Laman

Sabtu, 13 November 2010

HAL-HAL YANG MERUSAK DETIK-DETIK ''ML'' ANDA...

BERITA KERINCI
Umumnya perempuan membayangkan acara bercinta yang romantis bersama orang yang dicintainya di kamar tidur, sayangnya tak selalu bayangan-bayangan indah itu terwujud karena ada beberapa kondisi yang terjadi. Kira-kira kondisi seperti apa ya yang dapat merusak suasana kamar tidur? Inilah dia..
1. Bau mulut.
Umumnya kaum wanita mengaku tidak mau membalas ciuman pasangan bila tercium aroma dari mulut yang sangat tidak sedap dan terlalu menusuk hidung.
Pasti, kejadian ini pernah dialami oleh sebagian besar wanita. Untuk itu, solusinya adalah dengan selalu menyediakan permen rasa mint di sebelah tempat tidur. Jadi, ketika ia mulai melancarkan rayuan dan Anda tidak mau kehilangan gairah karena bau mulutnya itu, maka berpura-puralah seolah-olah Anda tidak percaya diri dan memerlukan permen itu. Jika ia melihat Anda memakan permen, diharapkan ia akan mengerti maksud Anda dan ikut makan permen. Dan sadarkan dengan cara yang halus bila bau mulutnya sudah tidak tertahankan lagi, misalnya dengan mengatakan “Sering juga sih, saya mencium bau bawang putih di nafas kamu setiap habis makan. Saya juga begitu mungkin, ya?” kata-kata seperti ini seharusnya bisa cukup membuatnya mengerti.
2. Ketika Mr. P lemas tak berdaya.
Ini dialami oleh sebagian besar wanita. Mereka mengeluh karena kebanyakan Mr. P gagal bertahan lama. Wanita menduga, apakah masalah ini akibat dari kurangnya stimulasi pada pasangan, gawang yang kekecilan, atau adanya masalah medis.
Perlu Anda ketahui terlebih dahulu bahwa masalah situasional laki-laki muda yang proses ereksinya terganggu bahwa selain itu, stres, kebanyakan minum alkohol, dan obat-obatan juga merupakan salah satu faktor penyebab laki-laki menjadi tidak “perkasa”.
Akan tetapi, jangan Anda lalu menyalahkan diri Anda sendiri bila kasus seperti ini terjadi. Labih baik Anda mencari jalan lain, seperti berkata, “Besok kita lakukan cara lain agar lebih seru,” pada pasangan Anda sambil meremas bagian tubuh sensitifnya dengan mesra. Hal itu untuk menunjukkan bahwa selera bercinta Anda tidak tergoyahkan oleh ereksinya yang putus di tengah jalan.
3. Ketika pasangan mereka menstimulasi bagian sensitif dengan kasar.
Wanita seringkali tidak tahu bagaimana caranya mengatakan apa yang sebenarnya mereka inginkan, pada saat pasangan mereka acapkali membuat daerah sensitif terasa sakit saat distimulasi dengan keras.
Setiap wanita, satu sama lain berbeda, jadi tak satu laki-laki pun yang mengetahui dengan pasti apa sebenarnya yang diinginkan pasangannya bila tidak diberitahu. Nah, cara terbaik untuk menunjukkannya adalah dengan memberikan umpan balik secara verbal padanya. Yah, tentu sambil mengatakan seperti, “Ya di situ, agak sedikit keatas lagi”, atau memberitahunya bagian mana yang Anda inginkan untuk distimulasi. Atau untuk lebih jelasnya lagi, yaitu dengan meletakkan tangan Anda di tangan ataupun di tubuhnya sambil memindahkan ke bagian yang Anda sukai. Untuk laki-laki, hal itu akan menolong Anda untuk sedikit meninggalkan egoisme laki-laki Anda. Pasti hasilnya akan terasa enak, sementara kekasih Anda berpikir semua itu adalah idenya.
4. Miss V tiba-tiba jadi kering.
Kebanyakan wanita seringkali merasakan kenyerian pada organ seksnya ketika bercinta dengan pasangannya. Kejadian ini boleh dikatakan cukup sering terjadi kala Anda merasakan sudah cukup bergairah namun Miss V tak cukup basah untuk memuluskan jalan masuk bagi Mr. P, dan Anda sering menjadi kesal bila hal ini mengganggu kenikmatan bercinta. Anda harus cepat tanggap mengenai masalah yang satu ini. Perlu Anda ketahui bahwa penyebab kurangnya cairan lubrikasi di antaranya adalah stres, obat-obatan dan penggunaan alat kontrasepsi. Bila hal ini terjadi, maka Anda sebaiknya memperpanjang foreplay sambil melihat apakah Anda sudah siap untuk memulainya kembali. Jangan sampai Anda terinfeksi. Cara lain adalah menggunakan cairan pelumas dari bahan dasar air, atau tunda dulu penetrasi.
Kegiatan seks tidak akan berlangsung sama tiap kali dilakukan, masih banyak cara yang bisa dicoba. Karenanya, gunakan setiap kesempatan untuk bereksperimen dengan teknik baru. Pasti Anda akan lebih menikmatinya.
5. Terlalu terburu-buru.
Biasanya pria bila bercinta selalu melakukannya dengan menggebu-gebu dan memuaskan pasangannya. Tapi bila pria sudah mencapai orgasme, akan langsung berhenti lemas. Sementara itu sang wanita belum berkeringat sedikitpun, tapi tidak bisa berbuat dan berkata apa-apa padanya.
Untuk itu, anggap saja gairah cepatnya itu sebagai sanjungan kilat bagi Anda. Perlu diketahui bahwa ejakulasi prematur terjadi pada situasi-situasi tertentu dan biasanya terjadi pada orang yang baru pertama kali melakukan hubungan seksual.
Oleh karena itu, cara baik untuk menghadapinya adalah mengatakan pada pasangan bahwa Anda sudah cukup terangsang dan minta ia supaya terus melakukan/menyentuh Anda. Yang pasti, jangan membuatnya merasa bersalah, dan jangan pula Anda menjadi kesal karena gairah tidak kesampaian. Mintalah pasangan Anda menstimulasi dengan cara manual , dengan tangan ataupun mulutnya sampai Anda mencapai klimaks. Dengan begitu, ia akan merasa sudah menjalankan tugasnya dengan baik.
6. Berpura-pura mencapai klimaks.
Banyak orang yang masih sukar mencapai klimaks, sementara pasangannya sudah melakukan stimulasi sebaik mungkin pada daerah sensitifnya. Parahnya lagi, mereka seringkali tidak memberitahukan pasangannya dan pura-pura orgasme.
Tindakan seperti itu sangat salah. Anda tidak perlu pura-pura orgasme bila tidak benar-benar merasakannya. Bagi sebagian orang, terutama wanita, orgasme dirasakan tidak begitu penting lagi bila keduanya menikmati saat-saat peraduan mereka. Terutama sekali, ketika Anda tidak ingin masalah itu mengganggu saat bercinta. Atau takut pasangan Anda tersinggung.
Anda tidak perlu malu dan takut untuk mengatakan kepadanya. Dan bila minta dia melakukan cara lain seperti oral seks untuk membuat Anda orgasme. Katakanlah, “Saya ingin dicium di sebelah sini agak lama,” padanya. Tapi, jika cara ini tetap tidak membantu, maka bisikkan di telinganya bahwa Anda ingin melihatnya mencapai puncak. Buat aktivitas seks senikmat mungkin dengan melakukan penekanan-penekanan sesudahnya. Kegiatan itu semata-mata bukan untuk tujuan orgasmenya, tapi agar Anda jadi bisa lebih menikmati saat melakukannya dengan natural . Dan tanpa ada kewajiban mengantar Anda mencapai puncak.

KELEBIHAN DORONGAN SEKS APA AKIBAT NYA

BERITA KERINCI
Everybody like sex. Yup, bagi orang yang normal, seks memang sangat dinikmati. Tapi ingat, menikmati seks bukan berarti menjadikan Anda sex addict. Pasalnya, semua orang bisa saja menjadi seks addict loh! Termasuk wanita.
Penah mendengar cerita penyanyi rap peraih Grammy Award 2006, Kanye West? Ia mengaku sex addict. Segala sesuatu yang berbau pornografi ia sukai. Mulai dari selalu membawa video porno, majalah porno, ia pun mengaku selalu bercinta setiap malamnya, minimal empat kali sehari dan selalu diteruskan pada pagi hari. Wah, kacau!
Kecanduan seks biasa disebut Andromania, Cytheromania atau Hysteromania. Yang dimaksud sex addict di sini adalah suatu perilaku atau kebiasaan akibat dorongan seksual yang luar biasa intens. Atau terobsesi akan seks. Pikiran yang bersangkutan di dominasi oleh seks sehingga pekerjaan atau kehidupan sosial dan hubungan cintanya terganggu.
Menurut situs sexhelp.com, telah ditemukan bahwa sekitar 2-6 persen dari jumlah populasi penduduk dunia mengalami sex addict. Bisa jadi, dalam kenyataan jumlahnya jauh lebih besar mengingat para sex addict biasanya malu untuk mengakui keadaan dirinya dan tak punya keberanian mengunjungi dokter, psikolog untuk mencari bantuan. Alih-alih Sex addict secara cepat bisa berkembang dan menjadi masalah sosial di masyarakat.
Menurut Dr.Mulyadi Tedjapranata dari Medizone Clinic, setiap orang bisa saja menjadi sex addict. Tanpa memandang umur, pekerjaan dan jenis kelamin. Parahnya, ternyata sekitar 20 persen dari penderita ternyata merupakan wanita.
“Biasanya mereka baru mencari bantuan setelah penyakitnya bertambah serius dan out of control. Apalagi dengan adanya pelayanan di dunia maya dimana layanan jasa berbau seks semakin mudah didapat. Para ahli memperkirakan para penderita sex addict akan semakin bertambah jumlahnya,” ungkap dokter nan ramah ini saat berbincang dengan dengan hanyawanita.com.
Biasanya, seseorang yang sex addict bisa tercermin dari tindak tandunknya. Mulai dari tidak akan merasa puas dengan satu pasangan saja, terobsesi dengan materi yang berbau pornografi, hingga melakukan masturbasi secara berlebihan.
“Rasa ketagihan pada seks akan berpengaruh pada perilaku seksualnya dan akhirnya menimbulkan masalah pada kehidupan pribadi, sosial dan pekerjaannya,” lanjut Dr Mulyadi.
Dengan demikian, sudah bisa dipastikan bahwa sex addict merupakan kelainan. Sex addict merupakan aktivitas seksual yang dilanjutkan dengan hubungan seksual di luar kontrol. Sex addict dengan penikmat seks juga berbeda.
Sex addict sering kali tidak perduli jika dirinya dalam bahaya saat ingin melakukan aktivitas seksualnya. Sedangkan, penikmat seks masih menggunakan akal pikiran jika aksi seksualnya akan mendatangkan bahaya atau malu, baik pada dirinya ataupun pada pasangannya.

BENARKAH NGOBROL LEBIH BAIK DARI PADA ''ML''

BERITA KERINCI
Urusan kamar tidur pasangan berumah tangga, tidak melulu harus dipenuhi urusan ML. Survei membuktikan, ngobrol ternyata lebih baik ketimbang ngeseks. Oh ya?
“Perempuan biasanya lebih ceria setelah curhat dengan kawan mereka. Hormon endorfin yang Anda peroleh ketika berhubungan seks, juga bisa diperoleh ketika tertawa,” papar psikologis yang memimpin riset ini, Jenni Trent-Hughes.
“Tak ada yang lebih baik ketimbang bergosip dengan cara yang lama. Kawan sejati yang bisa diajak bicara dan berbagi, membuat perempuan merasa ringan. Baik di kepala maupun di hati,” lanjutnya.
Berdasarkan penelitian Trent-Hughes, 76% perempuan yang ia tanya mengaku ceria setelah menceritakan masalah kepada kawan mereka. Sementara 73% setuju ‘memperbarui’ gosip dan tertawa membuat mereka merasa rileks.
“Ini jelas, berkawan merupakan bagian dari tuntutan kehidupan modern. Ini sangat penting,” papar Trent-Hughes.
Kepercayaan kepada kawan itu bahkan membuat 55% perempuan mempercayakan sahabat mereka mencarikan teman kencan buta.
Kepercayaan sesama perempuan ini bahkan hingga mempengaruhi sejumlah keputusan penting dalam hidup mereka. Seperti 75% perempuan yang berkata mereka rela pindah kerja ke luar negeri jika sahabatnya mau ikut. Namun demikian, hanya 14% yang mau bekerja satu kantor dengan sahabat perempuannya.
“Mereka khawatir sahabat di kantor akan mengalihkan perhatian dan merusak hubungan persahabatan selama ini,” imbuhnya.
Dengan kata lain, lanjutnya, bertukar pikiran juga sebaik berhubungan seks.

TIDAK MOOD BUKAN JAWABAN TERBAIK UNTUK MENOLAK AJAKAN BERCINTA

BERITA KERINCI
ANDA sering menolak permintaan pasangan dengan alasan sedang tidak mood atau tidak ingin bercinta? Banyak lho laki-laki yang mengeluh penolakan istri saat diajak bercinta.
Cobalah kenali lagi, kapan Anda sangat ingin bercinta dan dalam suasana apa. Semoga dengan kiat ini acara bercinta Anda menjadi berwarna dan pasangan tidak cemberut lagi.
Berikut ini beberapa suasana yang layak dijadikan pendukung acara bercinta Anda:
Ovulasi
Wanita sangat mudah sekali “naik” saat masa ovulasi (pelepasan telur) tiba. Kira-kira dua pekan dari datang bulan terakhir adalah saat tepat untuk bercinta. Tapi bukan hal yang mudah jika Anda termasuk dalam kategori datang bulan tak teratur. Kenali tandanya. Jika si dia tampak lebih menawan dan seperti ada sensasi “listrik” saat bersinggungan dengannya mungkin ini saatnya.
Cemburu
Wanita selalu merasa terbakar jika mendengar pasangannya bermain api dengan wanita lain. Jadi, tak usah heran jika nafsu untuk duel dengan pasangan di ranjang makin memuncak saat Anda cemburu padanya!
Usai pertengkaran
Konsep “make up sex” bukanlah sebuah mitos. Berdebat sengit dengan pasangan kadang membuat Anda sangat marah sehingga jantung berdetak lebih cepat. Saat Anda berdua telah melepaskan semua beban yang mengganjal dada Anda, tak ada hal yang lebih baik selain meredakan amarah dengan merangkulnya, menciumnya penuh gairah, dan biarkan emosi Anda bermain.

Cinta jarak jauh memiliki potensi besar untuk meningkatkan gairah kehidupan seksual Anda. Berpisah dengan pasangan beberapa hari atau bahkan beberapa pekan membuat Anda dan pasangan saling merindukan satu sama lain. Jarak hanya menghubungkan Anda via komunikasi telepon, jadi saat Anda dan pasangan bertemu, luapan dan gairah cinta yang selama ini Anda pendam akan meledak. Bukan tak mungkin Anda akan mengalami percintaan yang benar-benar luar biasa.
Kreatif
Jika pasangan Anda adalah pribadi yang kreatif, misalnya senang berkreasi di dapur, coba minta dia untuk sesekali merayu dan melakukan seks yang berbeda dari seks rutin Anda. Rutinitas seks yang penuh sensasi itu bisa membuat hubungan menjadi lebih intim.

HATI-HATI INI '' FAKTA TENTANG MASTURBASI''


BERITA KERINCI
Untuk urusan masturbasi, tentunya Anda tak membutuhkan pendapat pakar mengenai nikmatnya praktik yang satu ini. Jika masih dalam batas kewajaran, masturbasi bisa bermanfaat sebagai obat insomnia dan stres yang ampuh dan natural.
Tapi, benarkah masturbasi sepenuhnya aman dan normal? Apakah masturbasi bisa memicu disfungsi seksual?
Anda berhak tahu mengenai fakta masturbasi yang banyak dibicarakan ahli. Berikut paparannya yang diungkapkan melalui situs askmen.com
1. Tak Ada Istilah ‘Abnormal’
Sebagian pria beranggapan bahwa masturbasi adalah satu hal yang abnormal. Namun para ahli masih kesulitan menentukan batasan normal dan abnormal jika dikaitkan dengan proses masturbasi, variasi, teknik dan frekuensi.
Martha Cornog penulis The Big Book of Masturbation menyatakan bahwa setiap pria memiliki cara tersendiri untuk bermasturbasi, entah menggunakan tangan, atau dengan seks sekalipun.
2. Tidak Sepenuhnya Aman
Meski masturbasi minim risiko penularan penyakit seksual jika dibandingkan dengan aktivitas seksual bersama pasangan, tapi masturbasi tidak sepenuhnya aman. Ada beberapa risiko yang mungkin disebabkan masturbasi:
  1. Aktivitas masturbasi dengan frekuensi tinggi bisa menyebabkan iritasi kulit pada Mr Dick.
  2. Masturbasi yang dilakukan dengan tergesa-gesa dan tidak berhati-hati bisa menyebabkan penile fracture (terjadi jika ereksi Mr Dick terbentur dengan benda keras)
  3. Gesekan dengan benda-benda keras berisiko menyebabkan trauma pada uretra.
3. Memperbaiki Kehidupan Seksual atau Justru Menghancurkannya?
Untuk alasan tertentu masturbasi membawa dampak positif bagi kehidupan seksual bersama pasangan. Dengan bermasturbasi seorang pria dapat mempelajari dan mengeksplorasi G-Spot dan berlatih mengontrol kemampuan ejakulasi.
Bahkan masturbasi bisa menjadi solusi sementara, ketika hubungan seksual bersama pasangan tidak mungkin dilakukan karena sakit, proses kelahiran atau bahkan ketika pasangan sedang tidak menginginkan hubungan seksual.
Tetapi dampak negatif yang mungkin ditimbulkan adalah hilangnya ketertarikan untuk melakukan hubungan seksual bersama pasangan. Meskipun demikian, Anda tak perlu khawatir, para ahli menegaskan jika hubungan Anda bersama pasangan baik-baik saja maka masturbasi tidak akan mengganggu kehidupan seksual Anda.
4. Masturbasi dengan Cara Tertentu Memicu Disfungsi Seksual
Para ahli memberi peringatan bagi pria yang terbiasa melakukan masturbasi dengan frekuensi gesekan yang sangat cepat, dan tidak mungkin jika dilakukan bersama pasangan, karena hal itu dapat memicu permasalahan ejakulasi.
Pria dengan pola masturbasi seperti itu dapat mengalami kesulitan ejakulasi jika melakukan aktivitas bersama pasangan, karenanya cobalah untuk melakukan masturbasi sewajarnya.
Capailah orgasme dan ejakulasi dengan cara-cara yang memungkinkan bisa dilakukan dengan hubungan seksual bersama pasangan (stimulasi organ seksual, oral, maupun tangan pasangan).
5. Tidak Terbukti Meningkatkan Risiko Kanker Prostat.
Hubungan antara masturbasi dan kanker prostat memang belum jelas. Sebuah studi di Australia pada 2003 (BJU International) mengemukakan bahwa ejakulasi pada usia muda akan mengurangi risiko kanker prostat. Namun hasil studi yang dipublikasikan The Journal Of The American Medical Association pada 2004 menyatakan bahwa frekuensi ejakulasi (termasuk hubungan seksual maupun masturbasi) tidak ada hubungannya dengan risiko kanker prostat.
Tapi berdasarkan hasil studi yang dipublikasikan BJU International pada Januari 2009 menyatakan bahwa frekuensi masturbasi pada pria muda (20–30 tahun) dapat meningkatkan risiko kanker prostat, namun sebaliknya bagi pria berumur 50 tahun ke atas.
Sementara hubungan seksual bersama pasangan, tidak akan menimbulkan efek pada risiko kanker. Teorinya bahwa pada pria berusia 50 tahun ke atas, masturbasi bermanfaat untuk membantu mengeluarkan cairan prostat yang kemungkinan besar mengandung sel kanker.

Gubernur Bali Tanam Ribuan Bibit Pohon Bambu

BERITA KERINCI

Gubernur Bali Tanam Ribuan Bibit Pohon Bambu
Amlapura
Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika, menanam 6.000 bibit pohon bambu dan cempaka di di Dusun Nangka, Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem.

Penanaman pohon itu dilakukan terkait hari Puspa dan Satwa Nasional Tahun 2010.

Selain Gubernur Bali, penanaman pohon tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat yakni Ketua DPRD Bali Cok Ratmadi, Wabup Karangasem Made Sukerana bersama unsur Muspida Karangasem dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemprop Bali.

Penanaman bibit pohon cempaka dilakukan di jaba pura penataran Dusun Nangka, Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem, sementara pohon bambu ditanam di sepanjang lereng bukit di dusun setempat.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika mengatakan, bambu yang ditanam tersebut merupakan bantuan dari John Hardy melalui PT. Karya Tangan Indah.

Ia mengatakan bambu dipilih untuk menghijaukan kawasan itu lantaran bambu dinilai memiliki banyak kelebihan yakni memiliki daya tangkap dan daya simpan airnya yang sangat besar.

Selain itu, kata Mangku Pastika bambu juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Dengan ditanamnya enam ribu bibit pohon bambu dan cempaka, Mangku Pastika mengajak semua warga untuk memelihara tanaman tersebut.

"Setengah dari bibit yang ditanam harus tumbuh, " katanya.

Selain melakukan penanaman pohon, Gubernur Mangku Pastika juga menyerahan bantuan senilai Rp. 5 juta untuk memelihara tanaman itu.

Menyinggung soal lingkungan Dusun Nangka yang kondisinya rusak akibat galian C, menurut Pastika, penambangan pasir yang terjadi selama ini berdampak buruk bagi lingkungan.

"Kerusakan yang kini terjadi dinilai perbuatan oknum yang tidak bertanggungjawab, " katanya.

Peneliti IPB Siap Debat dengan Greenpeace

BERITA KERINCI

Rabu, 10 November 2010 04:53 WIB |

Peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr Yanto Santosa mengajak Greenpeace melakukan debat terbuka untuk mengungkapkan kebenaran baik soal deforestasi, pembunuhan orangutan, Amdal, maupun soal lahan gambut.

"Kalau memang Greenpeace punya data yang berbeda, mari kita perjelas perbedaan itu," kata Yanto di Jakarta, Selasa, menanggapi kontroversi data kerusakan lingkungan di Indonesia.

Menurut Yanto, seluruh data yang dimilikinya berdasarkan hasil penelitian, sehingga pihaknya berani mempertanggungjawabkannya.

Yanto mengatakan adanya pertemuan antara dirinya sebagai peneliti dengan Greenpeace secara terbuka sangatlah diperlukan untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat bisa menilai, pihak mana yang bisa dipegang keakuratan datanya.

Dalam debat terbuka itu, lanjut Yanto, diharapkan akan ada titik temu, di mana letak perbedaan dan bagaimana menyamakannya. Sebab, hasil investigasi itu baru bisa dikatakan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya jika sudah ada hasil penelitian.

Ditanya soal tudingan yang menyatakan dua peneliti IPB sebagai antek-antek HPH, Yanto mengatakan dirinya tidak mau meladeni hal-hal yang bersifat pribadi.

"Kapasitas saya kan sebagai peneliti dan mengungkapkan hasil penelitian saya. Kalau dia bilang saya antek HPH, terserah dia. Orang kan bisa menilai, mana yang benar dan mana yang salah. Yang terpenting, saya bisa menjaga independensi saya sebagai ilmuwan," jelasnya.

Yanto juga mengatakan LSM memang dibutuhkan sebagai penyeimbang. Tapi suara-suara LSM yang dilontarkan ke publik itu harus didukung oleh data-data hasil penelitian dan jangan hanya data hasil investigasi saja.(*)

Walhi Usulkan Pemerintah Tetapkan Indonesia Darurat Ekologis

BERITA KERINCI
Walhi Usulkan Pemerintah Tetapkan Indonesia Darurat Ekologis
Banjarmasin
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) meminta pemerintah segera menetapkan Indonesia sebagai wilayah darurat ekologis mengantisipasi meluasnya bencana akibat kerusakan lingkungan.

Direktur Eksekutif Nasional Walhi, Berry N. Furqon, di Banjarmasin, Minggu, mengatakan, saat ini kerusakan alam akibat alih fungsi lahan cukup besar sehingga mengakibatkan terjadinya bencana banjir longsor dan lainnya di beberapa daerah di Indonesia.

Dengan demikian, kata dia, salah satu jalan untuk menyelamatkan kondisi lingkungan yang masih ada, penetapan Indonesia sebagai daerah darurat ekologis akan mempercepat upaya pemulihan kerusakan lingkungan.

"Melalui status darurat ekologis maka pemerintah lebih serius menangani kerusakan lingkungan melalui kebijakan dan program-program dinas terkait," katanya.

Bahkan, kata dia, sosialisasi tentang pentingnya lingkungan hendaknya juga lebih gencar sehingga perbaikan lingkungan tidak hanya pada tataran diskusi maupun seminar tetapi direalisasikan di lapangan.

Selain itu, kata Berry, Walhi juga meminta agar pemerintah segera melakukan moratorium izin tambang dan perkebunan sawit hingga kondisi lingkungan benar-benar tertata dan terlindungi.

Pemerintah, kata dia, tidak perlu menghentikan seluruh perusahaan tambang yang sudah terlanjur keluar izinnya tetapi pemerintah jangan menerbitkan izin baru.

Sedangkan untuk perusahaan yang sudah berjalan, kata dia, kalau memang sudah memenuhi kriteria peduli lingkungan tetap diperbolehkan beroperasi dan yang belum bisa dilakukan pembinaan.

Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta mengatakan, untuk melakukan moratorium izin tambang dan perkebunan perlu dilakukan kajian atau telaahan apakah izin yang ada melampaui kuota apa belum.

Kalau ternyata izinnya telah melampaui kuota, kata dia, maka mau tidak mau pemberian izin baru harus dihentikan.

Menurut Hatta, saat ini prosedur pengeluaran izin baru sudah dilakukan dengan cukup ketat termasuk izin alih fungsi lahan untuk pertambangan maupun perkebunan.

Bahkan, kata dia, kementerian lingkungan hidup juga menjadi salah satu penentu bisa tidaknya suatu perusahaan beroperasi didaerah bersangkutan.

"Kalau ternyata menteri lingkungan hidup tidak memberikan izin untuk dibuka suatu usaha pertambangan maka perusahaan tidak bisa beroperasi," katanya.

Erupsi Merapi Rusak 867 Hektare Hutan

BERITA KERINCI
Erupsi Merapi Rusak 867 Hektare Hutan
Yogyakarta  
  Erupsi Merapi merusak 867 hektare hutan di kawasan gunung ini yang berada di wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan total kerugian sekitar Rp33 miliar.

Dinas Kehutanan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkirakan 867 hektare hutan di kawasan Gunung Merapi di wilayah Kabupaten Sleman rusak akibat erupsi gunung itu, dan hutan seluas itu terdiri atas hutan negara di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), hutan rakyat, serta kebun rakyat, kata Sekretaris Dinas Kehutanan DIY Kardina, di Yogyakarta.

Menurut dia, hutan negara di kawasan TNGM Cangkringan yang mengalami kerusakan seluas 310 hektare dengan kerugian sekitar Rp17 miliar. Kawasan tersebut juga harus ditutup hingga waktu yang belum ditentukan.

"Erupsi Merapi yang terjadi sejak 26 Oktober 2010 juga menyebabkan migrasi satwa dan membakar sarang burung elang Jawa di kawasan itu," katanya.

Ia mengatakan di kawasan hutan seluas 310 hektare itu terdapat 247.520 jenis pohon yang mengalami kerusakan akibat terjangan awan panas dan material vulkanik yang disemburkan Gunung Merapi.

"Setiap hektare hutan memiliki 800 pohon yang terdiri atas pohon pinus, kina, dadap, tegakan manisrejo, kemlanding gunung, pakis, pesek, sowa, cemara gunung, akasia, dikaren, bintami, edelweis, dan berbagai jenis bambu," katanya.

Menurut Kardina, kerusakan akibat erupsi Merapi juga melanda hutan rakyat seluas 210 hektare. Hutan rakyat yang rusak terdapat di Kecamatan Umbulharjo, Kepuharjo, dan Glagaharjo, Cangkringan, dengan total kerugian sekitar Rp11 miliar. "Jenis pohon yang rusak di kawasan itu di antaranya akasia, sengon, mindi, dan berbagai jenis bambu," katanya.

Ia mengatakan erupsi Merapi juga merusak 347 hektare kebun rakyat di kawasan Cangkringan dan Pakem dengan total kerugian sekitar Rp5 miliar. Tanaman perkebunan yang rusak antara lain kopi, cengkeh, kelapa, dan lada. "Kerugian menjadi tanggung jawab UPT TNGM di bawah koordinasi Kementerian Kehutanan dengan menerapkan berbagai strategi," katanya.

Menurut dia, pemulihan kawasan tersebut akan dilakukan dengan menyusun rencana teknis 2011, penanaman hutan pada 2012-2014, pemeliharaan pertama pada 2013-2015, dan pemeliharaan kedua pada 2014-2016. "Upaya rehabilitasi kawasan itu akan dilakukan dengan mempertimbangkan dan melihat keadaan Merapi," katanya.

Sementara itu, menurut Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, penataan ruang yang mengintegrasikan kawasan rawan bencana perlu dilakukan, karena letusan Gunung Merapi telah merusak ekosistem alami yang ada.

"Kami akan memberi masukan mengenai hal itu kepada pihak terkait, sehingga bisa diimplementasikan," katanya di Posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (Jateng) menjadi menara air dan salah satu unsur dalam siklus hidrologi di kawasan tersebut.

"Oleh karena itu, sampah di lokasi pengungsian korban bencana letusan Gunung Merapi perlu dipilah dan diolah agar tidak mengganggu lingkungan pengungsian, terutama yang jumlah pengungsinya sangat banyak seperti di Gedung Youth Center dan Stadion Maguwoharjo, Sleman, DIY," katanya.

Ia mengatakan Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa (PPEJ) yang berpusat di Yogyakarta dan beberapa elemen masyarakat peduli sampah akan dilibatkan memilah, mencacah, dan mengolah sampah yang dihasilkan para pengungsi Merapi.

Pemilahan sampah, menurut dia dilakukan untuk memisahkan sampah organik dan nonorganik. Sampah organik diolah menjadi kompos, sedangkan sampah nonorganik seperti plastik bisa dijadikan bahan kerajinan kreatif seperti tas dan dompet.

"Para petugas dibantu relawan akan memilah dan mengolah sampah yang ada di lokasi pengungsian agar tidak ada penumpukan yang dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan," katanya.



Korban meninggal 97 orang

Korban meninggal dunia akibat letusan Gunung Merapi yang berada di Rumah Sakit (RS) Dr Sardjito Yogyakata pada Senin bertambah sembilan orang, sehingga total korban yang meninggal menjadi 97 orang.

"Pagi ini, kami menerima enam jenasah dari hasil evakuasi Cangkringan yaitu lima jenasah dari Dusun Plumbon dan satu jenasah dari Dusun Glagahsari ditambah tiga jenasah dari perawatan bangsal," kata Kepala Bagian Hukum dan Humas RS Dr Sardjito Trisno Heru Nugroho, di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, ketiga korban yang meninggal dunia setelah perawatan bangsal tersebut berasal dari ICU satu orang, instalasi rawat inap satu orang dan dari perawatan ICCU satu orang.

RS Dr Sardjito kini masih merawat 29 orang korban luka bakar dan 74 orang yang menjalani perawatan nonluka bakar, sehingga total pasien yang masih dirawat di rumah sakit rujukan tersebut berjumlah 103 orang.

Pada Minggu (7/11), tim forensik RS Dr Sardjito dibantu tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda DIY telah berhasil melakukan identifikasi secara penuh terhadap 48 dari 88 jenasah yang diterima rumah sakit tersebut.

Ia mengatakan tim forensik RS Dr Sardjito akan mengidentifikasi terhadap korban yang baru ditemukan tersebut.

Pada Minggu (7/11), Instalasi Kedokteran Forensik RS Dr Sardjito telah mengeluarkan 77 jenasah, 64 jenasah dikubur masaal di Margodadi Sayegan Sleman dan 13 jenasah dikebumikan oleh masing-masing keluarganya.

Sementara itu, puluhan balita yang ditampung di tempat pengungsian khusus ibu hamil dan balita di Pusat Pengungsian Bencana Letusan Gunung Merapi di Stadion Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, mulai terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Sekitar 20 dari 250 balita yang ditampung di sini mulai terserang insfeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dengan gejala batuk dan pilek," kata relawan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Siswanto, di Stadion Maguwoharjo, Senin.

Menurut dia, penyebab terserangnya balita tersebut diduga kuat karena kebanyakan mereka tidur hanya beralas tikar karena jumlah kasur yang ada terbatas.

"Jumlah balita yang sakit paling banyak memang pada hari pertama mereka tiba di stadion, Jumat (5/11). Setelah itu tiap hari berkisar antara 20 hingga 30 anak yang sakit, dan mayoritas terserang ISPA, dan batuk-pilek," katanya.

Ia mengatakan ibu hamil dan balita sendiri ditempatkan dalam ruang terpisah yang berjumlah empat ruang di sis barat Stadion Maguwoharjo. "Sekilas ruang itu sudah cukup aman karena tertutup dibandingkan dengan pengungsi lain yang berada di ruang terbuka, tetapi meski tertutup tidurnya masih banyak yang hanya beralas tikar, dan itu kurang baik karena masih dingin," katanya.

Siswanto mengatakan cuaca saat ini yang tidak menentu sehingga sering turun hujan deras, juga mengakibatkan anak-anak dan balita mudah terserang penyakit. "Minimal untuk balita tidurnya harus beralas kasur," katanya.

Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Iwan yang menangani logistik ibu dan bayi di Stadion Maguwoharjo mengatakan balita usia 0 hingga 24 bulan sangat membutuhkan kasur.

"Jumlah balita sebanyak 250 anak, namun belum ada setengahnya yang mendapatkan kasur untuk alas tidur. Biasanya bantuan seperti kasur itu datang langsung ke posko logistik utama, sehingga sering keduluan pengungsi lain yang sebenarnya kurang membutuhkan kasur dibandingkan dengan balita. Kami berharap jika ada bantuan kasur, langsung saja ke posko balita dan anak yang membutuhkan," katanya.



Alami gangguan kejiwaan

Puluhan pengungsi Merapi di Stadion Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, mulai mengalami gangguan kejiwaan, karena kehilangan harta benda maupun anggota keluarganya yang meninggal.

"Sejak hari pertama pengungsian di Stadion Maguwoharjo, Jumat dini hari (5/11) sampai saat ini jumlah pengungsi yang mengalami gangguan kejiwaan sebanyak 60 orang dan 26 di antaranya adalah penderita `psicotic residual` atau sebelumnya pernah menderita dan kambuh akibat bencana," kata petugas kesehatan di Posko Dinas Kesehatan Stadion Maguwoharjo Ety Mutia, Senin.

Menurut dia, gangguan kejiwaan itu tidak hanya menimpa pengungsi lanjut usia (lansia), namun juga orang dewasa. "Gejala gangguan jiwa ini stres berat dengan berbagai tanda seperti frustasi, cemas, panik, histeris, dan depresi," katanya.

Ia mengatakan untuk penanganan penderita gangguan kejiwaan itu ditangani melalui dua cara, yakni terapi disertai pemberian obat atau dirujuk ke RSUP Dr Sardjito maupun Panti Sosial. "Sampai hari ini pengungsi yang mengalami ganguan kejiwaan yang dirujuk keluar posko kesehatan pengungsi sebanyak 26 orang," katanya.

Ety mengatakan masalah gangguan kejiwaan pengungsi saat ini menjadi tengah perhatian utama karena beban yang dialami setelah terjadinya bencana letusan Gunung Merapi.

"Pengungsi ini rentan mengalami gangguan jiwa, karena mereka tidak bisa merasa tenang setelah rumah dan harta benda mereka ludes akibat bencana Merapi," katanya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, siap menampung anak-anak usia sekolah yang mengungsi untuk memperoleh pendidikan.

"Kami siap menampung dan memberikan fasilitas pendidikan gratis bagi pengungsi yang masih sekolah untuk memperoleh pelajaran agar tidak semakin ketinggalan pelajaran," kata Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal, Bantul, Masharun Ghazalie di Bantul, Senin.

Menurut dia, letusan Gunung Merapi beberapa waktu lalu membuat sejumlah warga Kabupaten Sleman di antaranya anak-anak mengungsi ke tempat yang dinyatakan lebih aman dari bahaya Merapi, termasuk ke Kabupaten Bantul.

"Pengungsi yang masih usia sekolah entah dari warga Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta maupun warga Bantul yang bersekolah di Sleman, tidak akan dibeda-bedakan, dan kami siap menampung untuk difasilitasi," katanya.

Masharun mengatakan pihaknya sangat menaruh perhatian terhadap anak usia sekolah yang tidak dapat melanjutkan sekolah, karena tempat sekolah mereka rusak maupun tidak digunakan karena berada dalam daerah tidak aman.

"Kami akan menampung dengan sukarela, tidak perlu membayar mengingat kondisi darurat, karena bagaimanapun juga nasib pendidikan anak-anak harus terus diupayakan demi masa depan mereka," katanya.

Ia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah dewan sekolah yang ada agar sekolah yang berada di dekat lokasi pengungsian dapat membuka posko di sekolah dan menerima pengungsi dengan baik.

"Dengan harapan pengungsi yang masih anak usia sekolah tidak lagi kesulitan mendapatkan hak hak dalam memperoleh pendidikan, dan mereka bisa menunjukkan identitas atau kartu pelajar," katanya.

Masharun mengatakan, selain itu itu pihaknya juga telah mengimbau kepada sejumlah penanggung jawab posko pengungsian yang ada di daerah ini agar dapat mendata pengungsi yang masih dalam usia sekolah.

"Mengenai permasalahan seragam kami akan serahkan kepada pihak sekolah masing-masing, namun kami tetap menghimbau agar anak didik nantinya tidak dibeda-bedakan," katanya.



Program edukatif

Para pengungsi korban bencana erupsi Gunung Merapi yang mengungsi di Gedung Olah Raga (GOR) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mendapatkan program edukatif untuk mengisi waktu luang selama di pengungsian.

"Di GOR UNY selain disediakan televisi berukuran besar, juga dipasang layar lebar untuk pemutaran film edukatif bagi para pengungsi terutama anak-anak," kata Pembantu Rektor I UNY Nurfina Aznam, di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, untuk anak usia dini dan SD mendapatkan program edukatif yang meliputi senam massal, belajar bersama, permainan edukatif, keterampilan tangan, kesenian, kerohanian, dan dongeng.

Untuk usia siswa SMP dan SMA berupa senam massal, pijat olahraga, kerohanian, belajar kelompok, dan pengenalan fakultas yang ada di UNY. Untuk dewasa dan lansia diisi dengan kegiatan senam massal, pijat olahraga, periksa kesehatan, "low game", kesenian, dan kerohanian.

"Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengisi waktu luang selama di pengungsian, meringankan atau mengalihkan beban psikis karena sedang dilanda bencana, dan menambah pengetahuan bagi anak-anak," katanya.

Seorang relawan Danar mengatakan, anak-anak sangat menggemari permainan edukatif yang diberikan oleh para relawan. Salah satunya adalah permainan origami atau lipat kertas.

Bahkan, menurut dia, beberapa mahasiswa asing UNY juga ikut berpartisipasi memberikan hiburan kepada anak-anak dengan bermain permainan edukatif. Mereka antara lain berasal dari India, Srilanka, dan Thailand.

"Relawan dari luar UNY yang mau berpartisipasi dalam memberikan permainan edukatif bagi anak-anak pengungsi silakan datang dan mendaftar. Pelaksanaannya nanti bisa diatur karena jadwal yang sekarang dibuat cukup fleksibel," katanya.

Seorang anak yang mengikuti program edukatif, Dhona mengatakan, dirinya senang dengan permainan yang ada. "Saya senang di sini karena ada permainan dan banyak teman," katanya.

Pengungsi di GOR UNY berjumlah 650 orang yang sebagian besar berasal dari Pakem, Sleman, DIY. Mereka berada di tempat pengungsian tersebut sejak Jumat (5/11) lalu.

Sementara itu, tiga kecamatan di Kabupaten Sleman yang wilayahnya mengalami kerusakan terparah akibat letusan Merapi yaitu Turi, Pakem, dan Cangkringan membuka layanan kemasyarakatan darurat.

Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, di Sleman, Senin, mengatakan, ada tiga kecamatan yang wilayahnya mengalami kerusakan terparah akibat letusan Gunung Merapi yaitu Turi, Pakem dan Kecamatan Cangkringan. "Untuk melayani keperluan administrasi masyarakat, maka di tiga kecamatan itu dibuka layanan darurat," katanya.

Menurut dia, tiga kecamatan tersebut termasuk kawasan rawan bahaya (KRB) bencana Merapi, sehingga seluruh warga masyarakat dan kantor pemerintahan harus mengungsi. "Kegiatan pemerintahan mulai tingkat kecamatan hingga desa bisa dikatakan lumpuh, karena di wilayah itu sudah kosong," kata Yuni di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Ia mengatakan untuk melayani urusan administrasi masyarakat, dan surat menyurat, warga bisa dilayani di pos utama di Stadion Maguwoharjo khususnya Kecamatan Cangkringan dan Pakem, sedangkan Kecamatan Turi di lingkungan kantor Pemerintah Kabupaten Sleman.

"Sebenarnya kami ingin kegiatan pemerintahan dipusatkan di posko utama Stadion Maguwoharjo, tetapi karena kebanyakan warga Turi mengungsi di lingkungan kantor Pemkab Sleman, akhirnya kegiatan pemerintahan Kecamatan Turi dilakukan di lingkungan kantor pemkab," katanya.

Camat Pakem Budiharjo mengatakan pelayanan pemerintahan masih bisa dilakukan seperti biasa di posko utama di Stadion Maguwoharjo. "Kalau surat menyurat tidak ada masalah, kecuali pembuatan kartu tanda penduduk (KTP), karena semua peralatannya ada di kantor kecamatan. Namun, jika dibutuhkan, akan saya buatkan surat keterangan penduduk," katanya.

Sedangkan Camat Turi Susmiarto mengatakan pihaknya sudah memerintahkan semua kepala desa untuk tetap siaga dengan cara membuka posko. "Harapannya, jika ada warga masyarakat yang memerlukan surat keterangan, bisa terlayani dengan baik. Mulai hari ini semua kegiatan pemerintah sudah jalan, meskipun keadaannya darurat," katanya.



Rp100 miliar untuk beli sapi

Pemerintah akan menyiapkan Rp100 miliar dari dana penanggulangan bencana untuk pembelian sapi dan kerbau milik masyarakat yang saat ini berada di pengungsian akibat letusan Gunung Merapi.

"Peternak yang kini berada di pengungsian dibebaskan untuk menjual atau merawat sapi dan kerbau mereka. Dana yang disiapkan pemerintah sebesar Rp100 miliar," kata Menteri Pertanian Suswono usai menggelar rapat di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, penyiapan dana tersebut menunjukkan pemerintah sangat sungguh-sungguh untuk bisa mencegah agar pengungsi tidak lagi memasuki radius bahaya hanya untuk mengurus ternak sapi atau kerbau yang menjadi mata pencarian utama mereka.

Seluruh pengungsi yang memiliki sapi atau kerbau, lanjut dia, akan dilarang secara tegas untuk masuk ke radius berbahaya sehingga pemerintah akan melakukan evakuasi terhadap hewan-hewan ternak tersebut.

Pemerintah telah menyiapkan setidaknya 19 lokasi evakuasi sapi dan kerbau agar pengungsi tidak perlu lagi masuk ke daerah berbahaya hanya untuk memberi makan hewan ternak tersebut.

"Setelah berada di lokasi evakuasi, peternak yang ikut mengungsi akan dipertemukan dengan sapi mereka dan didata. Jika ingin menjual, pemerintah akan membelinya, tetapi jika tidak ingin menjual, maka pemerintah akan membantu dalam kebutuhan pakan sapi," katanya.

Keputusan untuk tidak langsung membeli sapi-sapi milik peternak tersebut, lanjut dia, disebabkan karena sebagian besar peternak masih menginginkan untuk memelihara sapi dan kerbau milik mereka.

Berdasarkan data hingga Minggu (7/11), jumlah sapi milik peternak yang masih berada di radius 20 km adalah 61.884 ekor yang terdiri dari 3.125 ekor di Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang 20.516 ekor, Kabupaten Klaten 9.838 ekor, dan Kabupaten Boyolali 28.405 ekor.

Pemerintah juga telah menetapkan sejumlah kriteria pembelian sapi atau kerbau, yaitu sapi potong jantan dihargai Rp22 ribu per kilogram bobot hidup, sapi betina tidak bunting dan tidak laktasi Rp20.000 per kg, sapi laktasi Rp10 juta per ekor, sapi bunting Rp9 juta per ekor, sapi dara Rp7 juta, dan anak sapi Rp5 juta.

"Sementara untuk sapi atau kerbau yang mati karena terkena letusan Merapi akan dipikirkan lebih lanjut untuk penggantiannya, tetapi akan tetap didata," katanya yang menyatakan ada 421 ekor sapi mati akibat letusan Merapi.

Jenis hewan ternak lain seperti kambing dan unggas, lanjut dia, memang belum akan diganti, tetapi kemungkinan untuk penggantian tetap dilakukan.

Pemerintah menentukan harga sapi milik warga korban bencana erupsi Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (Jateng) mulai dari Rp5 juta hingga Rp10 juta per ekor, kata Menteri Pertanian Suswono.

"Penentuan harga sapi hidup itu berdasarkan beberapa kriteria, di antaranya jenis kelamin dan ukuran. Jika para pemilik sapi bersedia, pemerintah akan membelinya," katanya di Pusat Informasi Pengembangan Permukiman dan Bangunan (PIP2B) Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, pemerintah juga akan membeli anak sapi (pedhet) dengan harga Rp5 juta, sapi jantan potong dibeli berdasarkan berat badan seharga

Rp22 ribu per kilogram, sapi betina yang tidak laktasi (tidak menghasilkan susu) dibeli Rp20 ribu per kilogram.

Sapi yang sedang memproduksi laktasi (menghasilkan susu) dibeli Rp10 juta per ekor, sapi dara yang bunting dihargai Rp9 juta, dan sapi dara tindak bunting Rp7 juta per ekor.

Ia mengatakan sapi yang telah dibeli pemerintah akan disalurkan ke daerah lain yang aman dari bahaya. Namun, perincian kebijakan tersebut diserahkan kepada pemerintah daerah untuik menanganinya.

"Sapi yang dibeli pemerintah itu akan disalurkan kepada peternak di luar daerah berbahaya sebagai bantuan sosial (bansos). Dinas di tingkat provinsi baik di DIY maupun Jateng yang berwenang mengatur pendistribusian sapi bansos tersebut," katanya.

Menurut dia, ada hal yang lebih penting dari sekadar membeli sapi milik warna, yakni mengenai kepastian pakan ternak. Para peternak banyak mengkhawatirkan nasib sapi mereka yang ditinggal mengungsi.

"Hasil pengamatan lapangan selama ini menunjukkan warga pemilik sapi ternyata lebih menginginkan kepastian pakan ternak. Mereka sering pulang ketika mengungsi itu karena ingin memberi makan ternak untuk memastikan ternaknya sehat," katanya.



Identifikasi ternak satu pekan

Proses identifikasi ternak yang berada di radius 20 kilometer dari puncak Gunung Merapi ditargetkan selesai dalam waktu satu pekan. "Mulai besok, tim kami akan bekerja untuk penanganan hewan ternak khususnya sapi dan kerbau yang masih ada di radius 20 kilometer, dan diharapkan proses identifikasi selesai dalam waktu satu pekan," kata Menteri Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono di Posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, proses identifikasi tersebut harus tetap dilakukan meski dalam kondisi tanggap darurat, agar akuntabilitas dan transparansi penanganan hewan ternak tetap terjaga.

Ia mengatakan pemerintah serius dalam menangani hewan ternak sapi dan kerbau milik pengungsi atau masyarakat yang berada di radius 20 kilometer dari puncak Gunung Merapi, agar masyarakat yang berada di pengungsian tidak mengkhawatirkan hewan ternak mereka.

Setelah proses identifikasi selesai dilakukan, pemerintah akan melakukan upaya evakuasi terhadap seluruh hewan ternak agar tidak lagi berada di radius yang tidak aman.

Jumlah sementara sapi dan kerbau yang berada di radius 20 km dari puncak Gunung Merapi sebanyak 61.884 ekor, yang terdiri atas 3.125 ekor di Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang 20.516 ekor, Kabupaten Klaten 9.838 ekor, dan Kabupaten Boyolali 28.405 ekor.

Sebanyak 19 lokasi penampungan sapi dan kerbau yang tersebar di empat kabupaten, yaitu Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten telah disiapkan pemerintah untuk menampung sapi milik peternak yang berada di radius berbahaya.

Setelah dilakukan evakuasi, lanjut dia, pemerintah akan melakukan eksekusi pembelian dengan harga yang pantas disertai surat administrasi yang lengkap terhadap hewan-hewan ternak tersebut.

"Tetapi, pembelian hanya akan dilakukan apabila memang masyarakat berkehendak menjualnya. Jika mereka berkeinginan untuk memeliharanya, kami akan membantu logistiknya," katanya.

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akan melakukan pengawasan terhadap proses pembelian ternak yang dilakukan pemerintah tersebut.

Agung Laksono mengatakan dalam penanganan bencana letusan Gunung Merapi tersebut, terdapat tiga aspek yang menjadi fokus utama yaitu pemantauan aktivitas seismik Gunung Merapi, penanganan pengungsi dan penanganan terhadap ternak milik pengungsi.

Selain itu, ia mengatakan saat ini pemerintah masih bisa menanggulangi seluruh kebutuhan masyarakat selama masa tanggap bencana letusan Gunung Merapi. "Jika ada yang kekurangan yang dirasakan masyarakat, itu hanya soal waktu, karena akan bisa dipenuhi sesudahnya," katanya.

Kawasan pengungsian yang tersebar di 220 lokasi, kata dia juga berpengaruh terhadap distribusi bantuan, sehingga sebaiknya jumlah lokasi ersebut diredistribusi.

Menurut dia, pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp150 miliar untuk dana tanggap darurat di Wassior, Mentawai, dan di kawasan Gunung Merapi.



Dibawa ke Gunung Kidul

Sebanyak 24 ekor sapi ikut dibawa pengungsi ke Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan ditempatkan di rumah warga yang dijadikan tempat mengungsi di wilayah Kecamatan Panggang dan Patuk.

"Sejumlah sapi tersebut kemudian diperiksa kesehatannya oleh pemerintah kecamatan setempat bekerjasama dengan Pusat Kesehatan Hewan Gunung Kidul," kata Camat Panggang Bambang Purwanto, Senin.

Dalam rapat koordinasi dengan Satuan Tugas Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana Pemkab Gunung Kidul, di Wonosari, ia mengatakan pengungsi yang berada di Kecamatan Panggang membawa serta ternak sapinya sebanyak 19 ekor dan kami bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknsi (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Panggang untuk memeriksa kesehatan ternak-ternak tersebut.

Ia mengatakan sejumlah ternak sapi yang dibawa pengungsi tersebut juga dilakukan pemeriksaan kesehatan dengan mendatangkan dokter hewan dari UPT Puskeswan Panggang.

"Kami juga memeriksa kesehatan hewan yang dibawa pengungsi letusan Gunung Merapi bekerjasama dengan UPT Puskewan Panggang karena salah satu sapi yang dibawa tersebut mati di tempat pengungsian salah satu rumah warga di Dusun Temu Ireng, Desa Girisuko, Panggang," katanya.

Menurut dia, ternak sapi yang merupakan jenis sapi perah tersebut kondisinya dalam keadaan kelaparan karena selama empat hari kekurangan makan.

Bambang mengatakan pengungsi yang berada di wilayahnya ada sebanyak 78 orang yang menempati rumah warga di dua lokasi. "Pengungsi yang masuk ke Kecamatan Panggang saat ini berada di Desa Giriusko dan Giri Asri, yang semuanya 78 orang dengan rincian laki-laki 41 orang dan perempuan 37 orang, berasal dari Kabupaten Sleman (DIY), dan Magelang (Jateng)," katanya.

Sementara itu, Camat Patuk Budi Hartono mengatakan sapi yang dibawa pengungsi yang masuk ke wilayahnya lima ekor, dan saat ini sudah dijual.

"Pengungsi ada yang membawa lima ekor sapi, namun saat ini sudah dijual di Pasar Hewan Gunung Kidul," katanya.

Sementara itu, warga Desa Temuireng, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul Suyadi ketika dihubungi mengatakan pengungsi yang datang pada Minggu (7/11) siang dengan menggunakan empat truk tersebut, membawa serta sapi perah dan dititipkan di rumah warga setempat.

"Sapi-sapi tersebut dititipkan di kandang ternak milik warga sekitar, dan pada siang hari diikat di pinggir lapangan Desa Temu Ireng," katanya.
(U.E013*V001*B015*ANT-068*ANT-160/M008/P003)

Burung-burung Asli Merapi Terancam Punah

BERITA KERINCI
Burung-burung Asli Merapi Terancam Punah
Seekor burung merak/ilustrasi.
Sejumlah spesies burung asli penghuni Gunung Merapi terancam punah akibat erupsi gunung tersebut sejak 26 Oktober, kata pakar satwa burung LIPI, Dr Dewi M Prawiradilaga di Bogor, Selasa.

Menurut Dewi, tidak mustahil erupsi tersebut berdampak pada kepunahan banyak jenis burung khususnya burung yang hidup dipermukaan tanah dan semak-semak.

"Karena kemampuan terbang mereka terbatas yaitu hanya mampu terbang dalam jarak pendek dan tidak tinggi.," katanya.

Lain halnya dengan burung-burung yang menghuni tajuk pohon dan mampu terbang jauh serta tinggi, mereka dapat menghindar dari letusan Gunung Merapi.

Dia mengungkapkan, sebelum erupsi besar yang terjadi tahun ini, kawasan Merapi dihuni oleh sekitar 152 jenis burung.

"Sekitar 22 jenis burung di antaranya, atau kurang lebih 14 persen jumlah jenis total disana merupakan jenis burung asli Pulau Jawa atau endemik dan tidak dijumpai dipulau atau tempat lain," katanya.

Jumlah jenis endemik tersebut cukup tinggi karena sekitar 70 persen dari total jenis endemik Pulau Jawa yaitu 34 jenis.

Burung endemik Jawa yang menghuni Merapi antara lain Elang Jawa (Spizaetus bartelsi Stresemann, 1924), satwa langka yang terancam punah yang dilindungi KEPPRES No. 4 tahun 1993 dan PP No.7 tahun 1999.

Jenis burung endemik lainnya penghuni Merapi yang sudah dilindungi PP No. 7 tahun 1999 adalah Berencet wergan (Alcippe pyrrhoptera, burung poksai kuda, Opior Jawa Lophozosterops javanicus, Takur tohtor Megalaima armillaris Temminck.

Kemudian , Takur bututut Megalaima corvina Temminck, Tulung tumpuk Megalaima javensis Horsfield, Kipasan bukit Rhipidura euryura, Kipasan ekor merah Rhipidura phoenicura, Tepus dada putih Stachyris grammiceps dan Tepus pipi perak Stachyris melanothorax.

Dewi mengatakan, Gunung Merapi merupakan salah satu lokasi penting tujuan pengamatan burung di Yogyakarta oleh Paguyuban Pengamat Burung Yogya.

Paguyuban Pengamat Burung Jogja tersebut telah mencatat kehadiran ratusan ekor elang bermigrasi yang sudah datang di kawasan Merapi. Tetapi setelah erupsi yang besar, tidak terlihat di sekitar kawasan. Kemungkinan para pengunjung tersebut pergi ke lokasi hutan yang lain untuk menghindari bahaya dari erupsi.

"Kemungkinan burung-burung tersebut pergi ke lokasi hutan yang lain untuk menghindari bahaya dari erupsi. Namun sulit untuk melacak kemana mereka perginya secara pasti apabila kita tidak menandai atau memasangkan transmitter ditubuhnya," katanya.

Secara alami, tambahnya, burung memiliki instink untuk menghindari bahaya yang mengancam seperti bencana alam.

"Interaksi mereka dengan alam atau habitatnya sangat kuat. Mereka memiliki suara yang bisa menyampaikan pesan kepada kelompoknya apabila kondisi bahaya. Perilaku atau gerak tubuhnya pun dapat mencerminkan situasi saat itu," katanya.