote:
3. Situs Sangiran
Situs Sangiran diakui UNESCO pada tahun 1996. Merupakan sebuah situs arkeologi yang terletak di Jawa Tengah. Secara administratif terletak di kabupaten Sragen dan Karanganyar. Pada awalnya penelitian Sangiran adalah sebuah kubah yang dinamakan Kubah Sangiran. Puncak kubah ini kemudian terbuka melalui proses erosi sehingga membentuk depresi. Pada depresi itulah dapat ditemukan lapisan tanah yang mengandung informasi tentang kehidupan di masa lampau. Di situs ini, kita bisa menemukan banyak informasi soal sisa-sisa kehidupan masa lampau. Selain itu, terdapat informasi lengkap tentang sejarah kehidupan manusia purba dengan segala hal yang ada di sekelilingnya. Dari soal tempat hidup, pola kehidupannya, satwa yang hidup bersamanya sampai proses terjadinya bentang alam dalam kurun waktu tidak kurang dari 2 juta tahun yang lalu.
World Heritage of Intangible Culture Di kategori ini, Indonesia memiliki 4 objek, yakni:
Quote:
1. Wayang
Merupakan seni tradisional Indonesia yang terutama berkembang di Pulau Jawa dan Bali. Sunan Kali Jaga dan Raden Patah sangat berjasa dalam mengembangkan Wayang. Para Wali di Tanah Jawa sudah mengatur sedemikian rupa menjadi tiga bagian. Pertama Wayang Kulit di Jawa Timur, kedua Wayang Wong atau Wayang Orang di Jawa Tengah, dan ketiga Wayang Golek di Jawa Barat. Masing masing sangat bekaitan satu sama lain. Yaitu “Mana yang Isi (Wayang Wong) dan Mana yang Kulit (Wayang Kulit) harus dicari (Wayang Golek)”. Pertunjukan wayang telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003, sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan sangat berharga (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).
Saat ini, wayang tidak hanya sebatas wayang kulit dan wayang orang saja, ada juga e-wayang yang keseluruhan proses pembuatannya menggunakan sarana dan fasilitas digital. E-wayang dapat dilihat melalui website
Quote:
2. Keris
Keris mendapatkan pengakuan UNESCO pada tahun 2005. Keris yang saat ini kita kenal adalah hasil proses evolusi yang panjang. Keris modern yang dikenal saat ini adalah belati penusuk yang unik dengan bermacam bentuk. Selain digunakan sebagai senjata, keris juga sering dianggap memiliki kekuatan supranatural. Senjata ini sering disebut-sebut dalam berbagai legenda tradisional, seperti keris Mpu Gandring dalam legenda Ken Arok dan Ken Dedes.
Quote:
3. Batik
Batik diakui sebagai World Heritage oleh UNESCO pada tahun 2009. Untuk merayakannya, Indonesia menjadikan setiap tanggal 2 Oktober sebagai hari batik nasional. Batik Indonesia memiliki motif bermacam-macam tergantung pada daerahnya.

JAMUR-JAMUR CANTIK YANG MEMATIKAN

Berita Kerinci Galerina autumnalis Galerina autumnalis adalah jamur beracun dan mematikan. Mereka sering ditemukan tumbuh di kayu, dan ketika di tanah memiliki preferensi untuk habitat berlumut. Kelompok ini paling terkenal karena spesies beracun yang kadang-kadang bingung dengan jenis halusinogen Psilocybe. Galerina autumnalis dapat diidentifikasi oleh topi cokelat, dengan yang relatif kecil anulus rapuh (cincin) pada Stipe (batang). Bagian bawah dari Stipe biasanya lebih gelap coklat, kadang-kadang dengan jelas floccules,atau berkas-berkas kecil hyphae. Di atas anulus, yang Stipe biasanya berwarna cokelat terang dan tidak memiliki ornamen. Insang adalah tentang warna yang sama dengan puncak Stipe dan gelap dengan usia. Jamur biasanya tidak terlalu besar, dengan topi hanya sekitar satu atau dua inci diameter dan stipes biasanya kurang dari 2 inci. Spora cetak yang merupakan coklat berkarat. Racun dalam Galerina adalah protein yang relatif kecil dari delapan asam amino, sebuah cyclopeptide disebut-amanitin. A-amanitin bekerja dengan perlahan-lahan menyerang enzim RNA polimerase. RNA polimerase Meskipun terjadi di semua sel-sel tubuh, sel-sel hati terutama terpengaruh karena tubuh berusaha untuk mengasingkan racun di hati, dan sel-sel yang rusak yang paling. -A amanitin akhirnya mempengaruhi sistem saraf pusat dan ginjal. Tidak seperti banyak jamur racun ini tidak menyebabkan gejala segera. Selama 6-24 jam setelah konsumsi mungkin ada perasaan awal enak, diikuti dengan kekerasan kram dan diare. Pada hari ketiga, ada pengampunan gejala, tetapi ini adalah pengampunan yang palsu. Pada tanggal 4 sampai 5 hari enzim meningkat, dan hati dan ginjal yang sangat terpengaruh. Kematian sering terjadi jika pencangkokan hati atau langkah-langkah heroik lainnya tidak dilakukan. Tidak ada obat untuk menelan racun setelah sampai sejauh ini, tetapi dokter semakin jauh lebih baik pada mengobati gejala. Amanitas Muscaria Amanita muscaria, yang sangat indah terlihat dan mencolok jamur, juga dikenal sebagai Fly Agaric, adalah kuning ke warna merah dan putih berbintik-bintik. Amanita muscaria mungkin manusia tertua entheogen. Ini adalah jamur hampir selalu ditemukan dalam cerita dongeng dengan topi merah besar dan berbintik-bintik penampilannya. Amanita muscaria adalah jamur ditemukan di seluruh belahan bumi utara. Telah ditemukan psikoaktif oleh lisan penelanan dan napas, meskipun telah terdaftar sebagai racun oleh FDA karena jamur Amanita keluarga bertanggung jawab untuk sekitar 90% dari semua kematian terkait jamur. Kematian yang terkenal adalah penyebab terbesar Konstituen yang entheogen A. muscaria serta benar dibuat 10x asetat dan ekstrak adalah asam ibotenic, muscamol, dan mungkin muscazone, setidaknya menurut Ott. Muscamol tampaknya menjadi primary minuman keras. Efek biasanya muncul dalam waktu 30 menit sampai 2 jam setelah konsumsi dan berlangsung selama beberapa jam. Mual dan muntah sangat umum, tetapi prinsip efek pada sistem saraf pusat: kebingungan, distorsi visual, perasaan kekuatan yang lebih besar, delusi dan kejang-kejang. Mengantuk juga umum dan banyak yang menelan jamur ini tertidur dan tidak dapat dengan mudah dibangkitkan Panther Cap Amanita pantherina Panther Cap. Anggota lain dari keluarga Cap Kematian, ini juga sangat beracun, walaupun biasanya tidak fatal begitu. Nama diduga berasal dari topi melihat, yang pertengahan coklat, dengan kerudung putih yang sangat jelas titik-titik tetap di atasnya. The Stipe memiliki cincin putih dan lembut di bagian atas, dan basis bulat memiliki cincin seperti rim dalam spesimen berkembang dengan baik. Ini agak jarang di Guernsey, dan kadang-kadang bingung dengan banyak pemerah biasa, Amanita rubescens, tapi tidak seperti yang terakhir, spesies ini tidak pernah memar merah. Hal ini ditemukan di daerah berhutan dan taman. Yang paling penting faktor yang menyebabkan keracunan adalah jamur beracun kebingungan dengan spesies yang dapat dimakan, dan non-spesifik keracunan jamur. Genus Amanita memiliki distribusi global dan merupakan salah satu yang paling terkenal genera macrofungi. Racun aktif hadir dalam topi macan tutul (A. pantherina) (DC ex Fr.) Secr adalah ibotenic asam dan muscimol, yang dengan cepat diserap dari saluran pencernaan. Kemungkinan zat lain juga berpartisipasi dalam efek psikotropika. Gejala awal terjadi setelah 120 menit dengan sistem saraf pusat (SSP) depresi, ataksia, waxing dan memudarnya obtundation, agama hyperkinetic halusinasi dan perilaku Death angel Beberapa yang paling indah, tapi paling mematikan jamur adalah kelompok spesies secara kolektif dikenal sebagai malaikat maut. Satu contoh dari setiap dari ketiga jamur, Amanita bisporigera, Amanita virosa, dan Amanita Verna, dapat mematikan. Ketiga spesies putih murni, dengan insang putih yang bebas dari tangkai. Semua memiliki anulus, atau cincin (yang merupakan sisa dari tabir parsial, yang melindungi insang karena mereka berkembang) di sekitar batang. Ketiganya memiliki volva, atau cangkir di dasar, yang merupakan sisa kerudung yang universal yang mengelilingi tubuh primordium berbuah muda. Seperti semua jenis Amanita, mereka mycorrhizal, yang berarti mereka memiliki simbiosis (mutualistic) asosiasi dengan pohon inang. haxims.blogspot.com Racun dalam kematian malaikat adalah protein yang relatif kecil dari delapan asam amino, sebuah cyclopeptide yang disebut alpha-amanitin. Alpha-amanitin bekerja dengan perlahan-lahan menyerang RNA polimerase, enzim dalam hati. Pada akhirnya mempengaruhi sistem saraf pusat dan ginjal. Tidak seperti banyak jamur racun ini tidak menyebabkan gejala segera. 6-24 jam setelah konsumsi mungkin ada perasaan awal enak, diikuti dengan kekerasan kram dan diare. Pada hari ketiga, ada pengampunan gejala, tetapi ini adalah pengampunan yang palsu. Pada tanggal 4 sampai 5 hari dan peningkatan enzim hati dan ginjal yang sangat terpengaruh. Kematian sering terjadi jika pencangkokan hati atau langkah-langkah heroik lainnya tidak dilakukan. Racun yang sama ini, kebetulan, ditemukan dalam jamur yang sama sekali tidak berhubungan Galerina autumnalis. Brain Mushroom Brain Mushroom adalah jamur musim semi yang indah sering ditemukan oleh para pemburu Morel di utara dan barat wilayah di benua. Hal ini dapat dibedakan dari morels palsu oleh brainlike, cokelat kemerahan, tidak teratur topi, dan oleh kenyataan bahwa batang yang tidak besar dalam proporsi ke topi. Dalam kondisi cuaca kering, jamur ini dapat menghitamkan dan kering-dan terakhir untuk waktu yang lama yang luar biasa di lantai hutan Brain Mushroom: Gyromitrin adalah toksin hemolitik (yakni merusak sel darah merah) pada manusia, primata lain, dan anjing. Ini adalah racun bagi sistem saraf pusat dan kerusakan hati dan saluran pencernaan. Itu mungkin bertindak dengan mengganggu transaminases, terutama yang memiliki pyridoxal kofaktor fosfat. Vitamin B6 yang digunakan dalam perawatan. Seperti dalam cyclopeptide keracunan, yang relatif lama periode laten terjadi kemudian (6 sampai 12 jam) antara konsumsi dan gejala. Gejala termasuk mual, muntah, diare, kram, distensi, kelemahan, kelelahan, dan sakit kepala, jika kondisi parah, ini mungkin berkembang menjadi penyakit kuning, kejang-kejang, koma, dan kematian. Methemoglobinuria dan gula darah sangat rendah ditemukan di tes laboratorium.

SENJATA-SENJATA REVOLUSIONER DI ZAMAN NYA

Berita Kerinci

10 Senjata Terbaik di Dunia Terbaru

Heckler & Koch MP7

MP7 (Maschinenpistole-7) adalah senapan submesin Jerman yang diproduksi oleh Heckler & Koch (H&K) dengan ukuran kaliber 4.6x30mm. MP7 dirancang dengan kaliber baru untuk memenuhi persyaratan NATO yang dikeluarkan pada tahun 1989 yang menyebutkan senjata pertahanan pribadi (PDW) kelas senjata api dengan kemampuan yang lebih baik untuk pertahanan pribadi dari senjata saat ini yang terbatas karena penggunaan peluru pistol konvensional. MP7 mulai diproduksi tahun 2001. Ini adalah pesaing langsung dari FN P90, juga dikembangkan untuk menanggapi kebutuhan NATO. Revisi dari MP7 sejak pengenalan dan versi produksi saat ini adalah MP7A1. Perkembangan body armor berkualitas tinggi membuat senjata api beramunisi pistol (seperti H&K MP5 atau USP) menjadi tidak efektif. Dalam menanggapi masalah ini, pabrik HK merancang MP7 (bersama dengan UCP baru, yang menggunakan amunisi yang sama) untuk menembus pelindung tubuh, tetapi cukup ringan untuk digunakan di tempat yang baik sebagai pistol atau senapan submesin ringan. Desain MP7 MP7 dasarnya dioperasikan dengan scaled-down senapan serbu, dengan sistem yang sama seperti H&K G36. Hal ini didasari bahwa kaliber 5.56x45mm NATO digunakan oleh kebanyakan senapan modern saat ini. Peluru MP7 tergolong unik di antara senapan submesin lainnya, di mana peluru hampir seluruhnya terbuat dari baja yang dikeraskan, bukan dibuat lebih lembut dengan penetrator kuningan atau timah. Peluru hampir eksklusif untuk pistol (kecuali H&K UCP dan merupakan varian dari Brugger & Thomet MP9) dan juga memberikan recoil rendah. Laras senjata juga memiliki diameter kecil (dapat dikatakan sebagai pengecilan kaliber .223 Remington), memungkinkan untuk kapasitas yang tinggi dalam kebutuhan mendesak. MP7 dapat menggunakan model magasin 20 peluru, 30 peluru maupun 40 peluru (ukuran yang sama dengan magasin 15 peluru 9mm, sedangkan yang terakhir sama dengan magasin 30 peluru 9mm). Fitur senjata lainnya adalah tuas depan dan pegangan belakang yang dapat ditarik. Pegangan depan dapat dipakai sesuai kebutuhan, singkatnya MP7 dapat dipegang dengan satu tangan atau dua tangan. Hal ini terbukti ringan karena menggunakan bahan polimer dalam konstruksi. MP7 dipasarkan sebagai pesaing langsung ke FN P90. Beberapa pengamat membuat perbandingan bahwa MP7 lebih mendekati pistol daripada senapan submesin. [Rujukan?] Fitur FN P90 yang lebih sederhana dengan desain yang lurus dan bersistem blowback dengan model tertutup, sehingga tidak ada putaran bolt atau sistem gas, tetapi lebih berat daripada MP7. Variasi * PDW: Model pertama dari MP7, ditampilkan tahun 1999 dan ditetapkan sebagai 'PDW' (Personal Defense Weapon). Mempunyai rel Picatinny pendek di bagian atas dan pegangan pistol yang halus. * MP7: Pada tahun 2001 dinobatkan sebagai 'MP7' dan masuk ke produksi. Mulai diperbarui dengan adanya rel Picatinny yang panjang

Tahun 1800-an dan sebelumnya

Dahulu karabin adalah senjata api pendek dan ringan yang dikembangkan untuk prajurit kavaleri karena musket atau senapan laras panjang terlalu berat dan susah ditembakkan saat menunggang kuda. Karabin biasanya tidak seakurat senapan laras panjang. Daya tembaknya pun kurang besar. Ini salah satunya karena proyektil yang ditembakkan dari laras pendek memiliki kecepatan lebih rendah. Meski pasukan berkuda mulai tidak digunakan, karabin tetap diproduksi dan digunakan karena lebih kecil dan ringan meski daya tembak dan akurasinya kurang. Senjata api pendek lebih mudah digunakan tidak hanya saat menunggang kuda, tetapi juga, dalam lingkup modern, ketika berada dalam truk, pengangkut personel lapis baja, helikopter, atau pesawat terbang, bahkan saat bertempur dalam jarak pendek. Perbandingan senapan laras panjang (tiga di kiri) dengan versi karabinnya. Selama abad ke-19, karabin dikembangkan terpisah dari senapan laras panjang infanteri dan sering tidak menggunakan amunisi yang sama. Hal ini membuat suplai amunisi menjadi sulit. Salah satu senjata api terkemuka yang dikembangkan pihak Union pada akhir Perang Saudara Amerika adalah karabin Spencer. Karabin itu memiliki magasin berisi tujuh peluru di popornya. Pada akhir era 1800-an, beberapa negara membuat senapan bolt-action versi laras panjang dan karabin. Salah satu yang populer adalah karabin lever-action Winchester. Beberapa versinya menggunakan peluru revolver. Karabin ini pilihan ideal bagi para koboi dan penjelajah karena mereka bisa membawa revolver dan karabin dengan amunisi sama. Perang Dunia I dan Perang Dunia II Karabin M1 yang dipakai Amerika Serikat pada Perang Dunia II. Beberapa dekade sebelum Perang Dunia I, senapan standar yang digunakan angkatan bersenjata di dunia memiliki ukuran lebih pendek karena didesain ulang atau banyaknya versi karabin yang dibagikan ketimbang senapan laras panjang. Contohnya, laras senapan Model 1891 dari Rusia, yang dahulu sepanjang 800 mm, dipendekkan menjadi 730 mm pada tahun 1930 dan menjadi 510 mm pada tahun 1938. Laras senapan Mauser 98 dari Jerman — sebelumnya panjangnya 740 mm (1898) — dipendekkan menjadi 600 mm pada tahun 1935 dengan nama Karabiner 98 Kurz atau "karabin 98 pendek". Panjang laras senapan yang digunakan Amerika Serikat, yakni senapan bolt-action M1903 pada Perang Dunia I dan M1 Garand pada Perang Dunia II, tidak berubah. Namun, waktu itu panjang laras M1903 (610 mm) sudah termasuk pendek. M1 Carbine dari AS lebih merupakan karabin tradisional karena lebih pendek (panjang larasnya 460 mm) dan ringan dari M1 Garand. M1 Carbine sendiri bukan versi pendek dari M1 Garand karena memiliki desain yang berbeda dan menembakkan peluru lebih kecil dengan daya tembak lebih kecil juga, seperti umumnya pada tahun 1800-an. Setelah Perang Dunia II Tentara Amerika Serikat dengan CAR-15. Berdasarkan pengalaman pertempuran pada Perang Dunia II, kriteria yang digunakan untuk memilih senjata api bagi pasukan infanteri berubah. Tidak seperti perang-perang sebelumnya, ketika pertempuran terjadi di baris dan parit yang tetap, Perang Dunia II adalah perang yang sangat dinamis, dengan mobilitas yang tinggi. Pertempuran terjadi di kota, hutan, atau daerah lain tempat mobilitas dan visibilitas terbatas. Selain itu, penyempurnaan artileri menjadikan prajurit infanteri yang bergerak di ruang terbuka lebih berisiko terbunuh atau terluka. Umumnya kontak dengan musuh terjadi pada jarak 300 meter dan musuh ditembaki dalam waktu singkat saat bergerak dari satu tempat perlindungan ke tempat perlindungan lain. Peluru tidak ditembakkan untuk melumpuhkan musuh, melainkan ditembakkan ke arah musuh agar tidak bergerak dan membalas tembakan. Keadaan ini tidak cocok bagi senapan laras panjang yang berat dan menembakkan proyektil dengan akurasi tinggi. Senjata api dengan daya tembak lebih kecil mampu melumpuhkan musuh dalam jarak dekat, dan tendangan (recoil) yang dikurangi menjadikan senjata api itu bisa menembakkan lebih banyak proyektil dengan cepat begitu musuh terlihat. Para prajurit bisa membawa lebih banyak peluru karena bobotnya lebih ringan. Laras yang pendek membuat senjata api itu lebih ringan, lebih mudah digunakan di tempat-tempat sempit, dan lebih cepat ditembakkan. Tembakan otomatis juga merupakan fitur yang diharapkan. Rentetan tembakan tiga peluru atau lima peluru meningkatkan kemungkinan perkenaan pada sasaran bergerak. Senapan AK-74SU (tengah depan) merupakan versi pendek dari AK-74 (kiri dan belakang). Pihak Jerman beruji coba dengan karabin selective fire yang menggunakan peluru senapan laras panjang selama tahun-tahun awal Perang Dunia II. Hal ini tidak sesuai dengan harapan karena tendangan dari peluru senapan laras panjang menjadikan karabin itu tidak dapat dikendalikan ketika menembak secara otomatis. Mereka kemudian mengembangkan peluru baru, 7,92 x 33 mm (Kurz) berdasarkan peluru standar 7,92 x 57 mm. Senapan selective-fire dikembangkan untuk menembakkan peluru baru ini. Hasilnya, Sturmgewehr 44 yang kemudian diterjemahkan sebagai senapan serbu. Setelah Perang Dunia II Uni Soviet mengadopsi senjata api yang mirip, AK-47, yang kemudian menjadi senjata api standar prajurit infanteri Uni Soviet. Selama Perang Dunia II AS memiliki M2 Carbine, versi selective-fire dari M1 Carbine yang menembakkan peluru 7,62 x 33 mm. Meski demikian, rasio produksi M1 Carbine semi-otomatis dengan M2 adalah 10 banding 1. Walaupun NATO tidak langsung mengadopsi peluru kaliber menengah, mereka melanjutkan pengembangan senapan tempur yang lebih pendek dan ringan. NATO mengadopsi peluru 7.62 x 51 mm NATO, yang hanya sedikit lebih lemah dari .30-06 Springfield, untuk senapan FN FAL dan M14. Pada tahun 1960-an, NATO telah mengadopsi peluru 5.56 x 45 mm NATO. Peluru ini lebih kecil dan ringan daripada peluru AK-47 Soviet, tapi memiliki kecepatan peluru yang lebih tinggi, dengan kekuatan yang hampir sama. Pada militer Amerika Serikat, M16 yang menggunakan peluru baru ini, menggantikan M14. Karabin yang ringan mulai diadopsi sebagai senjata laras panjang infanteri standar. Hanya sebagian kecil infanteri, yaitu para penembak jitu, yang membutuhkan senapan jarak jauh. Pengembangan senapan serbu yang semakin ringan berlanjut, diikuti dengan perkembangan karabin yang semakin kecil pula. Pada saat infanteri mulai beralih ke senapan-senapan 5.56 mm, karabin seperti AK-74SU dan CAR-15 sedang dikembangkan.

UNDANG-UNDANG NOMOR 12/DRT/1951

UNDANG-UNDANG NOMOR 12/DRT/1951
Mengingat: a. pasal 96, 102 dan 142 Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia; b. "Ordonnantie Tijdelijke Bijzondere Strafbepalingen" (Stbl. 1948 No.17);

A. Menetapkan: Undang-undang tentang mengubah "Ordonnantie Tijdelijke Bijzondere Strafbepalingen" (Stbl. 1948 No.17) dan Undang-undang R.I. dahulu No.8 tahun 1948.

Pasal 1

(1) Barangsiapa, yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, munisi atau sesuatu bahan peledak, dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun.

(2) Yang dimaksudkan dengan pengertian senjata api dan munisi termasuk juga segala barang sebagaimana diterangkan dalam pasal 1 ayat (1) dari Peraturan Senjata Api (vuurwaapenregeling: in, uit, door, voer en lossing) 1936 (Stbl. 1937 No.170), yang telah diubah dengan Ordonnantie tanggal 30 Mei 1939 (Stbl. No.278), tetapi tidak termasuk dalam pengertian itu senjata-senjata yang nyata-nyata mempunyai tujuan sebagai barang kuno atau barang yang ajaib (merkwaardigheid), dan bukan pula sesuatu senjata yang tetap tidak dapat terpakai atau dibikin sedemikian rupa sehingga tidak dapat dipergunakan.

(3) Yang dimaksudkan dengan pengertian bahan-bahan peledak termasuk semua barang yang dapat meledak, yang dimaksudkan dalam Ordonnantie tanggal 9 Mei 1931 (Stbl. No.168), semua jenis mesiu, bom-bom pembakar, ranjau-ranjau (mijnem), granat-granat tangan dan pada umumnya semua bahan peledak, baik yang merupakan luluhan kimia tunggal (enkelvoudige chemische verbindingen) maupun yang merupakan adukan bahan-bahan peledak (explosieven mengsels) atau bahan peledak pemasuk (inleidende explosieven), yang dipergunakan untuk meledakkan lain-lain barang peledak, sekedar belum termasuk dalam pengertian munisi.

Pasal 2

(1) Barangsiapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperolehnya, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata pemukul, senjata penikam, atau senjata penusuk (slag, steek of stoot wapen), dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya sepuluh tahun.

(2) Dalam pengertian senjata pemukul, senjata penikam atau senjata penusuk dalam pasal ini, tidak termasuk barang-barang yang nyata-nyata dimaksudkan untuk dipergunakan guna pertanian, atau untuk pekerjaan-pekerjaan rumah tangga atau untuk kepentingan melakukan dengan sah pekerjaan atau yang nyata-nyata mempunyai tujuan sebagai barang pusaka atau barang kuno atau barang ajaib (merkwaardigheid).

Pasal 3

Perbuatan-perbuatan yang dapat dihukum menurut Undang-undang ini dipandang sebagai kejahatan.

Pasal 4

(1) Bilamana sesuatu perbuatan yang dapat dihukum menurut Undang-undang ini dilakukan oleh atau atas kekuasaan suatu badan hukum, maka penuntutan dapat dilakukan dan hukuman dapat dijatuhkan kepada pengurus atau kepada wakilnya setempat.

(2) Ketentuan pada ayat (1) dimuka berlaku juga terhadap badan-badan hukum, yang bertindak selaku pengurus atau wakil dari suatu badan hukum lain.

Pasal 5

(1) Barang-barang atau bahan-bahan dengan mana atau terhadap mana sesuatu perbuatan yang terancam hukuman pada pasal 1 atau 2, dapat dirampas, juga bilamana barang-barang itu tidak kepunyaan si tertuduh.

(2) Barang-barang atau bahan-bahan yang dirampas menurut ketentuan ayat (1), harus dirusak, kecuali apabila terhadap barang-barang itu oleh atau dari pihak Menteri Pertahanan untuk kepentingan Negara diberikan suatu tujuan lain.

Pasal 6

(1) Yang diserahi untuk mengurus perbuatan-perbuatan yang dapat dihukum berdasarkan pasal 1 dan 2 selain dari orang-orang yang pada umumnya telah ditunjuk untuk mengusut perbuatan-perbuatan yang dapat dihukum juga orang-orang, yang dengan peraturan Undang-undang telah atau akan ditunjuk untuk mengusut kejahatan-kejahatan dan pelanggaran-pelanggaran yang bersangkutan dengan senjata api, munisi dan bahan-bahan peledak.

(2) Pegawai-pegawai pengusut serta orang-orang yang mengikutnya senantiasa berhak memasuki tempat-tempat, yang mereka anggap perlu dimasukinya, untuk kepentingan menjalankan dengan saksama tugas mereka. Apabila mereka dihalangi memasukinya, mereka jika perlu dapat meminta bantuan dari alat kekuasaan.

B. Menetapkan, bahwa segala peraturan atau ketentuan-ketebtuan dari peraturan-peraturan yang bertentangan dengan Undang-undang ini tidak berlaku.

Sejarah SNIPER

Penembak jitu adalah istilah yang dipakai pada bidang militer. Seorang penembak jitu terlatih untuk menembak secara tepat dan akurat dengan menggunakan senapan tipe tertentu. Beberapa doktrin militer memakai penembak jitu yang tergabung dalam infanteri tingkat regu. Penembak jitu modern sering disamakan dengan penembak runduk (sniper), padahal, keduanya sebenarnya berbeda. Senjata Sniper Senapan runduk (senapan sniper) adalah senapan laras panjang yang dipakai satuan militer atau penegak hukum, yang dibuat lebih akurat dan memiliki jangkauan yang lebih besar daripada senjata ringan lainnya. Senapan runduk memiliki akurasi tingkat tinggi, menggunakan alat bidik teleskop, dan biasa menggunakan peluru centerfire militer. Sejarah Peran seorang sniper (penembak runduk) sudah dipakai dalam perang sejak abad ke-18, tapi senapan runduk termasuk penemuan yang lumayan baru. Perkembangan teknologi, khususnya pada bidikan teleskop dan perakitan modern, membuat satuan-satuan militer bisa mempersenjatai prajurit-prajurit yang dilatih khusus dengan senjata yang bisa menembak dengan akurat pada jarak yang jauh lebih besar daripada senjata infanteri biasa. Senapan runduk standar Marinir Amerika Serikat, M40 Perang Saudara Amerika Tentara Konfederasi yang menggunakan teleskop sepanjang laras pada senapan Whitworth Inggris bisa membunuh tentara musuh pada jarak 300 yard (274 meter), jarak tembak yang sangat luar biasa pada masa itu. Perang Dunia I Awalnya senapan runduk adalah senapan standar yang menggunakan bidikan intip, yang sebenarnya dirancang untuk tempat latihan. Baru pada awal Perang Dunia I senapan runduk mulai muncul. Salah satu senapan runduk militer pertama yang menggunakan teleskop adalah Lee-Enfield Mk III. Perang Dunia II Senapan Mosin-Nagant yang dilengkapi bidikan teleskop, digunakan sniper Rusia pada Perang Dunia II. Senapan runduk yang biasa digunakan pada era Perang Dunia II adalah senapan standar (yang dipilih karena terkenal akurat), yang kemudian diberi bidikan teleskop, bantalan pipi, dan bolt yang dimodifikasi agar teleskop bisa terpasang. Pada akhir perang, semua peserta perang telah memiliki prajurit yang terlatih khusus untuk menggunakan senapan runduk, dan peran ini dipakai sampai sekarang. Senapan Mosin-Nagant yang dilengkapi bidikan teleskop, digunakan sniper Rusia pada Perang Dunia II. Senapan Mosin-Nagant yang dilengkapi bidikan teleskop, digunakan sniper Rusia pada Perang Dunia II. Contoh senapan runduk era Perang Dunia II: * Mosin-Nagant M91/30 dipakai Uni Soviet dan Finlandia * Karabiner 98k dipakai Jerman * Lee-Enfield No 4 Mk I (T) dipakai Inggris * SMLE Mk III* (HT) dipakai Australia * Springfield 1903 dipakai Amerika Serikat * Arisaka Type 97 dipakai Jepang Senapan modern Senapan-senapan yang diproduksi khusus sebagai senapan runduk baru dimulai pada tahun 1960an. Tujuannya adalah untuk meningkatkan akurasi sebaik mungkin. Senapan-senapan ini dibuat khusus untuk bisa menahan panas, menahan getaran, dan hal-hal lain yang bisa mengurangi akurasi. Klasifikasi Senapan runduk modern secara umum dibagi menjadi dua kelas utama: militer dan penegak hukum. Militer Senapan runduk yang dibuat untuk dipakai militer biasanya mengorbankan sedikit akurasi, demi kehandalan dan kemudahan pemakaian di lapangan. Penembak runduk dan penembak jitu militer, akan bergerak membawa senapan runduk merekabersama peralatan-peralatan lainnyapada jarak yang jauh, jadi berat juga sangat penting. Militer juga biasa memiliki pendanaan yang ketat, yang akan mempengaruhi pemilihan dan pembelian senapan runduk, seperti juga pembelian peralatan militer lainnya. Penegak hukum Skenario kepolisian, termasuk satuan anti-teroris, mengharuskan penembak jitu untuk untuk menembak bagian tertentu target (seperti tangan atau kepala), atau sebuah benda tertentu (misalnya senjata api). Oleh karena itu, senapan runduk yang dipakai kepolisian harus memiliki akurasi yang lebih tinggi dari pada senapan runduk militer, tapi pada jarak yang lebih pendek, biasanya dibawah 100 meter.

JUAL PISTOL COLT S&W Kaliber 8 mm GAS, Pistol YANG BISA DI MILIKI WARGA SIPIL 24jam hubungi: dapat melumpuhkan dari jarak 50m berbagai jenis ada: GLOK 26C / K26 - FM45/1911- SIG SUAER P226 - WALTTHER PPK/S - BARETA .tersedia pistol peluru jenis almunium - kramik - karet dll gas pendorong green gass guarder dan pistol co2 menembus kaca tanpa pecah, bonus tambahan gas co2 10tabung 1 box peluru baja isi 1000 butir peminat langsung dapat pengurusan izin kepemilikan pistol LEGAL berlaku di Seluruh wilayah indonesia.. PISTOL jual HARGA MULAI 5 JUTAAN Call :021-32999915

Barikut 10 senjata terbaik di dunia yang legendaris dan masih digunakan sampai sekarang :

1. AK-47

Dengan produksi lebih dari 75 juta di seluruh dunia, AK-47 (a.k.a., “Kalashnikov”) adalah senjata api legendaris yang mungkin memberi kerusakan paling mematikan daripada seluruh senjata api apapun. Dibuat dengan desain yang sama dengan StG.44, AK-47 diisi dengan peluru 7.62 mm dan dibuat dari bagian yang dirakit. AK-47 tidak hanya mudah diproduksi dan murah, tetapi juga mudah dirawat dan “kebal” terhadap kondisi yang bisa merusak senjata lainnya. Akurasinya tidak terlalu bagus, tapi AK-47 menggantinya dengan kemampuannya melepaskan serangan mematikan.
Type: Semi or Fully Automatic Assault Rifle Country of Origin: Soviet Union Caliber: 7.62 x 39 mm (.30 inch) Cartridge Capacity: 30 rounds Muzzle Velocity: 2,329 feet per second Rate of Fire:600 rounds per minute 2. M16
Walaupun butuh waktu mengatasi masalah kemacetan senapan sewaktu latihan bertempur di awal 1960, M16 membuktikan kehandalannya lewat akurasi, penanganan, masa digunakan, serta keefektifan dalam perang. Senapan M16 memuaskan petinggi militer AS untuk mengembangkan senapan serbu yang ringan untuk menggantikan M1 dan M14. Fitur inovatifnya meliputi bahan campuran plastik dan logam ringan, sistem reload (mengisi ulang peluru) yang mudah dan penggunaan peluru kaliber 5.56mm.
Type: Semi or Fully Automatic Assault Rifle Country of Origin: United States Caliber: 5.56 x 45 mm (.223 inch) Cartridge Capacity: 20-30 rounds Muzzle Velocity: Approximately 3,281 feet per second Rate of Fire: 700-950 rounds per minute 3. Lee-Enfield SMLE
Senapan standar infantri Inggris dari Perang Dunia I hingga krisis Suez, Lee-Enfield SMLE membangun reputasinya dari akurasi, kehandalan, serta jumlah tembakan per menit yang fenomenal. Magasinnya membawa 10 peluru, jumlah terbanyak dari senapan apapun di 50 tahun awal abad 20. Bolt actionnya terkokang saat menutup, dan kepala larasnya mencegah debu dan lumpur masuk ke dalam senapan. Di tangan tentara yang terlatih dengan baik,Lee-Enfield bisa melakukan apa yang disebut “mad minute” yaitu 30 peluru menembak target pada jarak 200 meter dalam satu menit. Jumlah tembakan yang menandingi senapan semi otomatis modern.
Type: Bolt-Action Rifle Country of Origin: United Kingdom Caliber: 7.7 x 56 mm (.30 inch) Cartridge Capacity: 10 rounds Muzzle Velocity: approximately 2,438 feet per second Rate of Fire: 15-20 rounds per minute 4. M1 Garand
Diadopsi oeh angkatan bersenjata AS pada tahun 1936, M1 Garand terbukti menjadi senapan yang tangguh 5 tahun kemudian. Jendral Patton mengatakan di akhir Perang Dunia II M1 Garand adalah peralatan perang paling hebat yang pernah diciptakan. Walaupun terdapat sedikit cacat, tidak diragukan lagi M1 Garand adalah senapan semi otomatis pertama yang sukses dan akurasi M1 Garand mendominasi medan perang. Lebih dari 6 juta senapan dibuat pada masa itu dan dihentikan masa tugasnya di akhir 1960.
Type: Semiautomatic Rifle Country of Origin: United States Caliber: 7.62 x 63 mm (.30-06 inch) Cartridge Capacity: 8 rounds Muzzle Velocity: Approximately 2,838 feet per second Rate of Fire: 30 rounds per minute 5. FN FAL
Terinspirasi oleh StG.44, Pabrik senjata Belgia, Fabrique Nationale (FN) mengembangkan FAL yang pelurunya sama dengan StG.44. Namun ketika NATO mengeluarkan kebutuhan peluru standar 7.62 mm, FN merombak desainnya dan membuat senapan yang bisa diisi banyak peluru dan kuat. FN FAL dengan segera menjadi senjata klasik selama perang dingin, digunakan oleh 50 negara biarpun FAL susah ditembakkan bila menggunakan mode full auto. Senapan ini memberikan pelayanan bagus pada tentara Australia pada perang Vietnam, pada tentara Israel selama perang 6 hari and dan digunakan oleh Inggris dan Argentina pada perang Falklands.
Type: Semi or Fully Automatic Rifle Country of Origin: Belgium Caliber: 7.62 x 51 mm (.30 inch) Cartridge Capacity: 20 rounds Muzzle Velocity: Approximately 2,700 feet per second Rate of Fire: 650-700 rounds per minute 6. Mauser K98k CARBINE
Pertama kali diproduksi pada akhir abad 19, Mauser 98 adalah gabungan sempurna dari inovasi senapan yang berlangsung di akhir abad 19: serbuk mesiu tanpa asap, bisa diisi dengan magasin, dan terutama, fitur “bolt action” dimana menjadi dasar senapan berburu pada jaman sekarang. Model aslinya digunakan selama perang dunia 1 dan menghasilkan efek yang besar, tetapi ketika Jerman mulai mempersenjatai ulang pada tahun 1930-an, senapan 98 mendapat upgrade yang membuat lenih ringan dan lebih mudah dibidik. Walaupun tidak dapat dihindari bahwa senjata ini dikalahkan oleh senapan otomatis, senapan ini bertahan sebagai senjata terbaik sepanjang masa.
Type: Bolt-Action Rifle Country of Origin: Germany Caliber: 7.92 x 57 mm (.30 inch) Cartridge Capacity: 5 rounds Muzzle Velocity: approximately 2,822 feet per second Rate of Fire: 10-15 rounds per minute 7. Steyr AUG
Mencari senjata yang lebih mirip di film-film sains fiksi, “cacat” paling serius dari Steyr AUG adalah bentuknya yang menakuti pembeli potensial setalah dikenalkan tahun 1977. Dalam konfigurasi “Bull-pup” yang radikal ini, hampir semua sistemnya berada di belakang pelatuk, dan hasilnya adalah senjata yang ringkas dan mudah digunakan.
Type: Semi or Fully Automatic Bull-Pup Assault Rifle Country of Origin: Austria Caliber: 5.56 x 45 mm (.22 inch) Cartridge Capacity: 30 and 42 rounds Muzzle Velocity: Approximately 3,084 feet per second Rate of Fire: 650 rounds per minute 8. 1903 Springfield
Performa buruk pada senapan Norwegia Krag-Jorgensen yang dipakai tentara AS pada perang Amerika-Spanyol membuat para perancang senjata mencari lagi senjata standar infantri. Mereka “meminjam” senapan Jerman, 7mm Mauser, menambah sedikit modifikasi, dan menciptakan senapan yang bermagasin, yang secara fenomenal menambah akurasi. 1903 dengan cepat mendapat reputasi sebagai senjata api yang akurat dan kuat – pada perang di hutan Belleau pada tahun 1918, Marinir AS bersenjatakan 1903 Springfield memotong serangan balasan musuh dari jarak 700-800 yards. Senapan ini terus digunakan pada Perang dunia II, perang Korea, bahkan sebagai senapan sniper pada perang Vietnam.
Type: Bolt-Action Rifle Country of Origin: United States Caliber: 7.62 x 63 mm (.30-06 inch) Cartridge Capacity: 5 rounds Muzzle Velocity: Approximately 2,700 feet per second Rate of Fire: 10 rounds per minute 9. Sturmgewehr 44/STG 44
Jerman sudah lama tidak berperang dengan Rusia ketika menjadi jelas bahwa pasukan infantri Jerman bersenjatakan “bolt action Mausers” tidak mendapat posisi baik dalam pertempuran melawan senjata otomatis Rusia . Sebagai jawabannya, para pengembang senjata Jerman datang dengan senjata baru yang revolusioner, yang disebut “senapan serbu/ assault rifle (terjemahan langsung dari kata Sturmgewehr). kunci kesuksesan senjata ini terletak pada peluru 7.92 mm yg memungkinkan tembakan otomatis dan efektif. Para tentara juga bisa membawa lebih banyak amunisi. Biarpun kehadirannya sudah terlambat untuk membalikkan keadaan Jerman yang sudah kalah, tetapi senjata ini adalah inovasi baru pada jamannya.
Type: Semi or Fully Automatic Assault Rifle Country of Origin: Germany Caliber: 7.92 x 33 mm Cartridge Capacity: 30 rounds Muzzle Velocity: Approximately 2,133 feet per second Rate of Fire: 500 rounds per minute 10. M14
Di akhir Perang Dunia II, dengan pleton infantri Amerika membawa 4 senjata berbeda -dan juga 4 tipe amunisi berbeda-.Angkatan bersenjata AS memutuskan mengembangkan sebuah senjata yang bisa melakukan banyak tugas. Hasilnya adalah M14. Pertama kali digunakan pada tahun 1957, senjata baru yang akurat ini mempunyai “stopping power” yang bagus dengan peluru standar NATO 7.62mm. digunakan secara besar-besaran di Vietnam, para tentara menyukai kekuatan dan akurasi tetapi bermasalah dengan berat senjata dan amunisi. Tidak lama, senjata ini digantikan dengan M16 yang lebih ringan. Tetapi beberapa garis depan tetap memakainya, terutama untuk sniper rifle.
Type: Semi or Fully Automatic Rifle Caliber: 7.62 x 51 mm (.30 inch) Muzzle Velocity: Approximately 2,799 feet per second Rate of Fire: 700-750 rounds per minute