Laman

Jumat, 29 Oktober 2010

TNKS DAN PIDATO ANAK KECIL DI RUANG SIDANG PBB YANG MEMBUAT HENING

Berita Kerinci

Pidato seorang anak kecil berusia 12 tahun yang membuat RUANG SIDANG PBB hening

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki, seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s Organization ( ECO ).ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah lingkungan. Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka. Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun. Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)
Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja. Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang. Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar. Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar. Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara. Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya. Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya. Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang? Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya! Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah. Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA! Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi - dan anda semua adalah anak dari seseorang. Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut. Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama. Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan. Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi. Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi. Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: ” Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang ” . Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah? Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India . Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini. Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut? Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda melakukan hal ini – kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, ” Semuanya akan baik-baik saja , ‘kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya.” Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”. Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut. Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

JALAN KERINCI-BANGKO SAAT PENGERJAAN PELEBARAN JALAN

Berita Kerinci

"Gilo.. parah nian, sakit palak aku kejedut atap mmobil... benjol ndak yo..???, Sorry ndak nampak pulo lobang tuch. kiroi ratolah.... heee heeee....... " itu sekelumit celotehan kami waktu ngerasoi dewek parahnyo jalan Bangko-- Kerinci.
Gambar perbaikan dan pelebaran jalan ini aku ambek waktu bulan Desember 2009 waktu nak menghadiri kawan yg nak belah duren di Kerinci....
Banyak masyarakat yg mengeluhkan kondisi jalan Provinsi ini, saling lempar tanggung jawab suatu yg biasa kita baca di surat kabar harian daerah, tanpa ada tindakan nyatadari pihak terkait... ujung-ujungnyamasyarakat yg dibuat bingung dan sengsara, kegiatan perekonomian warga jadi terhambat.
Masalah ini bukan masalah baru, bertahun-tahun kondisi ini terjadi terus-menerus, padahal jalan ini satu-satunya akses masyarakat kerinci untuk berhubungan dengan daerah lain di provinsi Jambi.. " Kalo kayak gini terus elok nian ngikut padang balek bee " kata salah satu kawan yg asli kerinci, "atau bikin bee Provinsi dewek" melanjutkan... Memang kondisi ini membuat sebagian masyarakat Kerinci merasa di anak tirikan, dan berakibat timbulnya ketidak puasan dan kegeraman terhadap para pemimpinnya..... Dengan kerusakan yg sedemikian parah ini pasokkan hasil bumi lebih banyak di jual ke Sumbar krn lebih mudah dan dekat jaraknya.... akibatnya langsung terasa harga sayur-mayur, cabe, kentang langsung melonjak di kota Jambi... "Kalo kayak gini terus kapan kito nak nyicip Nikmatnya Dunia dari " Bumi Sakti Alam Kerinci "... Semoga menjadi perenungan..

VALIDASI DAN VERIFIKASI TENAGA HONORER BIKIN CEMAS TAKUT TIDAK MASUK DALAM DATABASE 2010 YANG BELUM MASUK MASIH ADA PELUANG

Berita Kerinci Terancam Tak Lolos, Honorer Cemas

Sejak beberapa hari terakhir, sebanyak 321 tenaga honorer di Pemkab Merangin, mengaku cemas. Kecemasan yang dirasakan dilatarbelakangi kehadiran tim Badan Kepegawaian Nasional (BKN) RI, yang melakukan validasi dan verifikasi data honorer untuk masuk database 2010.

LIMA tahun sudah pengabdian yang dilakukan 321 tenaga honor di Pemkab Merangin. Itu bukan waktu yang singkat. Keseriusan mereka menjadi abdi negara, rasanya sudah tidak diragukan lagi.

Kehadiran tim validasi dan verifikasi data honorer ke Bumi Merangin sejak 25-1 November mendatang, membuat para tenaga honorer harap-harap cemas. Cemas lantaran khawatir hasil validasi dan verifikasi data yang tengah dilakukan tim BKN tersebut, menyeret salah satu nama tenaga honorer termasuk golongan yang tidak cukup syarat. Meski hasil pendataan BKD Merangin sudah dilakukan.

Berharap, lantaran karena selangkah lagi, jika saja nama para tenaga honorer tersebut dinyatakan lolos, maka status PNS bisa jadi sudah di tangan.

Seperti diungkap tenaga honorer Pemkab Merangin berinisial JK. Kepada Jambi Independent, honorer Pemkab Merangin yang dikenal lantaran senyumnya yang khas itu, mengaku sejak kehadiran tim validasi data dan verifikasi dari BKN pusat, dia tak konsentrasi bekerja.

”Cemas Pak, iya itu tadi, karena sesuai perintah pihak BKD, jika tidak ada kerja di kantor, setiap hari hingga berakhirnya verifikasi, kami harus berkumpul di kantor Bupati Merangin. Khawatir berkas kita ada yang kurang saat diverifikasi,” akunya, kemarin, di kantor Bupati Merangin tempat lokasi validasi dan verifikasi data dilakukan.

Diakui JK, kabar terakhir yang diterima pihaknya dari hasil verifikasi tim pusat sementara, tercatat enam nama honorer golongan I termasuk dirinya, belakangan diketahui tidak cukup syarat secara umum. “Sesuai ketentuan dan syarat yang berlaku, saat masuk database 2005 lalu, umur kita harus 19 tahun per 1 Januari 2005 (lulusan setara SMA, red). Nah, umur saya lebih satu bulan saat itu dari syarat yang telah ditentukan,” ujarnya, gugup.

Tapi bicara lama pengabdian sebagai honorer, dia mengaku sudah tercatat sebagai tenaga honorer sejak 2004 lalu tanpa putus hingga saat ini. “Terkait sedikit kelebihan umur dari syarat yang telah ditentukan, saya harap ada kebijakan tersendiri dari tim verifikasi pusat. Karena inilah harapan terakhir saya untuk dapat masuk sebagai abdi negara. Jadi wajar kalau saya cukup cemas,” beber JK.

Diakui JK, persoalan sedikit terjadinya kelebihan umur ini juga dirasakan lima honorer lain. “Jika hanya status umur yang sedikit kurang Pemkab Merangin tidak mampu memperjuangkannya, itu sama saja namanya kemarau satu tahun, dibalas hujan satu hari. Sia-sia saja pengorbanan kami selama ini sebagai honorer Pemkab Merangin,” akunya, lirih.

Sementara itu, Kepala BKD Merangin Suhaibi melalui Kabid Mutasi dan Pengangkatan Satria Efendi mengaku, sejauh ini, persoalan umur yang kurang, masuk dalam syarat mutlak. “Enam honorer yang sejauh ini tercatat tidak cukup syarat umur, kita tidak tahu apakah bisa tertolong atau tidak. Karena persoalan ini, persoalan aturan yang telah ditetapkan BKN pusat. Jadi kami tidak bisa memastikan apakah enam honorer yang tidak cukup syarat umur bisa tertolong atau tidak,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya pun belum dapat memastikan kapan pengumuman hasil validasi data dan verifikasi ini, akan diumumkan. “Soal pengumuman hasil verifikasi, semua ditentukan tim pusat. Kita hanya menunggu hasil saja karena persoalan tersebut menjadi kewenangan tim pusat,” ucapnya.

PENGHITUNGAN PAD KELIRU

Berita Kerinci Penyebab Defisit Anggaran

Sampai berita ini diturunkan, aset maupun saham yang akan dijual oleh Pemkab Bungo untuk menutupi defisit anggaran, belum juga laku. Selain saham milik Pemkab Di Hotel Bungo Plaza, aset lain seperti mess milik Pemkab Bungo yang ada di Jakarta juga masih sepi dari pembeli.

Wakil Bupati (wabup) Bungo Sudirman Zaini yang ditemui di ruangannya, kemarin (28/10), mengaku, pihak pemkab telah menawarkan mess tersebut kepada calon pembeli yang ada di Jakarta, ”mungkin belum cocok harga,” ujarnya.

Rata-rata calon pembeli berasal dari Jakarta dan berada tidak jauh dari lokasi mess yang ada di Jakarta. Tetapi, tidak tertutup kemungkinan bagi masyarakat Bungo untuk membeli aset itu selama memberi keuntungan kepada Pemkab Bungo.

Sementara, terkait defisit anggaran yang dialami Pemkab Bungo beberapa waktu lalu, wabup mengatakan hal itu terjadi karena penempatan PAD yang kurang tepat. Sebagian besar target PAD belum terealisasi, ”kita rencanakan PAD sekian, hanya yang terealisasi sekian. Hal ini mempengaruhi keuangan kita,” ujarnya.

Dikatakan, defisit juga terjadi karena banyak kewajiban-kewajiban dari sektor tertentu yang belum dibayar oleh pihak ketiga. Seperti beberapa kuasa pertambangan (KP) yang menunggak. Menanggulangi hal itu, pihak pemkab telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus dalam menyelesaikan permasalahan defisit anggaran, ”kita sudah bentuk satgas untuk menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

Satgas yang diketuai Asisten II Pemkab Bungo Tommy itu, bertugas menagih tunggakan kewajiban dari beberapa sektor, baik pertambangan maupun sektor PAD lainnya. Terhitung mulai terbentuknya satgas, kemarin (28/10), sudah ada beberapa tunggakan yang telah dibayar. Seperti beberapa KP yang sebelumnya menunggak, kini sudah ada yang membayar. “Begitu juga dengan PT NTC, sudah bayar tunggakan sebelumnya,” jelasnya.

Kapan semua tunggakan akan terbayarkan, wabup memperkirakan akan terealisasi awal atau akhir bulan November 2010. Disinggung kaitan defisit anggaran yang dialami oleh Pemkab Bungo terhadap Dana Alokasi Umum (DAU) dari pusat, wabup menegaskan tidak ada kaitan defisit terhadap DAU pusat. Baik untuk menutupi atau penggunaan dana tersebut, ”tidak ada sama sekali,” tegasnya.

Terkait satgas yang dibentuk, asisten II Tommy yang merupakan ketua satgas belum bisa dimintai keterangan. Tommy yang hendak ditemui kemarin tidak berada di ruangan. Salah seorang pegawai yang berada di pintu ruangan menuturkan, Tommy sedang keluar untuk makan siang.

OLIVIA LUBIS'' NYANTOL BANGET AMA AFGAN

Berita Kerinci
Aktris muda Olivia Lubis Jansen mengaku sudah nyantol banget dengan penyanyi Afgan Syahreza. Makanya, ketika mereka diberi kesempatan untuk beradu akting dalam film Cinta 2 Hati, Olivia mengaku tak canggung meski harus terlibat adegan mesra. "Sama Afgan enggak pernah nervous. Kita juga telah kenal dan enggak grogi, kita santai aja," ucapnya menanggapi aktingnya di film terbaru belum lama ini. Diakui Olivia, kedekatannya dengan pelantun "Terima Kasih Cinta" itu hingga kini tidak lebih dari teman biasa. Ia menampik kabar yang selama ini ada yang menyebutkan bahwa dirinya punya hubungan spesial. "Kita teman dekat, tapi enggak lebih dari itu," kilahnya. Tidak ingin merusak hubungan pertemanannya dengan Afgan, Olivia enggan membina hubungan dengan Afgan melebihi dari seorang sahabat. "Sudah lama kenal jadi sudah tahu semuanya, jadi enggak ada malu lagi. Berteman seperti ini enak aja. Aku statusnya dengan Afgan sebagai teman dekat, karena kita seumuran, kita enggak ada masalah, kita saling curhat. Kita klik banget di kerjaan," ujarnya.

PILWAKO SUNGAI PENUH PECAHKAN REKOR MURI BASIS DAN HUBUNGAN EMOSIONAL MENENTUKAN

Berita Kerinci Pemilihan Wali kota Sungaipenuh direncanakan pada tanggal 11 Desember 2010, pada tanggal 26 Oktober 2010 melalui sidang pleno KPUD Kerinci telah ditetapkan calon pasangan walikota di gedung Nasional Sungaipenuh, sekaligus pengambilan No urut pasangan yang akan ikut bertarung dalam Pilwako, moment ini merupakan tahapan yang menentukan untuk mengetahui siapa pasangan calon walikota yang akan bertarung. Sesuatu yang sangat mengagumkan dalam Pilwako Sungaipenuh tahun ini sebagai Pilwako Perdana, dari 7 (tujuh) pasangan yang mendaftar sebagai pasangan bacawako dan menghasilkan 7 (tujuh) pasangan ditetapkan sebagai pasangan calon walikota (cawako) Sungaipenuh, sekaligus pengambilan nomor urut pasangan yang bertarung, dan ini merupakan sebuah prestasi dan prestise yang sangat luar biasa bahwa Pilwako Sungaipenuh dengan 7 (tujuh) pasangan calon walikota merupakan sebuah prestasi yang cukup memberi nilai domokrasi dan memberikan alternatif banyak pilihan bagi masyarakat, bahkan merupakan pasangan yang terbanyak dalam Pilkada di Indonesia, dan mungkin akan menjadi rekor nasional yang akan diabadikan dalam Museum Rekor Indonesia (MURI). Adapun nomor urut pasangan yang telah ditetapkan adalah pasangan nomor urut 1 adalah pasangan Asafri Jaya Bakri dengan Adrinal salim, yang dikenal dengan pasangan AJB+Adrinal; pasangan nomor urut 2 adalah pasangan pasangan Daniel Miftah dan Yos Adrino yang dikenal dengan pasangan “DD”; nomor urut 3 adalah pasangan Hasvia Hasyimi dengan Amrizal Jufri yang dikenal dengan pasangan H2Aja; selanjutnya nomor urut 4 adalah pasangan Ahmadi Zubir dan Mushar Azhari yang dikenal dengan pasangan “AM”; nomor urut 5 adalah pasangan Zubir Muchtar dan Zam Zami yang dikenal dengan pasangan “triple Z”; Nomor urut 6 adalah pasangan perahu rakyat atau jalur independen yaitu Zulhelmi dan Novizon dekenal pasangan “ZN”; Nomor urut 7 adalah pasangan Syafriadi dengan Nasrun Faruq yang diperkenal dengan pasangan “sepakat” Cukup menarik dalam penentuan pasangan cawako ini adalah disamping partai pengusung baik mengusung sendiri maupun koalisi partai atau Jalur perorangan, dengan analisa yang matang juga melakukan koalisi geopolitik lintas wilayah administratif bahkan litas wilayah adat seperti calon walikota yang berasal dari Kecamatan Sungaipenuh adalah Zulhelmi (Sungaipenuh dan kumun Debai) melakukan koalisi geopolitik yang strategis dengan Novizon dari Kecamatan Hamparan Rawang, selanjutnya calon wako Syafriadi berkoalisi geopolitik dengan tokoh masyarakat Kecamatan Kumun Debai yaitu Nasrun Faruq yang sebelumnya menjadi mitra pasangan H2Aja; sedang Calon Wako Hasvia Hasyimi justru tidak memainkan koalisi geopolitik, melainkan berpasangan sesama kecamatan Sungaipenuh yaitu Ir. Amrizal Jufri tokoh masyarakat Pondok Tinggi yang berdomisili di Jakarta. Begitu pula dengan Cawako Asafri Jaya Bakri dari Kecamatan Tanah Kampung melakukan koalisi geopolitik dengan Adrinal Salim dari Kecamatan Pesisir Bukit, hal yang sama dilakukan oleh Zubir Muchtar dari daerah yang sama dengan Asafri Jaya Bakri berpasangan dengan Zam Zami yang berasal dari Kecamatan Pesisir Bukit, sesuatu pertarungan yang sangat mengharukan dan menimbulkan banyak persepsi. Ahamdi Zubir merupakan cawako dari Pesisir Bukit secara geopolitik berpasangan dengan Mushar Azhari dari Kercamatan Hamparan Rawang, sedangkan Kecamatan Rawang dengan cawako adalah Danil Miftah berkoalisi dengan Yos Adrino berasal dari Kecamatan Sungaipenuh Sehingga secara umum, wilayah yang diperebutkan adalah Kecamatan Sungaipenuh, Hamparan rawang dan Pesisir Bukit, secara faktual wilayah tersebut merupakan kantong suara yang lebih dari 10 ribu pemilih, hal ini dapat dilihat bahwa dari kecamatan Sungaipenuh muncul 3 calon walikota yaitu Zulhelmi, Hasvia Hasyimi, Syafriadi, dan 2 calon wakil walikota yaitu Ir. Amrizal Jufri dan Yos Adrino, secara matematis terjadi perebutan suara yang cukup ketat di Kota Sungaipenuh, dan ini secara politis cukup menguntungkan untuk calon walikota yang berasal dari luar Kecamatan Sungaipenuh, begitu juga kecamatan Hamparan Rawang, dengan 1 calon wali kota yaitu Daniel Miftah, dan 2 calon wakil wali kota yaitu Novizon dan Mushar Azhari, secara politis kondisi ini menguntungkan Daniel Miftah, sedangkan untuk Kecamatan Tanah Kampung dengan 2 calon walikota yaitu Asafri Jaya Bakri dan Zubir Muchtar dan sama-sama berkoalisi geopilitik dengan Kecamatan Pesisir Bukit, begitu juga dengan Kecamatan Kumun Debai memiliki 1 calon walikota yaitu Zulhelmi dan 1 calon wakil walikota, secara matematis cawako Zulhelmi mendapat keuntungan di Kecamatan Kumun Debai Dari data tersebut diatas, secara matematis bahwa di Kota Sungaipenuh dengan 3 calon walikota sesuatu yang sangat sulit untuk mendapat suara yang signifikan, namun satu sisi Zulhelmi merupakan calon walikota dari 2 wilayah Kecamatan yaitu Sungaipenuh dan Kumun Debai dan diuntungkan dari Kecamatan Kumun debai, disamping mendapat dukungan real melalui Keputusan Rapat Negeri Wilayah Depati payung Pondok Tinggi dan Kumun Debai, serta dukungan real dari pengumpulan KTP sebagai persyaratan untuk maju sebagai calon independent lebih kurang 9000 mata pilih. Untuk Kecamatan Pesisir Bukit secara matematis politik Ahmadi Zubir diuntungkan sebagai calon walikota, disamping 2 calon wakil walikota dari Kecamatan Pesisir Bukit yaitu Adrinal Salim dam Zam Zami, begitu juga dengan Daniel Miftah sebagai satu-satunya calon walikota dari Kecamatan Hamparan Rawang Faktor Diutungkan oleh penulis didasarkan dengan menyimak dan menganalisa hasil Pilgub Jambi tahun 2010 sebagaimana terjadi di Kabupaten Bungo, bahwa di Kabupaten tersebut terdapat calon Gubernur dan wakil gubernur, namun sangat meyakinkan bahwa keinginan massyarakat secara emosional dan rasional menginginan tokohnya menjadi orang Nomor 1 dan faktanya pasangan ZA-AMI menang di Kabpaten Bungo, begitu juga di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh, bahwa dua wilayah tersebut hanya memiliki tokoh sebagai wakil gubernur, ternyata ZA-AMI menang di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh, hal ini diperkuat dengan kemenangan pasangan Bupati Kerinci Murasman dan Rahman dalam Pilkada Kerinci tahun 2008. Sehingga kedekatan emosional, dan pengelolaan basis emosional, pengelolaan pendukung dan tehnik sosial approuch atau political approuch yang familiar dan menyentuh serta dengan status sebagai calon orang Nomor 1 atau Nomor 2 cukup memberi pengaruh dalam mendapatkan suara pada Pilwako nantinya terutama sebagai calon orang Nomor 1, sehingga prediksi penulis dalam kondisi dan fakta saat ini yaitu dengan melihat peta geopolitik, bahwa pasangan yang “kecenderungan” mendapat nilai dan diuntungkan dengan situasi pemetaan politik yang terjadi saat ini adalah pasangan ZN, AM dan DD, dan ini sebuah kajian dan prediksi yang belum didukung dengan hasil penelitian yang konkrit, dan kemungkinan untuk tidak tepat itu cukup besar, namun kondisi “tidak tepat” tersebut lebih cenderung dikarenakan perlakuan yang “tidak biasa” dengan kekuatan yang luar biasa melalui “invisible hand” atau “devil hand”, karena dengan “tangan tak nyata atau tangan setan” nilai sebuah kecenderungan secara alamiah dan ilmiah bisa berubah secara signifikan dan spontan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Namun sesungguhnya bahwa peluang dan harapan semua pasangan memiliki kans dan peluang yang sama untuk menjadi pemenang, hal ini tergantung startegi dan pencitraan diri, serta dan pengelolaan basis emosional, pengelolaan pendukung dan social approuch atau political approuch technical yang familiar dan menyentuh, tentuntya tetap pada koridor hukum yang mengatur tentang Pilwako dan kepantasan dalam melakukan pendekatan yang elegant, sedangkan Partai Pengusung atau pendukung sebuah persyaratan administrastif, begitu juga dengan dukungan dari jalur Independent. Harapan Penulis, terlepas “prediksi” penulis terhadap kemungkinan dalam perolehan suara nantinya, hendaknya para pasangan berpikir bahwa demokrasi pilwako adalah sebuah system untuk mewujudkan tatanan berbangsa dan bernegara yang diimplementasikan dalam penyelengaraan Negara dari eksekutif bekerja dan berbuat untuk Daerah dalam kontek NKRI dalam hal ini “Pemilik Negara” yaitu Rakyat, karena kedaulatan rakyat, dengan indicator keberhasilan adalah pada tatanan ekonomormi yang mapan di tingkat masyarakat yang diwujudkan dengan tingkat kesejahteraan yang mumpuni dan berkesinambungan sebagaimana yang diimpikan oleh Pembukaan UUD 1945 yaitu alinea terakhir “…….serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” Maka Demokrasi Pilwako itu bukan tujuan melainkan hanyalah alat untuk mencapai tujuan sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945, jika justru Pilwako saat ini membuat kita terpecah belah, sangat sulit mencapai dan menghantarkan kepada kesejahteraan sosial yang lebih baik, kehidupan yang lebih nyaman serta mendorong persatuan dan kesatuan, sebagaimana di pertegas melalui UU No 32 tahun 2004 pasal 27, dan merupakan sebuah kekeliruan bagi para pasangan calon yang maju untuk menyesengsarakan masyarakatnya dan memecah belah masyarakat tersebut.