Laman

Senin, 07 Maret 2011

ES KREM DARI AIR SUSU WANITA DI GUGAT LADY GAGA

BERITA KERINCI


Lady Gaga Ancam Tuntut Es Krim ASI

Senin, 7 Maret 2011 15:52 WIB

Dia juga tampaknya sudah melupakan bahwa kata 'gaga' sudah menjadi salah satu frase yang dikenal datang dari mulut bayi

Lady Gaga mengancam akan menuntut pemilik kedai es krim di London yang membuat es krim berbahan dasar air susu ibu dan diberi nama "Baby Gaga".

Starpulse.com memberitakan bahwa para pengacara yang mewakili penyanyi itu sudah mengirim surat kepada bos Icecreamist di Covent Garden, London, untuk memperingatkan agar tidak menggunakan nama Baby Gaga.

Dalam dokumen itu, pengacara Gaga menuduh pemilik toko Matt O'Connor menumpang kepopuleran Gaga untuk mempromosikan produk yang "provokatif dan membuat mual semua orang."

Surat itu menambahkan,"Referensi yang anda buat untuk Lady Gaga sangat jelas disengaja dan ditujukan untuk mengambil manfaat dari reputasi dan maksud baiknya... Menghubungkan Lady Gaga dengan produk makanan yang mungkin tidak aman dikonsumsi manusia (berisiko membawa virus-virus seperti hepatitis) juga sangat merugikan."

Di sisi lain, O'Connor mengatakan dia merasa dizalimi dan menyebut ancaman hukum itu tidak masuk akal serta memalukan.

"Kami pikir sangat tidak perlu, semua hal akan selesai minggu depan, kami siap berjuang di pengadilan... Ini pertarungan David versus Goliath. Saya yakin kami menang. Superstar terbesar di dunia merasa tersinggung dengan kedai es krim terkecil di dunia."

"Menuduh kami mencuri citra Lady Gaga adalah hal yang menggelikan, terlebih jika kita berpikir bahwa dia sudah banyak sekali menggunakan budaya populer untuk menciptakan penampilan dan musiknya."

"Dia juga tampaknya sudah melupakan bahwa kata 'gaga' sudah menjadi salah satu frase yang dikenal datang dari mulut bayi," kata O'Connor kepada Evening Standard.

"Soal dia bilang bahwa produk kami tak norak, mungkin dia harus bercermin pada penampilannya dengan muncratan darah saat MTV Video Music Awards, atau saat dia mengenakan pakaian yang dibuat dari daging binatang mati. Kami sudah mendaftar merek dagang Baby Gaga dan yakin kami akan mengamankan hal ini."
(ENY/A038)

ABURIZAL BAKRI SUDAH KENYANG KEKUASAAN

BERITA KERINCI


Ical: Golkar Sudah Kenyang Kekuasaan

Minggu, 6 Maret 2011 22:20 WIB

Ketua Umum Partai DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie menyatakan, partai yang dipimpinnya sudah "kenyang" kekuasaan sehingga tidak akan terpengaruh gonjang-ganjing koalisi atau perombakan kabinet.

"Golkar bahkan sudah sangat berpengalaman dalam kekuasaan, pemerintahan, karena itu Golkar tidak akan terpengaruh irama politik yang ditabuh oleh aktor-aktor politik," kata Ical, sapaan akrab Aburizal, saat memberikan pengarahan pada lokakarya perkaderan Partai Golkar di Jakarta, Minggu malam.

Ical menambahkan, Golkar telah merasakan banyak hal selama berkuasa dan memimpin pemerintahan sehingga Golkar akan berpikir untuk kepentingan jangka panjang, dari sekadar satu, dua, atau tiga kursi menteri di kabinet.

"Golkar akan berpikir untuk kepentingan jangka panjang, bagaimana bekerja dan bekarya untuk kemajuan dan kejayaan bangsa dan negara Indonesia," katanya disambut riuh tepuk tangan para kader partai berlambang pohon beringin tersebut.

Ical menegaskan, Partai Golkar memiliki ikatan historis yang kuat dengan masa lalu, sehingga Golkar bisa lebih memahami dinamika politik yang terjadi di masa kini, dan memiliki komitmen yang kuat untuk membangun dan memimpin bangsa ini menjadi lebih baik di masa datang.

"Kami ingin membesarkan Golkar sebagai kekuatan sejarah yang memimpin kekuatan lain untuk maju bersama membangun bangsa dan negara Indonesia di masa depan," katanya.

Golkar, lanjut Ical, tidak akan mempertajam perbedaan dengan partai-partai lain, melainkan mencari persamaan, mencari jalan tengah, untuk kepentingan yang lebih besar yakni kepentingan bangsa dan negara Indonesia.

Ical menegaskan pula, meski Golkar berada dalam koalisi partai pendukung pemerintah namun partai yang dipimpinnya akan tetap kritis terhadap pemerintah.

"Apa yang diputuskan Golkar soal angket mafia pajak saya kira masih dalam koridor mekanisme demokrasi," katanya.

Bagaimana pun, lanjut Ical, Golkar akan memperkuat akar demokrasi di negara dan bangsa Indonesia.

PERCUMA DEMO CPNS SK TETAP DI TERIMA PEMERINTAH SUDAH TULI AKAN SUARA RAKYAT

BERITA KERINCI




350 Orang CPNS Terima SK
PostDateIconFriday, 04 March 2011 11:44 | Print
Share

JAMBI - Sebanyak 350 orang Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) formasi tahun 2010 Provinsi Jambi, hari ini, Kamis (3/3) menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan, yang diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Fachrori Umar, M. Hum, bertempat di ruang pola Kantor Gubernur Jambi.

Wagub dalam sambutannya menyampaikan, bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak terlepas dari peran sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki. Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang berlimpah tidak optimal apabila tidak memiliki SDM yang baik. SDM sebagai modal pembangunan hendaklah memiliki kualitas yang tinggi, memiliki ketrampilan dan keahlian khusus, memiliki wawasan yang luas, dan yang tidak kalah pentingnya adalah memiliki kemauan yang kuat untuk mengembangkan diri, dan mengaplikasikan kemampuannya untuk pembangunan daerah, ujar Wagub.

Lebih lanjut disampaikan Wagub, bahwa peran pemerintah daerah masih sangat besar dalam menggerakkan roda pembangunan daerah. Secara umum hal ini berimplikasi pada besarnya kebutuhan SDM untuk menjalankan pemerintahan, sehingga dituntut dilakukannya rekrutmen PNS yang akan ditempatkan pada satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), agar pelaksanaan pembangunan tidak terhambat karena keterbatasan personil.

Namun kedepan Pemerintah akan merubah pola manajemen yang mengandalkan SDM yang besar kea rah manajemen SDM yang lebih efektif dan efisien. Sehingga kualitas SDM baik keahlian, ketrampilan, pengetahuan dan wawasan, kemampuan intelektual dan emosional akan menjadi pertimbangan utama dalam rekrutmen pegawai, tambah Wagub.

Sementara Kepala BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Provinsi Jambi Drs. H. Amir Sakip dalam laporannya menyampaikan, bahwa formasi CPNS Provinsi Jambi tahun 2010 sebanyak 371 orang, dengan rincian 11 orang tenaga guru, 90 orang tenaga kesehatan dan 270 orang tenaga teknis. sedangkan yang memasukkan lamaran sebanyak 22.200 orang yang menyampaikan berkas permohonan menjadi CPNSD dan memenuhi syarat dan mengambil nomor serta mengikuti ujian tertulis pada tanggal 5 Desember 2010 sebanyak 13.760 orang.

Dari jumlah formasi yang telah ditetapkan terdapat 15 formasi yang tidak terisi, masing-masing terdiri dari tiga orang tenaga guru, tiga orang tenaga kesehatan dan enam orang tenaga teknis.

Dari jumlah formasi yang tersedia dan jumlah pelamar yang memenuhi syarat, pelamat yang dinyatakan lulus 356 orang dan telah disampaikan usulan penenetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) – nya ke Kantor Regional VII BKN Palembang pada tanggal 29 Desember 2010. Sehubungan dengan itu pada hari ini hadir 350 orang pelamar yang telah dinyatakan lulus untuk dapat menerima pengangkatan SK CPNSD.

Dijelaskan Kepala BKD, sedangkan yang enam orang SK pengangkatan belum diterima, sedanagkan berdasarkan informasi yang tiga orang sudah selesai dan masih tersisa tiga yang sedang dalam proses, dan pada sore hari ini Kepala BKD akan langsung mengurus untuk proses penyelesaiannya, yang nantinya akan segera diserahkan kepada yang bersangkutan.

PERCUMA DEMO DI KERINCI ANGGOTA DEWAN NYA SUDAH KENA SUAP OLEH MURASMAN

BERITA KERINCI

http://biruhitamputih.files.wordpress.com/2011/01/rusuhcpns.jpg



Akibat Penerimaan CPNS tidak Fair !

KERINCI – Demo tuntutan ratusan mahasiswa agar dibentuk pansus oleh DPRD terkait penerimaan CPNS 2010 Kabupaten Kerinci di depan Gedung DPRD kemarin (05/01) berlangsung ricuh.
Ratusan mahasiswa yang terdiri, PMII, HMI, Gempur, IMM BEM STIT dan BEM STAIN Kerinci ini meminta agar mengusut dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan seleksi CPNS Kerinci.
Aksi demo ratusan mahasiswa kemarin, juga mendapat pengawalan ketat petugas keamanan dari Polres Kerinci dan Sat Pol PP. Demo yang berlangsung sejak sekitar pukul 10.00 WIB tersebut, mulai memanas saat terjadi adu mulut antara para pendemo dengan petugas keamanan, saat para pendemo berusaha menerobos barikade petugas untuk masuk ke pekarangan kantor DPRD.
Aksi dorong-dorongan terjadi antara sejumlah demonstran dan petugas keamanan. Sementara itu, sejumlah mahasiswa lain, berusaha memasuki ruang Kantor DPRD Kerinci melalui pintu samping .
Kericuhan tidak dapat dihindari, dimana terjadi baku hantam antara petugas Sat Pol PP dengan mahasiswa yang mencoba menerobos masuk. Namun hal ini tidak berlangsung lama.
Ketua PMII Kerinci, Rinaldi mengatakan, aksi demonstrasi kemarin menuntut tiga hal, pertama soal CPNS Kerinci, kemudian hasil audit BPK tahun 2009, dan proyek fiktif 2010.
“Tiga hal itu tuntutan kita, dan kita minta yang pertama adalah dibentuknya pansus CPNS tahun 2010. Jika terbukti ada penyimpangan, kita minta Dewan mendesak Bupati Kerinci untuk mundur,” tegasnya
Mahasiswa yang melakukan aksi demo kemarin menilai, perekrutan CPNS Kerinci belum lama ini serat dengan permainan uang, bahkan hingga ratusan juta lebih. Hal ini dinilai sangat merugikan bagi orang-orang yang punya kemampuan, tetapi tidak punya uang.
“Untuk apa kuliah, kalau yang lulus CPNS hanyalah orang yang punya uang,” sebut Rinaldi.
Ditambahkannya, dugaan adanya penyimpangan dalam penerimaan CPNS tersebut, terlihat dari adanya beberapa nama peserta yang usianya sudah diatas 35 tahun. Namun masih dinyatakan lulus CPNS.
Tidak hanya itu, kelulusan CPNS 2010 juga diwarnai dengan banyaknya anak pejabat yang dinyatakan lulus, dan mayoritas lulusan berasal dari wilayah Siulak. “Murasman Bupati Kerinci, bukan Bupati Siulak,” katanya lagi.
Dalam aksinya kemarin, mahasiswa menyatakan tidak akan meninggakan gedung DPRD dan mengancam akan tidur di lapangan Kantor DPRD, jika pansus masalah CPNS ini tidak segera dibentuk.
“Kita akan menunggu sampai pansus terbentuk, dan kami akan melakukan aksi demo ini hingga tiga hari berturut,” kata Rinaldi.
Situasi yang sempat terkendali kembali memanas, saat mahasiswa mengetahui Bupati Kerinci, Murasman, berusaha meninggalkan gedung DPRD Kerinci melalui pintu belakang. Hal ini dikarenakan Bupati menolak bertemu dengan mahasiswa.
“Ya, Bupati keluar lewat pintu belakang karena ada urusan lain,” ujar salah seorang staf Bupati Kerinci.
Mengetahui Bupati meninggalkan Kantor DPRD melalui pintu belakang, mahasiswa yang sudah lama menunggu di depan Kantor DPRD, kembali tersulut emosinya. Mahasiswa berusaha menghadang Bupati Kerinci yang ingin meninggalkan kantor DPRD Kerinci.
Namun upaya mahasiswa tersebut dihadang oleh petugas keamanan, sehingga terjadi aksi saling dorong antara petugas degan mahasiswa. Aksi saling dorong tersebut bahkan berujung dengan aksi kejar-kejaran antara petugas keamanan dengan mahasiswa, yang berusaha untuk menghalangi kepergian Bupati.
Sementara itu, untuk mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa kemarin, diterjunkan tidak kurang sebanyak dua Peleton Satpol PP, 200 orang petugas kepolisian dan dua Pelton personil TNI.
Hal ini diungkapkan Kapolres Kerinci, AKBP Hastho Rahardjo, melalui Kabag Ops Polres Kerinci, Kompol Budi S. “Sesuai surat pemberitahuan yang disampaikan kepada kita, masa berjumlah 500 orang. Namun pantauan di lapangan, jumlah masa sekitar 700 orang. Sementara petugas keamanan terdiri dari Satpol PP sebanyak dua Pelton, 200 orang polisi dan dua Pelton TNI,” jelas Budi.
Ketika ditanya, apakah kehadiran TNI atas permintaan polisi, Budi mengatakan kehadiran personil TNI bukan atas permintaan Polres. “Itu sebagai bentuk antisipasi,” pungkas Kabag Ops.

Dua Peleton Personil
Aksi demonstrasi ratusan mahasiswa di Kantor DPRD Kerinci kemarin, juga mendapat pengawalan dari personel TNI, dari Kodim 0417 Kerinci. Sebanyak dua pelton personel TNI dikerahkan untuk mengamankan aksi demonstrasi kemarin.
Personel TNI yang diturunkan untuk mengamankan aksi demonstrasi kemarin, masih ditambah dengan dua peleton Satpol PP, dan petugas kepolisian dari Polres Kerinci. Semuanya kerahkan untuk mengamankan aksi demo mahasiswa yang berlangsung di DPRD Kabupaten Kerinci.
“Untuk mengamankan aksi demonstrasi hari ini (kemarin, red), kita mengerahkan sebanyak 200 orang personel, dan satu unit mobil water canon untuk antisipasi,” kata Kompol Budi S, Kabag Ops Polres Kerinci saat dikonfirmasi.
Sementara itu, koordinator lapangan dari pihak Satpol PP, Syarjoli mengatakan, pihaknya mengerahkan dua peleton personel untuk mengamankan aksi demo kemarin. Untuk berjaga-jaga,
anggota Satpol PP yang diturunkan tersebut, juga dibekali dengan tameng dan tongkat.
“Untuk keamanan, anggota kita bekali dengan tameng dan tongkat,” kata Syarjoli.
Ditegaskannya, pihaknya akan selalu siap untuk mengamankan aksi demonstrasi, meski akan berlangsung selama tiga hari berturut turut. “Kita akan selalu siap untuk pengamanan aksi demo, walaupun akan berlangsung selama tiga hari seperti surat pemberitahuan yang disampaikan pihak mahasiswa,” tukasnya.

BERITA USANG TAPI MASIH ENAK UNTUK DI BACA

BERITA KERINCI
Wartawan Kerinci demo Bupati Laporan: Misterikerinci



Koorlap Asra Haliman,SH dan Martono.Spd meminta agar

kasus pelecehan wartawan di kerinci untuk dapat diusut secara tuntas

" Kita Minta kasus pelecehan terhadap profesi wartawan untuk dapat diusut tuntas.Tidak hanya kerinci.Karena profesi mulya yang melakukan sosial kontrol ini,jangan dilecehkan" Ujarnya



Aksi demo damai wartawan elektronik dan media cetak liputan Kerinci, Kamis,19 Maret 2009.
Kegiatan demo mereka gelar dari jam 8.30 hingga berakhir pada jam 11.30 siang ini telah mendapat izin dari Kapolres Kerinci.

Setelah mereka mengelar orasi di Lapangan pemda Kerinci dilanjutkan ke DPRD Kerinci dengan mengendarai kendaraan bermotor.
Demo mereka gelar akibat pernyataan Bupati terpilih kerinci,Murasman di hadapan wisudawan STAIN Kerinci selasa 10 maret 2009,yang melecehkan profesi kewartawanan.

"Jangan sampai wisudawan kalau banyak uang mau jadi tukang ojek.Kalau tidak ada uang jadi wartawan.Profesi kita bukan ke situ"Ujar Murasman.cerita demo ini terus bergulir termasuk tukang ojek yang ikut tersinggung dengan pernyataan Bupati Kerinci Murasman.

Wakil Bupati Kerinci.M.Rahman konfirmasi Misterikerinci,Jumat,20 Maret 2009 melalui ponselnya menolak memberi komentar" Saya jangan berkomentar lah" Ujarnya.Menurut keterangan yang berkembang aksi akan terus digelar sebelum ada pernyataaan resmi dari Bupati kerinci.

MESUM PELAJAR DI HOTEL



1300 Personil Polisi Amankan Malam Tahun Baru 2009
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal { margin: 0mm 0mm 0.0001pt; font-size: 12pt; font-family: "Times New Roman"; }div.Section1 { page: Section1; }

Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jambi menyiapkan 1300 personil mengamankan malam pengantian tahun, cara penampilan tersebut tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kali penampilan jajaran Polda bersifat humanisme bersama dengan masyarakat yang akan menyambut datangnya tahun baru, penampilan dengan mengunakan topi seperti ulang tahun anak-anak dan trompet. Kapolda Jambi Brigjen Pol Drs Budi Gunawan SH Msi, melakukan gelar pasukan pengamanan tahun baru tadi sore di Markas Poltabes Jambi, 1300 personil tersebut akan disebarkan di Kota Jambi dan Tujuh (7) Poskotik seperti di MTQ, Tanggo Rajo, Taman Remaja, Kantor Gubernur, Gubernuran & WTC Batanghari Jambi (ronugno).









Puluhan Pasang Remaja Lagi Mesum Kena Razia



KOTA JAMBI

– Dipenghujung tahun 2008, puluhan remaja yang tengah berbuat bermadu kasih/ mesum di hotel-hotel kelas melati diangkut oleh Petugas Gabungan.

Razia penyakit masyarakat langsung dipimpin oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS), dan didukung Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi, Binamitra Poltabes Jambi, Dandim 0415/Batanghari, Den Pom Jambi, Kejaksaan Negeri (Kajari), Pengadilan Negeri (PN), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Jambi dimulai sekitar pukul 22.30 WIB (30/12).

Bagi puluhan pasang remaja sedang bermadu kasih di kamar-kamar hotel yang tidak dapat menunjukan Surat Nikah, maka satu persatu digiring menaiki mobil truk Satpol PP Kota Jambi, selanjutnya diangkut ke kantor Dinas Pemberdayaan dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kota Jambi, yang terletak di Jalan Jendral Sudirman The Hok Jambi untuk pemeriksaan. Diantara yang kena razia, terdapat Anak Baru Gede (ABG) yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Jambi.



Razia yang digelar hingga pukul 04.30 WIB itu dilakukan di dua wilayah. Wilayah pertama di kawasan Kecamatan Pasar dan sekitarnya dan wilayah kedua di kawasan Kecamatan Telanaipura dan sekitarnya.

Kelompok satu wilayah Pasar dan Jambi Timur, menelusuri mulai dari hotel Safera (2 pasang), hotel Tepian Angso, hotel Jambi Prima, hotel Mayang Sari I, hotel Anggrek, hotel Jambi Raya, hotel Dahlia, hotel 99, hotel Mandamin (dapat 3 pasang), terus kelompok dua, adalah hotel Orien, hotel Darnis, hotel Sofia, hotel Harisman serta hotel-hotel yang berada dikawasan Telanaipura dan Kotabaru.

Di antara pasangan yang usai melakukan hubungan layak suami istri di hotel Mandamin kawasan The Hok mengajak berunding dengan petugas untuk berdamai di kamar hotel, namun tawaran tersebut langsung ditolak petugas dan dihotel tersebut juga terdapat Pekerja Seks Komersial (PSK) yang sedang menunggu lelaki hidung belang.

Razia penyakit masyarakat disejumlah hotel-hotel tidak sepenuhnya berjalan mulus, karena begitu tiba di Hotel Mexicana dengan sengaja mengunci pintu pagar dan mematikan semua lampu yang ada di hotel tersebut, karena tidak bisa masuk akhirnya petugas mengurungkan niat mereka dan berencana akan memanggil pihak hotel untuk dipertanyakan kejadian itu.
Mestipun berhasil menjaring puluhan pasang remaja yang sedang bermadu kasih, namun razia pekat ini diduga telah bocor, seperti salah satu hotel dengan sengaja mengunci pintu pagar (ronucno).

PELAJAR SEDANG MESUM KENA RAZIA




Siapa Yang Bertanggung Jawab.?



KOTA JAMBI
Kota yang indah adalah kota yang tertata dengan rapi dan bersih, keindahan sebuah kota tidak lepas dari tanggung jawab Pemerintah setempat dalam menatanya, demikian juga dengan hal kebersiha, karena kebersihan merupakan pangkal dari kesehatan. Kota Jambi yang pernah mendapatkan julukan kota bersih aman damai dan tertib (Kota Beradat) kini semuanya telah sirna, terbukti dimana-mana terlihat tumpukan sampah yang sampai kebadan, sampah tersebut lebih dari sepekan tidak diangkut atau dibuang ke Tempat Pembuangan Akhri (TPA). tanggung jawab dari Dinas Kebersihan
Seperti didaerah pasar yang merupakan jantung Kota Jambi, sampah dibiarkan menumpuk hingga ke jalan-jalan, antara lain di Jalan Gatot Subroto, Veteran, Dr. Wahidin, R. Supratman/ Gang Siku, Mr. M. Roem, Dr. Sam Ratulangi, Raden Mattaher, Sultan Thaha.
Ujar Kadir yang sehari-hari sebagai pedagang kasur di Jalan Mr. M. Roem (30/12), bahwa sampah yang dekat tempat usahanya lebih dari sepekan tidak diangkut, selanjutnya menurut Kadir jika begini terus sampai kapan akan mendapatkan Adipura yang didambakan Walikota baru “sampai kapan akan mendapatkan Adipura yang didambakan Walikota baru”. Tambah Kadir disini ada beberapa pedagang warung nasi ampera, jika sampah tersebut yang menimbulkan bau aroma tidak sedap, siapa lagi yang mau makan disini, jangan-jangan malahan mendapatkan penyakit juga menggung lalu lintas. Lantas siapakah yang bertanggung jawab masalah tersebutm, Dinas Kebersihan Kota Jambi atau USB sebagai kontraktor yang telah diputuskan hubungan kerja??? (Rom).











TIDAK ADA MESJID TERPAKSA DIRIKAN GEREJA
KOTA JAMBI Minggu pagi bertempat di Gereja Santa Theresia yang terletak di Jalan Raden Mattaher, Kelurahan Sulanjana, Kecamatan Jambi Timur sejak pukul 07.00 WIB telah ramai dikunjungi anak-anak untuk mengikuti Misa Natal, Terlihat sungguh ceria diwajah anak-anak bahkan mereka menampilkan pakaian adat Daerah.

Misa Natal dipimpin oleh Pastur Petrus Subowo SCJ, agar anak-anak dapat berbuat kebaikan, baik dilingkungan keluarga maupun terhadap sesama teman-teman.

Pada setiap perayaan Natal, sekitar 20 umat mengenakan baju adat dari berbagai daerah memberikan persembahan berbagai macam hasil bumi ke gereja. Pemberian persembahan ini menjadi simbol atas bentuk kasih dan saling menolong terhadap sesama umat manusia diatas muka bumi.

Menurut penuturan Ir Veronica Dianawaty yang aktif di Gereja, Jika kita melihat suasana Misa Kudus anak-anak tahun ini sangat ramai, bahkan masih banyak anak yang berada diluar gereja lantaran tidak kebagian tempat didalam gereja yang penuh sesak oleh umat, bawah pihak panitia terpaksa menyediakan kursi cadangan didepan dan samping kanan-kiri gereja untuk menampung brudaknya umat Khatolik.< Kami sangat membutuhkan gereja baru agar bisa menampung umat Khatolik, kami juga sangat mengharapkan bantuan Pemerintah Kota Jambi dengan memberikan ijin untuk membangun gereja baru (Rom). Menyambut Puncak Hari Ibu

KOTA JAMBI
Kamis kemarin ribuan kaum hawa membanjir aula Sekolahan Sariputera Jambi untuk merayakan Malam Puncak Perayaan Hari Ibu atau Mother Day (25/12).

Acara tersebut merupakan puncak dari kegiatan perlombaan yang dilaksanakan oleh Generasi Bhuddhis Sakyakirti Jambi (GBSJ) dalam merayakan Hari Ibu (Mother Day) beberapa waktu lalu. GBSJ adalah Generasi Muda yang di bawah bimbingan Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Provinsi Jambi.

Puncak acara Hari Ibu diawali dengan pembacaan puisi dari para pemenang hasil karya tulis, terus acara anak sujut kepada orangtua, tari-tarian anak Sekolah Dasar Sariputera, pemotongan kue untuk mama dan penyerahan hadiah kepada para pemenang perlombaan.

Suasana haru menyelimuti kaum hawa saat menyaksikan anak-anak yang tengah sujut kepada ibu mereka, sambil memohon maaf kepada ibu mereka, ternyata dalam acara tersebut banyak kaum hawa sempat meneteskan air mata, tidak saja dari ibu-ibu yang disujut oleh anaknya, melainkan yang hadir dalam acara tersebut.

Selain itu pada malam perayaan pucak Hari Ibu (Mother Day) dihadiri Bhikhu
Badra Mitha
dan Bhikkhuni
Girisanty , Ketua Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Provinsi Jambi, Romo Balamitta juga turut serta dari Ketua Wanita Buddhis Indonesia (WBI) Jambi, Nyonya Catherina Soetioso/ Mui Sum< , Ketua Generasi muda Buddhis Sakyakirti Jambi (GBSJ), Saddhanugraha Hery, SE , Ketua Panitia Hari Ibu,

video

21 Napi Dapatkan Remisi Natal



KOTA JAMBI
Sebagai mana biasanya setiap hari besar Narapidana (Warga binaan/napi) di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Klas IIA Jambi selalu mendapatkan Remisi. Narapidana yang mendapatkan remisi dalam satu tahun dua kali, yaitu hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus dan perayaan hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, Natal, Imlek, Waisak dan Hari Raya Nyepi.

1. Undang-undang Republik Indonesia No. 12 Tahun 1955 tentang Pemasyarakatan.

2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. or : 31 Tahun 1999 tentang Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan.

3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. or : 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 174 Tahun 1999 tentang Remisi.

5. Keputusan Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia Nomor M.09 HN.02.10 Tahun 1999 tentang Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 174 Tahun 1999 tentang Remisi.

6. Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor M.01.HN.02.01 Tahun 2001 tentang Remisi Khusus yang tertunda dan Remisi Khusus Bersyarat serta Remisi Tambahan.

7. Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan Departemen Kehakiman Dan Hak Asasi Manusia Repbulik Indonesia Nomor E.PS.01.04-04 tanggal 12 Januari 2000 tentang Penjelasan Keputusan Presiden Republik Indonesia No : 174 tahun 1999 tentang Remisi

8. Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan No : 1.UM.01.10 – 72 tanggal 17 Juli 2001 tentang Penjelasan Remisi Khusus yang tertunda dan remisi Khusus Bersyarat serta Remisi Tambahan.

9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 28 Tahun 2006 tanggal 28 Juli 2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor : 32 tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

10. Peraturan Menteri Hukum Dan HAM RI Nomor : M.01-HN.02.01 Tahun 2006 tanggal 22 Mei 2006.


Diantara yang mendapatkan Remisi adalah :

1. Antonius Sape (1 bulan 15 hari) 2. Irwan Altur Tambunan (1 bulan ) 3. Maruli Tua Sirait Alu Sasis (1 bulan) 4. Efwal Thomson Purba Ais Edo (1 bulan) 5. Deson Simanjuntak (1 bulan) 6. Sabda Herdo Simbolon ( 1 bulan) 7. Roy Nainggolan ( 1 bulan) 8. Robert Pransisco (15 hari) 9. Barita Jamal Parnainggolan (1 bulan) 10. Hendrik PS (15 hari) 11. Budiman Siahaan (1 bulan) 12. Desty Grace (1 bulan) 13. Bintoro Silitonga ( 15 hari)

RK II :

1. Lisdon Robin Hot Nainggolan (15 hari) 2. Sanggam Apriadi (15 hari)

1. Mariang Damanik (1 bulan) 2. Posman Manurung ( 1 bulan) 3. Hensen Gho Ajing (15 hari)

Nama yang tersebut diatas mendapatkan pengurangan hukuman atau remisi pada napi yang merayakannya sebagai mana diamanatkan dalam Undang-undang Republik Indonesia No. 12 tahun 1955 tentang pemasyarakatan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. or : 32 tahun 1999 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan dan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 174 Tahun 1999 tentang Remisi.

Sedangkan bagi, Lisdon Robin Hot Nainggolan dan Sanggam Apriadi pada hari tersebut dinyatakan bebas setelah dipotong masa tahanan (remisi).

Tampak diwajah narapidana yang menerima remisi dari Kalapas Jambi dan penyerahan remisi juga diiringi lagu-lagu natal yang dikumandangkan oleh Sudiro dan kawan-kawan, seusai acara penyerahan remisi dilanjutkan dengan Misa Natal.

Menurut Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Jambi, ST. Bowo Nariwono, bahwa yang mendapatkan Remisi bagi Umat Kristiani sebanyak 21 orang, 2 orang diantaranya pada hari tersebut dinyatakan bebas, setelah dipotong sisa tahanan (Rom).




KOTA JAMBI
Puluhan anak baru gede (ABG) mengisi liburan Natal bersama dengan pasangan yang bukan suami istri yang sedang berduaan di hotel melati dalam wilayah Kota Jambi.

Kehadiran team gabungan bagaikan petir dimalam hari bagi ABG yang sedang bermadu kasih dengan si jantung hati, lantaran para ABG tidak menduga bahwa pada malam Natal bakal ada razia.

Puluhan pasang laki-laki dan wanita serta beberapa wanita yang tidak memiliki identitas terjaring dalam razia penyakit masyarakat (pekat) yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS), Rabu malam (25/12). Razia bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi, Binamitra Poltabes Jambi, Dandim 0415/Batanghari, Den Pom Jambi, Kejaksaan Negeri (Kajari), Pengadilan Negeri (PN), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Jambi dimulai sekitar pukul 22.30 WIB.

Diantaranya tiga belas (13) pasangan yang tidak memiliki Surat Nikah sedang berduaan di kamar-kamar hotel, bahkan ada yang sedang bermadu layaknya pasangan suami istri ( pasuri,) semua diangkut ke kantor Dinas Pemberdayaan dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kota jambi, yang terletak di jalan jendral Sudirman The Hok Jambi untuk pemeriksaan sedangkan 2 wanita yang tidak memiliki identitas juga dinaikan ke truk Satpol PP.

Pria dan wanita tersebut, dijaring karena tidak dapat menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) atau identitas lainnya saat diminta oleh petugas. Razia yang digelar hingga pukul 04.30 WIB itu dilakukan di dua wilayah. Wilayah pertama di kawasan Kecamatan Pasar dan sekitarnya dan wilayah kedua di kawasan Kecamatan Telanaipura dan sekitarnya. Mereka yang terjaring antara lain dari Bajubang, Sarolangun, Kuala Tungkal dan Muaro Bungo.

Team satu wilayah Pasar dan Jambi Timur, menelusuri mulai dari hotel Anda, hotel Marina, hotel Tepian Angso, hotel Jambi Prima, hotel Mayang Sari I, hotel Anggrek, hotel Jambi Raya, hotel Dahlia, hotel 99, hotel Surya, hotel Orien, hotel Darnis, hotel Sofia serta hotel-hotel yang berada dikawasan Telanaipura dan Kotabaru.

Di antara mereka terdapat seorang wanita yang berjilbab di Hotel Mayang Sari II kawasan The Hok Jambi yang sempat dibawa ke Rumah Sakit akibat terkejut (shok) waktu diperiksa team gabungan di hotel. Pada malam tersebut juga wanita tersebut dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa dan selain itu juga terdapat satu pasang pelajar kelas II SMA di Sarolangun.

Menurut kata, Kepala Dinas PMKS Kota Jambi Joko Imam Santoso yang memimpin langsung razia tersebut mengatakan, razia dilakukan dengan tujuan menertibkan warga pendatang dari luar Kota Jambi. Para pendatang, katanya, harus memiliki identitas diri. Pria dan wanita yang dijaring akan didata dan dibina oleh petugas.

Pada malam tersebut mereka yang terjaring diwajibkan membuat surat pernyataan untuk tidak akan mengulangi perbuatan mereka, dengan sanksi apabila tertangkap lagi akan dimasukan kepanti sosial untuk dibina selama satu tahun. (Rom).


 GEREJA DAN KELENTENG LEBIH SEMARAK
KOTA – JAMBI
Tahun ini merupakan tahun yang luar biasa dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, karena tahun ini Umat Kristiani yang merayakan Hari Natal luar biasa ramainya, sehingga membuat panitia perayaan natal kewalahan.

Dari pantauan di Gereja Santa Theresia Jambi yang terletak di Jalan Raden Mattaher Jambi sejak pukul 17.00 WIB (24/12), Umat Khatolik telah berdatangan untuk bisa mengikuti Misa Natal, perayaan Natal tahun ini luar biasa bludak sehingga membuat sebagian besar umat Khatolik harus menempati ruang Paroki dan sisi kanan kiri bahkan samping pagar gereja, namun mereka bisa mengikuti Misa Natal melalui layar Televisi yang disediakan panitia disetiap sudut.

Thema yang diusung Natal tahun ini adalah “
Hidup Dalam Perdamaian Dengan Semua Orang< “ yang mana sebagai umat kita mesti bisa hidup berdampingan dengan damai. Menurut panitia Natal, bahwa untuk tahun ini panitia menyediakan empat ribu kursi plastik sebagai cadangan ternyata semua kursi terpakai, belum lagi kursi yang ada didalam gereja, umat yang hadir dalam Natal tahun ini diperkirakan hampir tujuh ribu orang. Selain di Gereja tertua di Kota Jambi yang dibanjiri Umat Khatolik dan gereja-gereja lain juga dibanjiri jemaat yang mengikuti Misa Natal . Umat Khonghucu Mulai Menikah di Klenteng < JAMBI Kebebasan beragama bagi umat Khonghucu dalam menjalankan ibadahnya nampaknya tidak terkendala lagi. Setelah masalah Kartu Tanda Penduduk (KTP) mereka yang saat ini sudah boleh mencantumkan agama Konghucu, saat ini pernikahan mereka di Klenteng pun telah diakui. Makanya saat ini umat Khonghucu sudah mulai melakukan pernikahan di Klenteng dan ini dapat dilihat saat pemberkatan pernikahan Fandy denga Enrica dilakukan MAKIN Klenteng Say Che Tien Lorong KONI IV, Kelurahan Talang Jauh, Kecamatan Jalutung, Kota Jambi. belum ada yang menikah di Klenteng. Sebelumnya itu lebih dikarenakan masih belum banyak tahunya umat Konghucu akan aturan tersebut. Padahal di beberapa daerah di Indonesia , aturan tersebut sudah berlaku dan mereka sudah bisa melaksanakannya di Klenteng. "Sampai saat ini sudah ada enam pasang penganten yang menikah di MAKIN Klenteng Say Che Tien Jambi dan ini memang suatu hal yang menggembirakan bagi umat Khonghucu. Kalau ada umat yang ingin menikah di sini, kami sangat senang karena selama ini memang tidak ada pernikahan umat Khonghucu di Klenteng," sebut Johan salah seorang pengurus Klentang Say Che Tien Jambi, kemarin. Dikatakan Johan bahwa pihaknya sudah mendapat mandat dari Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Pusat untuk dapat menyelenggarakan pemberkatan pernikahan. Saat ini di Klenteng Say Che Tien Jambi sudah memiliki rohaniawan umat Khonghucu, The Lien Teng. Pernikahan yang dilakukan pun dilaksanakan sesuai dengan ajaran agama Khonghucu. "Pembentukan Majelis Agama Koungucu Indonesia (MAKIN) Jambi sudah dilakukan 4 September 2007 lalu oleh MATAKIN Pusat. Setelah itu kita adakan pelatihan dan saat itu sudah ada rohaniawan di MAKIN Klenteng Say Che Tien Jambi melayani pemberkatan pernikahkan umat Khoghucu. Jadi selama setahun ini kita sudah menikahkan enam pasang mempelai, " jelas pria yang memang aktif di setiap kegiatan Klenteng ini. Pada kesempatan itu juga Johan juga mengakui bahwa pihaknya juga terus berusaha untuk menyosialisasikan keberadaan MAKIN Klenteng Say Che Tien Jambi. Hal tersebut dikarenakan selama ini umat Khonghucu Jambi banyak yang tidak mengetahui tempat pernikahan di Klenteng, makanya ke depan pihaknya terus berusaha untuk menyosialisasikan masalah pernikahan umat Khonghucu. "Jadi di sini kami menerima siapa saja yang ingin menikah disini. Sebab, memang saat ini sudah memiliki rohaniawan yang bisa menikahkan orang. Tapi hanya menikahkan saja, sedangkan resepsinya tergantung yang mempelai," akunya. Johan juga mengakui pihaknya masih terus melengkapi semua peralatan untuk melangsungkan pernikahan. Termasuk pakaian adat pernikahan. Sehari sebelum pernikahan, kedua pengantin juga mendapat nasehat pernikahan dari rohaniawan. "Soal pakaian adat, rohaniawan dan pasangan pengantin sedang diurus, mudah-mudahan kekurangan seperti ini akan dapat terpenuhi," janjinya. Sementara itu orangtua mempelai Fandy dan Enrica yang menikah di MAKIN Klenteng Say Che Tien Jambi, Subagio, mengatakan bahwa dalam keluarganya menikah di Klenteng merupakan hal yang baru. Selama ini tidak ada Klenteng yang melayani pernikahan. Tetapi karena saat ini sudah ada Klenteng yang bisa menikahkan maka anaknya dinikahkan di Klenteng Say Che Tien. "Karena agama kami Khonghucu, maka harus menikahkan anak kita di Klenteng dan kita senang karena di Jambi sekarang sudah bisa menikah di Klenteng. Padahal selama ini tidak ada sama sekali dan sebagai umat Khonghucu kebingungan. Dalam keluarga kami memang ini yang pertama kali dilakukan," sebut Subagio kemarin. Dikatakanya bila sudah ada pernikahan di Klenteng maka pihaknya dapat menikahkan keluarganya sesuai syarat yang diberikan. Tapi yang terpenting bagi dirinya ada tempat khusus umat Konghucu untuk menikahkan keluarganya. "Kami penuhi syaratnyua, kan sama saja pernikahan itu sesuai agama masing-masing. Jelasnya dalam pernikahan itu utamanya niatnya, karena memang kita harus menikah sesuai dengan agama yang kita anut," jelasnya. Menurut agama Khonghucu, pernikahan dimulai dengan pemasangan gaharu (hio) pada altar Tuhan (tien) dan dilanjutkan dengan sembahyang kepada Tuhan. Lalu dilanjutkan kepada sang Dewa dan saat itu kita menyampaikan kepada Tuhan dan Dewa bahwa kita akan melangsungkan pernikahan ditempat itu dan berjanji akan menjalankan keluarga sebaik-baik mungkin. Tradisi dan ritual yang dilakukan sama seperti sembahyang biasa, tetapi memang niat dalam sembahyang tersebut saja berbeda dengan biasa. Setelah menyelesaikan ritual maka kedua mempelai menandatangani surat Nikah dari MATAKIN Jambi disaksikan rohaniawan, saksi-Saksi dan kedua orangtua. Selanjutnya dilakukan tukar cincin kedua mempelai sebagai tanda sudah menikah. 2,1 Juta KK Ikuti Program Transmigrasi p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal { margin: 0mm 0mm 0.0001pt; font-size: 12pt; font-family: "Times New Roman"; }span.yshortcuts { }div.Section1 { page: Section1; } JAKARTA - Penyelenggaraan Program Transmigrasi telah ikut mewarnai perjalanan panjang sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia . Mulai zaman Kolonisasi tahun 1905 yang memindahkan penduduk Jawa ke Gedong Tataan di sampai pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu tahun 2008 ini, tercatat jumlah akumilasi sebanyak 2.101.178 KK yang telah mengikuti program transmigrasi. Selama periode Kolonisasi, transmigran yang dimukimkan sebanyak 60.155 KK, Pra-Pelita (1945-1968) 98.631 KK, Pelita I sampai VI (1969-1999) 1.808.823 KK, Kabinet Reformasi (1999-2000) 33.995 KK, Kabinet Gotong Royong (2000-2004) sebanyak 61.447 KK dan Kabinet Indonesia Bersatu 38.127 KK. Demikian diungkapkan Menakertrans, Dr. Ir. Erman Suparno, MBA, MSi saat membuka secara resmi Saresehan Transmigrasi tahun 2008 di Hotel Bumikarsa, Komplek Bidakara Jakarta, Selasa (23/12). Saresehan ini diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari unsur perguruan tinggi , politisi, Lembaga Swadaya Masyarakat , Bupati, Kepala Dinas, PATRI, HMPTI, anggota komisi IX DPR RI dan pejabat di lingkungan Depnakertrans. Menakertrans mengatakan, program transmigrasi telah memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan daerah yang berujung pada peningkatan kemajuan pembangunan nasional. Sampai bulan Oktober 2008, dari 3003 UPT (Unit Permukiman Terpadu) telah membentuk 240 kecamatan dan 88 Kabupaten serta 1 Provinsi Baru. Sementara jumlah UPT baru yang masih dalam pembinaan berjumlah 392 UPT dengan jumlah penduduk 87.803 KK. Pelaksanaan transmigrasi paradigma baru yang diimplemantasikan dengan pembangunan 20 Kota Terpadu Mandiri (KTM) di seluruh Indonesia terbukti mendapat sambutan positif dari masyarakat transmigran, penduduk asli maupun pemerintah daerah. Aspek percepatan pemerataan pembangunan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat diwujudkan dalam bingkai program transmigrasi nasional. Dalam penyelenggaraan transmigrasi, masih terdapat beberapa masalah utama yang menjadi hambatan perkembangan program transmigrasi, diantaranya adalah status dan kualitas lahan di lokasi transmigrasi yang kurang subur, pembangunan infrastruktur yang belum memadai sehingga arus angkutan transportasi, penjualan barang dan jasa terhambat serta minimnya kualitas transmigran yang pada umumnya merupakan keluarga miskin yang terikat dengan cara hidup tradisional, berpendidikan rendah dan minim keterampilan kerja. Selain itu, adanya keterbatasan anggaran pemerintah menyebabkan penyelenggaraan transmigrasi belum dapat optimal sepenuhnya baik dari segi kuantitas penempatan transmigran maupun kualitas program transmigrasi. Masih rendahnya partisipasi sector usaha swasta dalam menanamkan modalnya di daerah transmigrasi pun menjadi kendala perkembangan daerah-daerah transmigrasi. Namun, dengan kerja sama erat dan terpadu antara pemerintah pusat, pemerintah daerah tingkat provinsi, kabupaten/kota dan badan usaha/swasta dan masyarakat, diharapkan pelaksanaan program transmigrasi dan pembangunan KTM dapat terus dilaksanakan, semakin baik dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. (ndu).

 NARKOBA MARAK KEHIDUPAN MALAM SEMARAK

Peredaran Narkoba Merambah ke Desa

JAMBI
Masyarakat Jambi diminta mewaspadai peredaran Narkoba yang saat ini sudah merambah sampai ke desa-desa dan anak sekolah dasar (SD).
Demikian dikatakan Asisten III Setda Provinsi Jambi Fauzie Ansyori dalam acara pembukaan Raker Daerah Badan Narkotika Provinsi, Badan Narkotika kabupaten/kota se-Provinsi Jambi, kemarin (23/12).
“Peredaran narkoba kini sudah masuk desa, bahkan hiburan organ tunggal sering digunakan sebagai ajang mabuk dan penggunaan narkoba,” ujarnya.
Sebab itu, pemerintah kabupaten/kota diminta keseriusan dan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba. Kalau tidak, ke depan akan menghancurkan kehidupan bangsa, dan generasi muda akan hancur.
Human Development Index berdasarkan UNDP tahun 2007 menyatakan, Indonesia berada di urutan 114 dibawah Vietnam dalam konsumsi narkoba. Apabila masalah ini tidak segera ditanggulangi, maka SDM akan semakin melemah.
Dalam raker tersebut, dibahas empat agenda dan sepuluh sub agenda yang akan mencarikan solusi dan tindakan dalam rangka melakukan pemberantasan narkoba di Jambi.
Hal ini akan dapat berjalan manakala ada sebuah sinergi yang dihasilkan dari sejumlah instansi terkait dan pemerintah dalam upaya mendukung program-program yang telah disusun Badan Narkotika Nasional dan Badan Narkotika Provinsi Jambi. (ndu)


CERITA BASI KESALAHAN DALAM BERTINDAK


SUNGAI PENUH Kabupaten Kerinci kemarin mencekam. Ribuan massa yang mengatasnamakan masyarakat Kerinci melakukan demonstrasi menuntut Bupati Fauzi Siin mundur dari jabatannya.
Selain itu, para pendemo juga menuntut agar diusut korupsi bupati bersama kroninya ini. Tuntutan pendemo yang dikenal Tritura-tiga tuntutan rakyat-juga meminta hak rakyat dan pegawai negeri seperti tunjangan guru diberikan serta menegakkan keadilan dan demokrasi di Kerinci.
Kronologis demonstrasi ini awalnya massa dari daerah Semurup menggelar aksi di gedung nasional Sungaipenuh. Tapi, tak lama kemudian lantaran di gedung empat jenis yang jaraknya sekitar 25 meter dari Gedung Nasional ada rapat paripurna pengesahan PPAS (Plafon Prioritas Anggaran Sementara ) 2009, massa langsung mengarah ke gedung empat jenis tersebut dan melakukan aksi didepan gedung tersebut.
Demo yang berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga sore hari kemarin sempat berlangsung anarkis, setelah massa merasa apa yang menjadi tuntutan mereka tidak dikabulkan. Terlebih, ketika perwakilan mereka yang sebelumnya diterima oleh Dewan dan Sekda Kerinci tidak terakomodir hingga meninggalkan ruang sidang paripurna.
Sebelum terjadinya anarkis, para perwakilan pendemo yakni Saiful Roswandi, Nurzal Hadi, Fesdiamon dan beberapa orang rekannya sempat melakukan dialog dengan Ketua DPRD H Nasrul Madin didampingi Wakil Ketua HZ Arifin Adnan, Sekda H Maaruf Kari serta beberapa anggota Dewan dan Muspida Kerinci.
Situasi dialogpun tak terkendali dan sempat tegang, lantaran dari pendemo meminta agar dewan segera melakukan sidang istimewa meminta pemberhentian Bupati H Fauzi Siin waktu itu juga.
Ketua DPRD Kerinci H Nasrul Madin sebagai pimpinan sidang menyebutkan, sidang istimewa itu tetap akan dilakukan, namun untuk saat ini tak bisa dilakukan karena sekarang ini jumlah anggota dewan hanya 18 orang. “Kalaupun kita lakukan sidang istimewa sekarang jelas akan cacat hukum. Sebab sesuai dengan aturan yang ada maka paling tidak tiga perempat dari jumlah anggota dewan itu harus hadir, atau paling tidak 27 orang dari 35 jumlah anggota dewan,” terang Nasrul Madin.
Namun lantaran merasa tak puas setelah berbalas pantun soal keinginan pendemo itu akhirnya sambil meninggalkan ruang pertemuan, Saiful Roswandi bersama rekannya meminta dewan memikirkan hal tersebut selama 3 hari ini. “Yang kami minta adalah dewan melakukan sidang istimewa pemberhentian bupati, kami berikan waktu selama tiga hari ini kepada dewan memikirkannya,” kata Saiful Roswandi sambil meninggalkan ruang sidang bersama beberapa perwakilan pendemo lainnya dan menemui pendemo lainnya.
Kapolres Kerinci yang sempat dimintai pendapatnya oleh Ketua DPRD Kerinci, usai perwakilan pendemo meninggalkan ruang rapat sempat menyampaikan agar dewan bersama muspida melakukan komunikasi dengan pendemo termasuk komunikasi dengan Bupati. “Hemat saya jalan terbaik adalah melakukan komunikasi dengan pendemo dan juga Bupati. Siapa tahu ada solusinya dari Bupati Kerinci nantinya,” terang Kapolres Kerinci AKBP Drs Sunarwan Sumirat kepada pimpinan dan anggota dewan di gedung, kemarin.
Dari pantauan koran ini, seiring digelarnya pertemuan digedung empat jenis kemarin, massa yang berada di luar gedung masih melakukan orasi dan sambil meneriakkan yel-yel meminta Bupati segera turun dari jabatanya.
Selain itu, massa juga meneriakkan ada kecurangan pilkada Kerinci ini juga ada kaitannnya dengan bupati. “Turunkan Fauzi Siin, Turunkan Fauzi Siin, ” demikian suara yang terdengar dari luar geduang empat jenis kemarin.



Masih dari pantauan di dalam gedung kemarin, pada saat berlangsungnya dialog terlihat Sekda juga terlihat tidak bisa berkomentar banyak soal tuntutan pendemo. Sedangkan yang terjadi hanya berbalas pantun antara Dewan dan perwakilan pedemo saja.
Lantaran tidak adanya keputusan didalam gedung itulah menyebabkan massa menjadi anarkis dengan melempari kendaraan yang ada di dalam pekarangan gedung tersebut, termasuk melempari gedung empat jenis hingga mengakibatkan kaca-kaca pecah berantakan. Bahkan massa juga berhasil masuk ke dalam gedung dan menyendera Ketua DPRD, Sekda dan bersama beberapa orang anggota dewan lainnya.
Kejadian ini berlangsung berjam-jam lamanya, massa dikabarkan terus bertambah hingga situasi tak terkendali. Lantaran dikabarkan massa dari Pondok Tinggi juga ikut serta dalam aksi yang sebelumnya dipenuhi oleh warga Semurup.
Bupati Kerinci H Fauzi Siin melalui Kabag Humas Hasferi Akmal mengaku legowo menerima semua ini. Hanya saja dirinya mengatakan diminta ataupun tidak, dirinya (bupati, red) juga akan mengundurkan dirinya sebagai Bupati Kerinci sebagaimana ketentuan hukum yang mengaturnya. “Pak bupati menerimanya baik diminta ataupun tidak juga akan meletakkan jabatannya lantaran sudah habis,” terangnya.
Hasferi menyayangkan aksi anarkis yang terjadi kemarin. Karena, massa yang melakukan demonstrasi diduga sebenarnya terkait kasus pilbup Kerinci yang dimenangkan Murasman-Rahman (MR). " Entah bagaimana kok tiba-tiba beralih minta bupati mundur. Inikan lucu,"ungkapnya.
Dikatakannya, sebagaimana diketahui bahwa masa jabatan Bupati Kerinci H Fauzi Siin dalam periode ke dua ini akan berakhir 3 Maret mendatang dan akan digantikan oleh Bupati terpilih nantinya Saat ditanyakan dimana keberadaan Bupati H Fauzi Siin, dirinya mengatakan bahwa Bupati sedang berada di Padang lantaran baru kembali dari

Jakarta . “ Pak Bupati sekarang di Padang dan dalam beberapa hari ini akan kembali ke Kerinci,” ungkapnya Sekda-Ketua DPRD Disandera



DEMO yang dilakukan oleh masyarakat Kerinci menuntut Bupati Kerinci Fauzi Siin segera turun dari jabatannya betul-betul anarkis. Disamping berhasil menguasai gedung, massa juga sempat menyandera Sekda Kerinci Maaruf Kari serta beberapa anggota dewan termasuk Ketua DPRD. Sekda dan beberapa anggota dewan saat itu sedang melakukan rapat paripurna penyampaian APBD tahun 2009 tentang PPAS.
Tujuan dari penyanderaan tersebut adalah agar Sekda dan anggota dewan tidak meninggalkan gedung. Dimana massa menginginkan supaya diadakan rapat istimewa agar Bupati Fauzi Siin berhenti dari jabatannya sebagai Bupati Kerinci.
Penyanderaan Sekda, Ketua DPRD dan anggota DPRD Kerinci tersebut berlangsung selama dua jam untuk menunggu anggota DPRD yang lainnya yang belum hadir, agar rapat istimewa bisa dilaksanakan.
Setelah disandera dua jam, Sekda dan pejabat yang berada di dalam gedung diselamatkan satu persatu oleh aparat keamanan dan diungsikan ketempat yang aman.
Didalam penyanderaan tersebut, massa yang masuk kedalam gedung empat jenis tersebut berhasil meminta anggota dewan menandatangani Fauzi Siin diberhentikan. Lima Fraksi yang di DPRD Kabupaten Kerinci manandatangani kesepakatan tersebut diatas materai.

Lima Fraksi tersebut yakni fraksi Golkar, PAN, PKPB, PBB, fraksi Gabungan, hal tersebut juga diutarakan oleh wakil DPRD Kerinci Z Arifin Adnan yang juga disandera oleh massa. “Memang benar tadi lima fraksi menandatangani kesepakatan tersebut,” ucapnya.
Menurutnya, karena kami merasa terancam dan didesak oleh mau tidak mau pihaknya menandatangani kesepakatan tersebut. “Setelah menandatangani kesepakatan tersebut, baru kami bisa keluar dari penyanderaan oleh ,” terang HZ Arifin pula.

KPK SEGERA SELIDIKI KASUS KORUPSI PENERIMAAN CPNS DI KERINCI

BERITA KERINCI




Ditulis oleh fyo

SUNGAIPENUH - Mahasiswa dan pelajar Kabupaten Kerinci kembali menggelar aksi demonstrasi, kemarin (23/2). Aksi demonstrasi dilakukan secara terpisah. Mahasiswa dari PMII menggelar aksi di gedung DPRD Kerinci. Pelajar menggelar aksi di SMA Negeri 1 Air Hangat, Kabupaten Kerinci.
Aksi yang digelar di DPRD Kabupaten Kerinci, kemarin siang itu nyaris ricuh. Pasalnya, keinginan mahasiswa untuk menggelar pertemuan dengan dewan, guna mempertanyakan janji dewan membentuk pansus dugaan kecurangan tes CPNS Kerinci, dihalang-halangi Satuan Polisi Pamong Praja. Bahkan, terjadi aksi dorong-mendorong di depan pagar masuk dewan.

Karena tidak berhasil menemui anggota DPRD Kerinci tersebut, mahasiswa melempari gedung DPRD Kerinci dengan telor busuk, serta membakar sebuah spanduk di sebuah tiang bendera.

”Kami ke sini ingin menuntut janji pimpinan DPRD Kerinci tentang pembuatan Pansus CPNS tahun 2010 pada aksi tanggal 5 Januari 2010 lalu. Tapi, janji itu tidak dipenuhi dewan. Hingga sekarang, dewan tidak membuat Pansus CPNS,” ujar Rinaldi, Ketua PMII Cabang Kerinci.

Sementara itu, di SMA Negeri Air Hangat, sebanyak 891 siswa melakukan unjuk rasa yang meminta supaya Kepala Sekolah Yasril Isril dicopot dari jabatannya. Salah satu tuntutan siswa supaya kepsek diganti, karena diduga melakukan korupsi dan banyak melakukan pungutan di sekolah tersebut. Akibat aksi tersebut, aktivitas belajar mengajar dihentikan.

Mat Seri, Kadis Pendidikan mengatakan, atas kejadian aksi tersebut, pihaknya akan segera turun ke SMA Negeri Air Hangat. Bahkan adanya keinginan siswa untuk menurunkan kepala sekolah tidak disetujuinya. ”Kita akan turun ke sekolah dan meminta supaya aktivitas belajar mengajar dilanjutkan kembali. Tidak ada istilah pencopotan kepsek melalui demo,” terangnya. (fyo)

KPK Selidiki Dugaan Korupsi Penerimaan CPNS

image

Jakarta, CyberNews.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku mencium indikasi tindak pidana korupsi dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di sejumlah institusi dan pemerintah daerah. Karena itu, KPK melakukan penyelidikan terkait dugaan ini.
"Di pemerintah pusat dan daerah, di beberapa pemkab (pemerintah kabupaten). Sudah masuk penyelidikan," kata Wakil Ketua KPK Mochammad Jasin usai diskusi di Hotel Nikko, Rabu (9/2).
Dia enggan menjelaskan penyelidikan dilakukan pada institusi atau pemerintah daerah mana. Dia khawatir, mengungkapkan banyak informasi dapat mengganggu proses penyelidikan. "Kita sekarang kedap (rahasia), nanti mereka akan tahu kalau diintai. Sekarang sedang proses, jangan ditanya dulu ya," ujarnya.
Namun saat ditanya apakah pemerintah daerah di Jawa Tengah termasuk melakukan penyelidikan, Jasin menegaskan, ''sudah masuk (penyelidikan).''
Ditanya soal modus yang dilakukan dalam penerimaan CPNS, Jasin menegaskan, praktik yang dilakukan adalah suap dan pemerasan. ''Dua-duanya (suap dan pemerasan),'' kata Jasin.
Selama ini, pengumuman hasil CPNS di instansi pemerintah, khususnya di daerah seringkali diwarnai unjuk rasa karena dituding beraroma suap. Januari lalu, unjuk rasa penolakan hasil rekrutmen CPNS ini terjadi di beberapa daerah, antara lain Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara, Kabupaten Kerinci Jambi dan Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Mahendra Bungalan / CN16 / JBSM


Meluas, Demo Ribuan Massa Tuntut Bupati Kerinci Mundur

Ribuan massa di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi yang berunjuk rasa, Senin, menuntut Bupati setempat, Fauzi Siin agar mundur dari jabatannya berakhir rusuh dengan merusak Gedung Nasional dan menghancurkan mobil dinas Sekretaris Daerah (Sekda).

Unjuk rasa massa berakhir rusuh itu, karena DPRD setempat yang berkantor sementara di Gedung Nasional Kerinci kurang menyambut aspirasi yang disampaikan mereka.

Misalnya menuntut Bupati Fauzi Siin mengundur diri dari jabatannya, karena diduga terlibat kasus korupsi anggaran APBD, dan tidak peduli terhadap nasib guru, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan petani.

Awal kerusuhan itu terjadi ketika ribuan massa itu berusaha memasuki Gedung Nasional, dan bertindak anarkhis, sehingga sempat membuat aparat keamanan memberi peringatan tembakan ke udara, namun tidak diindahkan.

Koordinator Lapangan (Korlap) unjuk rasa di Kabupaten Kerinci (berjarak sekitar 419 Km dari arah barat Kota Jambi) itu, mengatakan, aksi mereka tersebut murni menuntut ketidakberpihakan Pemkab Kerinci kepada rakyat, dan tidak ada kaitannya dengan politik setelah pilkada pekan lalu.

Sementara itu, Kapolres Kerinci, AKBP Sunarman Sumirat mengatakan, hingga malam ini anggotanya masih siaga di lokasi kejadian, untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diingini.

"Meski kami berhasil meredam tindakan dan membubarkan ribuan pengunjukrasa, namun petugas keamanan masih disiagakan untuk mengantisipasi kejadian yang sama," katanya.

Tidak korban jiwa dalam aksi kerusuhan massa itu, namun sejumlah kaca Gedung Nasional pecah, dan mobil dinas Sekda Kerinci mengalami kerusakan.


Demo CPNS Kerinci Ricuh

KERINCI–Aksi Demo Mahasiswa menuntut dibentuknya pansus CPNS Kerinci di DPRD Kerinci kemarin (5/01) ricuh. Ratusan Mahasiswa yang terdiri dari PMII, HMI, Gempur, IMM BEM STIT dan BEM STAIN Kerinci datang ke DPRD Kerinci sekitar Pukul 10.00 wib, untuk menuntut DPRD Kerinci membentuk Pansus CPNS Kerinci. Mahasiswa yang terdiri dari berbagai organisasi mahsiswa ini mencoba memasuki kawasan DPRD Kerinci namun dihadang oleh aparat keamanan yang terdiri dari pihak Sat Pol PP dan pihak Kepolisian dari polres Kerinci, adu mulut tidak bisa dihindari akhirnya mahasiswa mencoba menembus brikade pihak keamanan dengan mendorong pintu pagar depan.

Sementara mahasiswa yang lain berusaha memasuki Ruang Kantor DPRD Kerinvi melalui pintu samping dengan memaksa masuk sehingga terjadi saling hantam antara Pol PP dengan mahasiwa, namun hal tidak berlangsung lama.

Ketua PMII Kerinci Rinaldi mengatakan bahwa kami dari PMII Kerinci menuntut tiga hal pertama soal CPNS Kerinci, hasil audit BPK tahun 2009, dan proyek fiktif 2010. “Tiga hal itu tuntutan kita, dan kita minta yang pertama adalah dibentuknya Pansus CPNS tahun 2010, jika terbukti kita minta Dewan mendesak bupati Kerinci mundur,”tegasnya.

Menurut Mahasiswa perekrutan CPNS Kerinci serat dengan permainan uang hingga ratusan juta lebih, dan itu sangat merugikan bagi orang-orang yang punya kemampuan tetapi tidak punya uang. “ Untuk apa kuliah, kalau yang lulus CPNS hanyalah orang yang punya uang,”tegas Rinaldi.

Hal itu menurut Rinaldi semuanya sudah terbukti dengan adanya beberapa nama yang sudah diatas usia 35 tahun tetapi masih lulus CPNS, sementara itu kelulusan CPNS 2010 masih diwarnai dengan banyaknya anak pejabat yang lulus dan mayoritas dari wilayah Siulak. “ ya Murasman bupati Kerinci bukan Bupati siulak,”tegas orator aksi. Tidak hanya itu mahasiswa yang tergabung di beberapa organisasi mahasiswa ini mengacam akan tidur di lapangan DPRD Kerinci bila tidak selesai pansus dibentuk. “Kita akan menunggu sampai pansus terbentuk, dan kami akan melakukan aksi demo ini hingga tiga hari berturut.”sebut Rinaldi lagi.

Mahasiswa yang bernaung dibeberapa organisasi mahasiswa ini bergerak dari sekretariat masing seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bergerakan dari sekretariat di jalan Depati Parbo nomor 38 Sungaipenuh dengan berjalan kaki menuju gedung DPRD Kerinci. Sementara Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kerinci juga bergerak dari sekretariat HMI Cabang Kerinci, dan Badan Eksekutif mahasiswa (BEM) BEM STIT dan BEM STAIN Kerinci, bergerak dari kampus masing-masing dengan menyuarakan hal yang sama yakni dibentuknya Pansus CPNS Kerinci oleh DPRD Kerinci.

Situasi yang sempat terkendali kembali memanas saat mahasiswa mengetahui Bupati Kerinci meninggalkan gedung DPRD Kerinci melalui pintu belakang karena menolak bertemu dengan mahasiswa. “ya, Bupati Kerinci keluar lewat pintu belakang karena ada urusan lain,”ujar salah seorang staf Bupati Kerinci.

Sehingga emosi mahasiswa yang sudah lama menunggu didepan kantor DPRD Kerinci yang menunggu Bupati Kerinci tidak terpenuhi, sehingga mahasiswa berusaha menghadang Bupati Kerinci yang ingin meninggalkan DPRD Kerinci.

Suasana kembali ricuh saat mengetahui mahasiswa yang ingin bertemu Bupati dihadang oleh aparat keamanan sehingga terjadi saling dorong antara petugas degan mahasiswe bahkan saling kejar dengan pihak keamanan yang terus menghalangi mahasiswa. Untuk diketahui, demontrasi yang digelar mahasiswa di Kantor DPRD Kerinci dengan 700 masa, terdiri dari PMII, HMI, IMM, Gempur, BEM STAIN, dan BEM STIT. Mendapat pengawalan ketat aparat keamanan, dengan menerjunkan dua Pelton Satpol-PP, 200 Aparat Kepolisian, dan dua Pelton TNI. Hal ini diungkapkan Kapolres Kerinci, AKBP Hastho Rahardjo melalui Kabag Ops, Kompol Budi S.

“Sesuai surat pemberitahun yang disampaikan kepada kita, masa berjumlah 500 orang. Namun, pantauan di lapangan, jumlah masa sekitar 700 orang. Sementara keamanan, Satpol-PP sebanyak dua Pelton, 200 Polisi (80 Berseragam), dan dua Pelton TNI,” jelas Budi. Ketika ditanya, apakah kehadiran TNI atas permintaan Polisi? Budi mengatakan “TNI turun bukan permintaan Polres, itu sebagai bentuk antisipasi,” pungkas Kabag Ops.(Jambi Ekspres)