Laman

Senin, 11 Oktober 2010

KERINCI PATENKAN TARI MAHLIGAI KACO TAKUT DI SEROBOT MALAYSIA

Berita Kerinci Kekayaan budaya Provinsi Jambi akan kembali bertambah. Tarian Niti Naik Mahligai Kaco yang berasal dari Kerinci, menggambarkan acara puncak penobatan secara magis pada seseorang yang memiliki ilmu kesaktian tinggi, kini telah diajukan hak patennya oleh Pemerintah Kabupaten Kerinci.
Dalam tarian yang bernuansa magis itu, digambarkan penobatan yang berlangsung dengan upacara selama tujuh hari tujuh malam. Empat penari terlebih dahulu diuji kesaktiannya seperti meniti mangkuk di atas telur, meniti di atas duri dan paku, berjalan di atas sebilah pedang, ditusuk dengan sebilah tombak yang tajam dan kokoh dan berjalan di atas api yang sedang membara untuk kemudian dipadamkan. Setelah ujian terlewati, maka penari tersebut diperkenankan untuk menaiki mahligai yang dibuat dari sehelai kertas karton tipis berwarna putih yang melambangkan mahligai kaco (kaca).

Dengan dinaikkannya sang penari di atas mahligai kaco, pertanda sang penari sudah lulus dari semua ujian yang diberikan. Tarian itu benar-benar memikat penonton saat disajikan di depan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar, ketika menghadiri peresmian Law Center (Pusat pelayanan Hukum dan HAM Terpadu), Sabtu (9/10) lalu.

Tarian itu sempat pula membuat wanita-wanita yang turut menyaksikan bergidik ngeri. Pasalnya, tarian tersebut tentunya dapat membahayakan jiwa sang penari. Namun uniknya, sang penari sedikitpun tidak terluka.

“Ini merupakan perlambang dari Bumi Alam Sakti Kerinci, tarian ini memang bernuansa magis. Tidak semua bisa menarikan tari ini, karena perlu keterampilan dan latihan khusus. Jadi jangan coba-coba meniru adegan tadi,” kata Safril, salah seorang tokoh masyarakat Kerinci yang juga hadir menyaksikan tarian buah karya masyarakat Kerinci tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kerinci Murasman menyerahkan dokumen berisi persyaratan untuk mematenkan hak cipta Tari Niti Naik Mahligai Kaco tersebut. Upaya itu dilakukan Murasman karena khawatir nantinya ada oknum yang mengklaim tarian tersebut sebagai hail karya daerah tertentu.

“Ini adalah kekayaan intelektual. Jadi harus dilindungi, apalagi tarian ini memang menunjukkan kekhasan daerah Kerinci. Saya baru satu kali datang ke Jambi ini, tetapi kekayaan budayanya sungguh sangat memikat. Ini baru satu yang saya lihat, belum semua,” sebut Patrialis Akbar, meminta kepada kepala kantor Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Jambi untuk segera menindaklanjuti pembuatan hak paten atas Tari Niti Naik Mahligai Kaco tersebut.

MASAALAH PAD JAMBI

Berita Kerinci Effendi: Pansus Tak Mandek

Ketua DPRD Provinsi Jambi Effendi Hatta, membantah kerja Panitia Khusus (Pansus) Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jambi mandek. Menurut Effendi, memang setiap rapat pansus tidak semua anggota pansus bisa hadir. Tetapi, ketidakhadiran tersebut dikarenakan anggota pansus sedang memiliki agenda kerja yang lain.

“Siapa bilang mandek? Kawan-kawan wartawan dapat menilai sendiri, yang tidak ikut rapat karena ada tugas yang harus dikerjakan. Mereka (pansus, red) masih tetap bekerja,” tegas Effendi Hatta, kemarin (10/10).

Effendi menegaskan pansus yang sudah terbentuk tersebut, tidak akan dibubarkan dalam waktu dekat. “Tidak ada pembubaran. Mereka akan tetap bekerja, setidaknya untuk tiga bulan ke depan,” imbuh Effendi Hatta, lagi.

“Ada beberapa agenda yang harus diselesaikan dan menjadi prioritas pansus. Kita harapkan akan selesai dalam tiga bulan ke depan,” jelasnya.

Terpisah, Henri Masyhur, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi yang juga ketua Pansus PAD Provinsi Jambi menegaskan, pansus tetap akan bekerja. Buktinya, sudah beberapa kali pansus mengadakan pertemuan dengan pihak terkait.

Bahkan, dari pertemuan itu, terungkap beberapa kendala dan kebocoran dalam perolehan PAD Provinsi Jambi di tahun-tahun lalu. Henri menjelaskan, setidaknya ada dua masalah utama dalam perolehan PAD Jambi. Yakni, dari segi perencanaan dan pengawasan.

Menurutnya, perencanaan target capaian PAD Provinsi Jambi, belum disusun dengan rencana matang. Akibatnya, pencapaiannya tak masimal. Peran Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Jambi, dinilai belum bekerja dengan baik.

Begitu pula dengan pengawasan, lagi-lagi, Dispenda dinilai lemah. Pasalnya, saat realisasi PAD, masih ada beberapa sektor PAD yang diduga bocor.

Misalnya, dari sektor retribusi alat-alat berat di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi. Soal ini, Henri menjelaskan panjang lebar.

Sejak beberapa tahun lalu, Dinas PU Provinsi Jambi diberi alat-alat berat yang cukup banyak. Setiap hari, biaya sewa satu unit alat berat diperkirakan senilai Rp 2 juta. Jika dikalikan 30 hari, retribusi alat berat di dinas itu bisa mencapai Rp 60 juta.

“Faktanya, pendapatan dari alat berat sangat kecil. Hanya ratusan juta, ini ada apa?” ungkap Henri, kepada Jambi Independent, kemarin (10/10).

Kebocoran lain yakni dari pajak kendaraan bermotor. Termasuk, dari pajak kendaraan di atas air. Sektor transportasi air, katanya, sangat potensial untuk ditarik retribusi agar PAD Jambi bisa meningkat.

Dari beberapa contoh itu, pansus menilai, PAD Provinsi Jambi berpotensi untuk ditingkatkan. Tinggal lagi menggali lebih dalam masalah-masalah apa saja yang selama ini timbul, lalu mencarikan solusi, dan terakhir, mencari potensi-potensi PAD yang baru bagi provinsi Jambi.

Untuk itu, dia berharap ada kerja sama yang erat dari dinas-dinas terkait, termasuk dari pihak swasta yang bekerjasama dengan Pemprov Jambi. “Kita akan panggil juga pihak swasta,” beber Henri, lagi.

Beberapa pihak swasta yang akan dipanggil untuk rapat dengar pendapat (hearing) bersama pansus dewan, yakni, manajemen WTC Batanghari Jambi, manajemen Hotel Ratu & Resort dan manajemen Mess Jambi.

Pada Senin (11/10) ini, Pansus PAD Dewan bakal memanggil lima dinas/instansi di lingkup Pemprov Jambi. Salah satunya, Dinas PU Provinsi Jambi. “Rapat dimulai sekitar pukul 10.00, ada lima dinas yang kita panggil,” tandasnya.

USMAN ERMULAN DAN SAFRIAL SALING LAPOR

JEMBATAN DI TANJUNG JABUNG BARAT Berita Kerinci Belum Ada Satu Pun yang Diputuskan

KUALATUNGKAL - Suhu politik di Tanjab Barat makin panas. Setelah saling adu kekuatan massa dan perang survei, dua pasangan calon bupati-calon wakil bupati (cabup-cawabup), Safrial-Yamin (SbY) dan Usman-Katamso (Utama) juga terlibat saling lapor ke panwaslu dan polisi. Yang teranyar, kemarin (10/10), tim pemenangan Usman-Katamso (Utama) melapor dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan Safrial di Parit III, Kecamatan Tungkal Ilir ke panwaslu. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa Safrial dengan mobil dinas didampingi beberapa pejabat teras Tanjab Barat mengunjungi salah satu rumah warga yang diduga sembari bersosialisasi.

Ini bukan yang pertama tim Utama melaporkan Safrial-Yamin (SbY). Sebelumnya, tim Utama juga melaporkan tim SbY ke panwaslu terkait bagi-bagi kain batik, dan kampanye di luar jadwal yang dilakukan Yamin di Tungkal Ilir.

Sebelumnya, pihak Safrial-Yamin pada Jumat (8/10) lalu melaporkan tim Utama ke panwaslu dan Polres Tanjab Barat. Tuduhannya, soal provokasi SARA, keterlibatan anggota Komisi III dalam berkampanye, dan keikutsertaan PNS dalam mendukung pasangan nomor urut dua.

Pantauan di lapangan, kemarin, puluhan tim Usman-Katamso mendatangi panwaslu sembari melaporkan temuan pelanggaran jadwal kampanye calon incumbent. Sebagai pelapor adalah Abdurrahman.

Dalam laporannya, Abdurrahman menuding Safrial telah melanggar jadwal kampanye. Calon incumbent itu seharusnya berkampanye di zona TJB 2 dan TJB 4. Sementara, Parit III yang berjarak sekitar satu kilometer dari RSD KH Daud Arif, masih dalam kawasan Tungkal Ilir.

“Hari ini yang kampanye di Tungkal Ilir adalah nomor urut dua. Dan yang kami sesalkan, pada hari ini (kemarin, red) Safrial tidak ada cuti, tapi kenapa bersosialisasi di rumah warga,” katanya kepada Harian Tanjab (Jambi Independent Group).

Menurut dia, dalam kunjungan kemarin, Safrial memberikan bantuan uang dalam amplop untuk pembersihan kuburan. Uang tersebut diberikan kepada salah satu perwakilan warga setempat.

“Kami minta panwaslu segera menindaklanjuti temuan ini. Bukti video dan rekaman ada sama kami, dan akan kami serahkan ke panwaslu untuk ditindaklanjuti,” kata ketua salah satu ormas Islam di Tanjab Barat itu.

Dijelaskan, dalam kunjungan ke salah satu rumah warga di Parit III, calon incumbent nomor urut 1 itu menggunakan batik dan mengendarai mobil dinas. Safrial tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 dan melakukan sosialisasi hingga pukul 11.30. Puluhan warga turut hadir saat mantan dosen Unja itu mengunjungi rumah warga.

“Sehabis dari Parit III itu, Pak Safrial menuju Parit Ponco. Tapi dua orang anak buah saya sempat diusir, tidak diperbolehkan ikut,” kata dia.

Ketua Panwaslu Tanjab Barat Rusli Tarigan, mengatakan, laporan tersebut akan ditindaklanjuti. Memang diakuinya, pada 10 Oktober 2010, pasangan nomor urut satu berkampanye di Zona TJB 2 dan TJB 4. “Laporan ini akan kita lanjuti sesuai aturan. Dan kita juga minta barang buktinya, berupa rekaman dan foto,” katanya.

Keterangan yang dihimpun harian ini, Safrial dalam kunjungannya berdialog dengan warga di Parit III, Kecamatan Tungkal Ilir. Safrial memberikan gambaran bahwa dengan adanya penambahan mesin di PLTG, krisis listrik akan teratasi. Safrial juga mengatakan jika pasokan gas yang dari Petrochina bisa ditambah, maka daya tersalur di Tanjab Barat sebesar 11 megawatt lebih.

Dalam rekaman video itu, salah satu warga juga mendukung Safrial untuk terpilih kembali. “Kami mendukung bapak untuk menjadi Bupati Tanjab Barat, bukan calon bupati lagi,” kata seorang warga saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Terpisah, Sekretaris Kampanye Safrial-Yamin, Muchtar AB, membantah bahwa Safrial bersosialisasi dengan warga di Parit III, Kecamatan Tungkal Ilir. Menurut dia, kedatangan Safrial bukanlah sebagai calon bupati, melainkan sebagai kepala daerah.

“Pak Safrial kan tidak ada cuti, jadi tidak ada jadwal kampanye,” kata sekretaris Partai Demokrat itu.

Muchtar menambahkan, jika SbY berkampanye dialogis atau terbuka, tim kampanye akan dilibatkan. Pihaknya juga akan membuat STTP ke kepolisian. “Jadi tidak benar Pak Safrial sosialisasi. Dan cuti Pak Safrial adalah tanggal 4, 15 dan 17 Oktober 2010,” tambahnya, lagi.

Sebelumnya, Jumat (8/10) lalu, Ketua tim kampanye Safrial bersama Yamin (SbY) didampingi tim advokasinya melaporkan tim Usman-Katamso (Utama) ke panwaslu dan Polres Tanjab Barat. Tuduhannya, soal provokasi SARA, keterlibatan anggota Komisi III dalam berkampanye, dan keikutsertaan PNS dalam mendukung pasangan nomor urut dua.

Mereka juga menyertai rekaman video dan sempat diputar saat melaporkan ke Panwaslu Tanjab Barat yang disaksikan ketua Panwaslu Rusli T. Saksi dalam pelaporan ini terdiri dari dua orang, yakni Mardan Hsb dan Taufik.

Ada tiga laporan yang disampaikan. Pertama, terlapor bernama Lulut (46), karena telah memprovokasi massa tentang SARA. “Sejak Safrial jadi pemimpin, semula gereja berjumlah 19, menjadi 58 gereja”. Kasus kedua, memprovokasi massa melalui cara mendiskreditkan suatu suku bangsa dengan ucapan, “Safrial orang Batak dan beragama Batak”.

Terlapor kedua, adalah Indra Safari (48), anggota Komisi III DPRD Tanjab Barat. Dia dituduh berbicara kepada guru madrasah atas nama komisi III, dengan menjanjikan gaji kepada guru madrasah dan biaya sekolah gratis bagi murid-muridnya.

Selanjutnya, tim kampanye SbY juga melaporkan keterlibatan PNS dalam berkampanye atas nama Firdaus (PNS), Tata Usaha SMU Negeri 2 Kuala Tungkal, dan Ceceng, komandan KPLB (PNS).

PILBUP

Berita Kerinci Jadi Rebutan, Muarasebo Ulu Danggap Jadi Penentu Kemenangan

JAMBI - Calon Bupati dan Wakil Bupati (Cabup-Cawabup) Batanghari makin gencar melakukan sosialisasi. Mereka juga tidak sungkan-sungkan lagi menggarap basis pendukung lawannya masing-masing. Selain mengharapkan simpati dari masyarakat, turun ke daerah lawan ini juga bertujuan untuk memecahkan suara pesaing.

Ketua Tim Pemenangan Fattah-Sinwan, Jasasila, mengatakan, kemarin (10/10), Fattah bersosialisasi di Teratai, Muarabulian. Dilanjutkan menghadiri undangan di Muaratembesi. Sementara pasangannya, Sinwan, dari pagi melakukan kegiatan di Muarasebo Ulu. ”Sore ini (kemarin, red) mereka berdua sama-sama menggelar doa bersama di rumah Pak Sinwan yang memang berasal dari Muarasebo Ulu,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah kandidat juga serius menggarap wilayah Muarasebo Ulu. Jumat lalu, pasangan Ardian-Pani juga menyisir daerah itu. Lalu Sabtu, giliran Syahirsah menggarap basis Sinwan ini. Lalu Minggu ini, Fattah-sinwan juga tak mau kalah.

Informasinya, wilayah dengan jumlah mata pilih 20.407 itu memang menjadi rebutan para kandidat. Daerah tersebut dianggap sebagai penentu kemenangan calon. Karena masing-masing calon sudah memiliki basis masing-masing.

Meski Syahirsah pernah menang di wilayah ini—pada pemilukada 2005 lalu--, tapi posisi Sinwan yang putra asli Muarasebo Ulu tidak bisa dianggap enteng. Apalagi, warga Muarasebo Ulu ingin ada putra daerahnya yang maju. Inilah yang menguntungkan posisi Fattah-Sinwan saat ini.

Selanjutnya, Fathuddin Abdi juga tidak mau kalah. Kemarin, Dia fokus menghadiri undangan hajatan dari masyarakat. ”Hari ini ada tujuh,”katanya. Sementara wakilnya, juga melakuakn sosialisasi ke beberapa titik, termasuk kampung halamannya Pemayung. ”Kita berbagi lah. cuma memang kita belum ada jadwal tetap,”katanya.

Ketua Tim Pemenangan Syahirsah-Erpan Fithoni juga senada. Kemarin, Syahirsah melakukan kampanye dialogis di kecamatan Muaratembesi yang merupakan daerah asal kandidat incumbent itu. Sementara wakilnya, Erpan menyisir daerah Batin. ”Kita sengaja terpisah, agar lebih efektif,”katanya.

Terpisah, Ketua Tim Pemenangan Ardian-Pani, Rahmat Mulyadi memilih melakukan sosialisasi secara bersamaan. Tapi sama dengan Erpan, pasangan yang diusung PAN dan PDIP itu juga mengunjungi Batin yang merupakan basis Fattah. ”Kalau kita tetap bersama,”katanya, kemarin.

Sementara tim suksesnya tetap berjalan ke seluruh kecamatan. ’’ Meski cabup-cawabup ke Batin, tapi tim tetap bergerak ke seluruh kecamatan untuk bersosialisasi

BUNGA BANGKAI DI LEGOK TUMBUH DI HALAMAN RUMAH WARGA

Berita Kerinci

Images for BUNGA BANGKAI

Sempat Dikira Jantung Pisang, Kini Dipagar Keliling

Tepat satu minggu, bunga bangkai yang pada Selasa (5/10) lalu, menghebohkan warga Kelurahan Legok dan sekitarnya. Tanaman tersebut terus tumbuh subur di pekarangan depan rumah milik pasangan Suyadi dan Fatimah.

Bunga bangkai (Amorphpophallus titanium) itu ditemukan secara tidak sengaja oleh Suyadi dan Fatimah. Saat itu, mereka tengah membersihkan rumput liar di pekarangan rumah mereka. Saat pertama kali melihat, mereka mengira bunga itu adalah jantung pisang. Namun, tampilan warna hijau kemerah-merahan agak gelap, yang berbeda dari tanaman lainnya membuat pasangan ini penasaran.

Hingga akhirnya, ada warga yang mengatakan kalau bunga itu adalah bunga bangkai. Keberadaan bunga bangkai yang berada di RT 25, Kelurahan Legok, Kecamatan Telanaipura, kian dikenal warga.

Tidak sedikit warga yang ingin menyaksikan langsung bunga yang hanya dapat tumbuh di tempat sejuk, dan memiliki kelembaban tinggi itu. Mereka rela jauh-jauh datang ke sana, hanya untuk melihat bunga bangkai itu.

Bahkan ada warga berusia sekitar 60 tahun mengatakan, baru pertama kali dapat melihat bunga bangkai itu secara langsung. Sayuti dan Fatimah sendiri membebaskan warga melihat bunga bangkai. “Asal jangan mengganggunya saja,” kata Fatimah.

Menurutnya, banyak warga yang telah melihatnya akan penasaran, bagaimana pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya dari kelopak bunga dan keseluruhan bunga tersebut. “Awalnya tinggi bunga tidak sampai 15 sentimeter dan masih kuncup belum mekar seperti sekarang, bentuknya seperti jantung pisang. Warnanya juga masih hijau kemerahan,” kata Fatimah.

Perkembangan bunga itu cukup pesat. Terutama, kondisi kelembaban tanahnya yang sangat baik, karena hujan hampir setiap hari. Kata Fatimah, ada tetangganya yang melihat pada malam hari bunga bangkai itu seperti bercahaya. “Itu bisa dipercaya atau tidak, ada yang melihat seperti itu,” ungkapnya.

Menurut Suyadi, hingga pukul 23.00 masih ada warga yang datang. Jumlahnya pernah mencapai ratusan orang. Karena khawatir bunga bangkai tersebut diganggu oleh tangan tak bertanggung jawab, akhirnya Suyadi membuatkan pagar mengelilingi bunga itu.

Saat ini, bagian tengah bunga yang semula kuncup, terus berkembang dan seperti ingin terus mekar. Bentuk bagian tengah bunga berwarna merah gelap agak keunguan seperti kol. Bagian kelopak bunga warnanya sama dengan bagian tengah bunga. Hanya saja, bagian dasar bunga sebagai penopang tanaman, berwarna hijau.

Tinggi bunga setelah sepekan, mencapai sekitar 30 sentimeter. Bahkan, setiap malam bunga bangkai diterangi lampu, yang sengaja dipasang Suyadi. Apakah pernah ada dari dinas instansi terkait (Dinas Pertanian, Perikanan, Peternakan, dan Kehutanan Kota Jambi) melihat keberadaan bunga bangkai di lokasi ? “Belum ada,” ujar Fatimah.

Sementara itu, saat dikonfirmasi kepada Dinas Pertanian, Perikanan, Peternakan, dan Kehutanan Kota Jambi Harlik, mengatakan bahwa bunga bangkai yang tumbuh di Legok tersebut, dapat dikarenakan adanya biji buah yang terhanyut dibawa air hujan. Hingga sampai di daerah tempat tumbuhnya. “Ditambah lagi, kondisi tempat hidupnya yang sangat mendukung,” kata Harlik.

BANYAK PROYEK YANG MENYALAHI ATURAN

Berita Kerinci
Pengerjaan proyek pemerintah di Muarojambi banyak menyalahi aturan. Pasalnya, para rekanan cenderung tidak memasang papan merek di lokasi proyek fisik yang dikerjakan. Kalaupun terdapat papan merek, jumlah dana proyek pasti tidak disebutkan.

Salah satu contohnya, pengerjaan proyek fisik rumah dinas Ketua DPRD Muarojambi. Pada papan proyek tidak dicantumkan nilai kontrak, melainkan hanya berbunyi didanai APBD. Proyek yang dikerjakan CV Adiguna Usaha ini juga tidak menyebutkan item yang dikerjakan. Di papan merek hanya tertulis lokasi serta tanggal kontrak.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Muarojambi Usman Chalik, mengatakan, ditinjau dari segi aturan, nilai setiap proyek dan item pekerjaan harus dicantumkan. “Kalau tidak dicantumkan, tentu timbul pertanyaan. Ada apa?” katanya.

Mencantumkan jumlah dana anggaran pembangunan tidaklah merugikan pihak pelaksana. Apalagi, pembuatan papan merek sudah termasuk dalam angaran proyek, bukan menggunakan dana pribadi.

Madnur Nasution, Ketua Komisi C DPRD Muarojambi mengatakan, tidak dicantumkannnya papan nama dalam sebuah proyek fisik jelas menyalahi aturan. Sebab, papan nama telah dimasukkan dalam rencana anggaran biaya (RAB) kegiatan.

Menanggapi soal papan merek ini, Kepala Dinas PU Muarojambi Rudi Ansur dengan tegas mengatakan, setiap proyek fisik harus terdapat papan merek. Kalau tidak ada, maka, SKPD penanggungjawab wajib memberikan teguran. “Soal tidak disebutkan jumlah dananya tidak masalah. Yang penting di lokasi harus ada papan merek,” tegas Rudi Ansur.

Seperti diketahui, proyek fisik di Muarojambi banyak yang tidak memakai papan merek. Salah satu contoh pada proyek fisik pembangunan garasi, jalan dan pendopo di gedung DPRD Muarojambi. Proyek yang ditenggarai dikerjakan anggota DPRD Muarojambi ini awalnya tidak memakai papan merek sama sekali. Setelah marak pemberitaan, kini di lokasi telah dipasang papan merek yang disablon pada selembar kain putih.(

FERRY BATAL MAJU SYAFRIADI NAIK JADI CAWAKO

Berita Kerinci

Syafriadi Naik Jadi Bawako, Nasrun Farud, Bawawako

SUNGAIPENUH - Ferry Siswadhi, yang berpasangan dengan Syafriadi, batal mencalonkan diri sebagai Calon Wali Kota Sungaipenuh. Hingga batas waktu pengembalian berkas persyaratan, Sabtu malam (9/10) lalu, Ferry yang pernah tersangkut masalah hukum itu tidak melengkapi berkas pencalonannya.

Pengadilan Negeri Sungaipenuh juga belum mengeluarkan BB 9. Makanya, dengan sendirinya pencalonan Ferry dibatalkan. Partai yang mengusung pasangan ini, yakni Hanura dan PBB menarik berkas Ferry dan Syafriadi. Sebagai solusinya, partai pengusung menggantikan Syafriadi sebagai balon wali kota dan Nasrun Farud sebagai balon wakil wali kota.

Untuk diketahui, Nasrun Farud sendiri berasal dari daerah yang sama dengan Fery, yakni Kecamatan Kumun Debai. Sebelumya Nasrun Farud pernah menjabat sebagai Camat Sungaipenuh.

Meski batal mencalonkan diri, Ferry Siswadhi yang hadir bersama pasangan Syafriadi-Nasrun Farud, sekitar pukul 21.10, kemarin malam terlihat bercanda gurau dengan anggota KPU dan wartawan yang meliput kegiatan melengkapi berkas itu. “Kalau dulu kekuatan kita cuma dua, maka sekarang sudah menjadi tiga. Dan kita tetap akan berjuang,” kata Ferry, sambil menepis isu yang menyebutkan dirinya tidak sejalan lagi dengan Syafriadi.

Ferry juga menjelaskan, sejak tercium kabar bahwa dirinya tidak bisa mencalonkan diri, seketika itu juga tawaran dari kandidat lain menghubungi dan mengajak bergabung kepada dirinya. “Saya tegaskan bahwa saya tetap dengan Syafriadi dan Nasrun Farud,” tegas Ferry, yang kemarin malam langsung ditujuk sebagai Ketua Tim Pemenangan pasangan Syafriadi-Nasrun Farud dihadapan partai pengusung, KPU dan Panwaslu.

Bakal Tuntut Hak ke MK & MA

Meski gagal maju Pilwako Sungaipenuh, bukan berarti perjuangan Ferry Siswadhi mendapatkan hak sebagai warga negara selesai begitu saja. Mantan pimpinan DPRD Kerinci dua periode itu berencanakan akan menuntut haknya ke Makamah Konstutusi (MK) dan Makamah Agung (MA). “Ya, saya akan menuntut hak saya kepada MK dan MA karena batal mencalonkan diri di pilwako,” katanya.

Ferry menduga, upaya menggagalkan diri maju di pilwako merupakan sebuah konspirasi politik tingkat tinggi. Indikasi ini makin kuat karena tidak dikeluarkannya BB 9 dari Pengadilan Sungaipenuh, hingga batas waktu dia harus menyerahkan kelengkapan berkas. “Ini jelas ada konspirasi politik untuk menghambat saya,” katanya.

Menurut Ferry, jauh sebelum ada rencana maju dan mencalonkan diri di pilwako berpasangan dengan Syafriadi, dia sudah banyak berkonsultasi dengan pakar dan ahli hukum. Termasuk Ketua PN Sungaipenuh ketika masih dijabat oleh Barita Saragih –sekarang sudah pindah).

“Ketua PN ketika itu berjanji akan mengeluarkan surat BB9. Ahli hukum juga menyatakan tidak masalah jika saya maju. Tapi, kenyataannya hanya beberapa saat menjelang berakhirnya masa pengembalian berkas, PN tidak mau mengeluarkan surat,” katanya.

Meski demikian, Ferry menegaskan perjuanganya di pilwako tidak akan berhenti sampai di situ. Dia bertekad tetap akan memenangkan pasangan Asyafriadi-Nasrun Farud. “Kalau dulu kami berdua, tapi sekarang sudah bertiga,” ujarnya.