Laman

Selasa, 20 April 2010

JALAN KERINCI-BANGKO RUSAK LAGI

# Jalan merupakan aset ekonomi. Apakah anda setuju beri tanggapan. 03 April jam 9:37 · Hapus Kiriman # Toni Samrianto Jalan saudaraku ...jalan, jalan, itukan akses ekonomi masyarakat. hanya itu alasan terbaik tidak ada yang lain untuk kita memilih ZA-AT jalan.....karna kita mengerti insprastruktur jalan merupakan akses bagi orang untuk bepergian dan akses ekonomi yang tidak bisa tidak berpengaruh dengan kesejahteraan. Kerinci adalah daerah pertanian terutama padi dan palawija sayur mayur. Hal sepele saja sekarang kalau sayur itu layu siapa yang mau beli. Sementara untuk produk industri belum ada Bupati Kerinci yg berhasil mengembangkannya. Maka Kerinci benar-benar daerah agraris penghasil pertanian. Dapat kita bayangkan kalau produk pertanian tersebut belum sampai ke konsumen sudah layu. Siapa yang mau beli. Coba tanya orang Kayu Aro pernah jual selada air nggak ke Jambi? jawabannya pasti tidak karna belum sampai di Jambi sudah layu sebab terlalu lama dalam perjalanan.Tapi kenapa selada air itu ada yg jual di Jambi padahal Jambi bukan penghasil selada air. Rupanya selada itu di datangkan dari Curup yg nota bene jauhnya ke Jambi ini sama jaraknya Jambi-kerinci, Jambi-Curup. Nah itu hanya satu hal saja saudaraku selada air. Apalagi kalau kita membicarakan KOL/kubis,kentang, cabe,jagung dan hasil pertanian lainnya. sekarang kita ambil contoh harga kol, KOL di Jambi 1kg RP 2000,- di Kerinci perbuah harganya cuma RP 300,- satu buah kol yg di Kerinci itu beratnya lebih dari 1 kg.. apakah ini adil??? Kalau kita jawab sekarang hal itu adil?? ya adil jawabnya karna apa !!!!!JALAN!!!! Jalan rusak. Jalan rusak itu adil? ya ADIL karna kol itu sesampai nya di Jambi banyak yg busuk lantaran terlalu lama dalam perjalanan. Kita ambil contoh lain jarak Jakarta_Bandung 200 km di tempuh 3 jam perjalanan sementara Kerinci-Jambi 400 km di tempuh 14 jam dari Kayu Aro. Apakah itu adil !!!TIDAK!!!itu tidak adil. Nah disitulah titik tolaknya saudaraku kenapa kita semua memilih Ami taher sebagai pemimpin kita dimasa yg akan datang 2010-2015 wakil Gubernur Jambi Karna beliau akan pulang ke Kerinci dan akan melewati Jalan Kerinci Bangko, beliau juga akan ikut merasakan penderitaan dalam perjalanan itu. Dan juga hanya Beliau sendiri calon pemimpin yang bersaing sekarang yg berasl dari Kerinci. Kita sudah !!!!MUAK!!!! dengan JANJI yg tak pernah tercapai setelah memperalat kita untuk mencari dukungan lebih baik memilih orang kita sendiri Karna sekarang beliau ada untuk sama-sama bertarung di kancah yang sama kenapa kita harus memilih orang lain.Jalan merupakan aset ekonomi. Apakah anda setuju beri tanggapan. 03 April jam 9:38 · Hapus Kiriman # Peri Yudisianto Setuju pak Toni, sangat miris rasanya melihat sebagian masyarakat kerinci yang masih mengagungkan kandidat lain. Terlalu banyak masyarakat kerinci yang dikorbankan hanya demi kepentingan pribadi. Apakah mereka tidak belajar dari pengalaman?.... Apa yang telah diperbuat para tokoh luar yang jadi pemimpin Jambi selama ini terhadap Kerinci?... Nauzubillah... setiap kali saya pulang Kerinci dan melihat kondisi jalan Jambi-Kerinci, saya selalu bertanya "Kapan kondisi ini akan berubah?", sekarang kesempatan sudah di depan mata.... kesempatan untuk merubah semua itu... AYO KERINCI.... JANGAN MAU DIPERALAT LAGI.... 03 April jam 20:15 · Tandai Tidak Relevan · Laporkan · Hapus Kiriman # Toni Samrianto Hubungan jalan dengan kemiskinan........................Jalan adalah sarana orang untuk bepergian baik itu darat laut udara dan sungai jalan juga penghubung antara satu daerah dengan daerah lainnya.Dengan adanya jalan keterisolirnya suatu daerah dapat dibuka.Suatu masyarakat pedalaman yang tidak memiliki akses jalan akan identik dengan kebodohan,kebodohan akan identik dengan kemiskinan.Kita dapat melihat suku anak dalam. Mereka merupakan suku yg terisolir dalam kehidupan bermasyarakatnya tidak ada akses jalan untuk menuju ke pemukiman mereka di tengah hutan. mereka membentuk komuni sendiri tampa harus berhubungan secara nyata dengan manusia yg beradap. Dalam mereka berinteraksi dengan masyarakat beradab mereka lebih memilih menghindar dari pada berkomunikasi secara langsung.Kontak secara langsung sedapatnya mereka hindari. halini dikarenakan dengan budaya mereka yg telah terbentuk sejak nenek moyang mereka memutuskan untuk hidup ditengah hutan. Hutan merupakan segala-galanya bagi mereka hidup dan beranak cucu mereka lakukan ditengah hutan tampa perlu jalan yang bagus dan licin untuk keluar masuk hutan.Mereka mencoba dan menjalani kehidupan dengan aman nyaman dan damai ditengah hutan belantara. Itu sekilas tentang orang atau kelompok manusia yang tidak memiliki akses jalan yg memadai. Bagaimana dengan Kerinci selama kita bergabung dan ikut mendirikan Provinsi Jambi ini 53 tahun lamanya walaupun jalan tersebut tidak separah dengan gambaran yg di atas namun sedikit banyak ada kemiripannya. Kabupaten Kerinci dulu sebelum bergabung dengan Provinsi Jambi ini berinduk dengan Sumatera Barat yang lebih dikenal dengan kabupaten PSK (PESISIR SELATAN KERINCI) Kabupaten PSK beribukota SUNGAI-PENUH merupakan kota pusat pendidikan di Bagian Timur Sumatera Barat.Tepatnya di Sungai penuh, sudah banyak sekolah yang didirikan. Seperti SMP, SMA,SMEA ST,SMEP,SGB sementara untuk sekolah dasar(sd) Hampir merata disetiap desa di Kabupaten PSK. Dari sini pulalah lahir orang-orang besar yang bergelar Profesor,Doktor Insinyur, DLL. Kalau untuk yang Sarjana hampir merata. Mereka banyak yg bertugas diluar Kabupaten Kerinci.Sementara kalau untuk Profesi sebagai guru tidak terhitung jumlahnya yg telah di hasilkan Kabupaten Kerinci yg sekarang telah di bagi dua dengan kota Sungai Penuh. Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai penuh identik dengan keterasingan. Karna sangat sedikit orang seProvinsi Jambi ini yg pernah datang atau berkunjung ke Kerinci hal ini dikarenakan oleh keadaan jalan yg selama puluhan tahun tidak pernah berubah keadaannya. Jalan putus, jalan longsor, jalan berlubang itu sangat akrab ditelinga orng Kerinci.Setiab orang yg baru pulang dari luar daerah bukan oleh -oleh yg ditanyakan terlebih dahulu oleh sanak Keluarga tapi apa pertanyaan yg akrab didengar dari orang yg baru pulang bepergian apakah JALAN BAGUS. Dimana rusak,dimana longsor,dimana berlubang selalu itu yg dipertanyakan terlebih dahulu oleh kerabat yg menunggu di Kerinci. Malahan sering anggota Keluarga yg menunggu kepulangan merasa cemas dan banyak berdo'a agar selamat sampai kerinci. Jalan yg merupakan akses Ekonomi dapat kita ketahui begini HARGA sebuah TV (televisi) di Jambi dengan harga televisi di Kerinci Jauh selisihnya. Harga lebih jauh mahal di Kerinci dari pada di Jambi. Padahal sama -sama di datangkan dari Jakarta dan di beli dari pabrik yg sama dengan yg di jual d itoko di Jambi. Karna apa ?jalan. Kondisi jalan yg tak pernah bagus membuat harga-harga lebih mahal dari daerah lain di Provinsi Jambi ini. SEmentara produk produk yg dihasilkan oleh Kerinci seperti beras,palawija.serta sayur-sayuran sangat murah harganya ditingkat petani. Kerinci yang merupakan daerah agraris penghasil sayuran dan padi serta sedikit hasil perkebunan seperti kopi,kulit manis, karet dan lain sebagainya hasil pertanian merasakan dampak lansung dari kondisi jalan yg tak pernah bagus bagusnya itu. dampak lansung tersebut adalah harga yg sangat rendah di tingkat petani sementara harga di tingkat konsumen sangat tinggi, hasil-hasil dari daerah Kerinci tersebut seperti ubi rambat atau ubi duduk ditingkat petani diKerinci harganya cuma tiga ratus rupiah sedangkan konsumen di Jambi membeli dengan harga dua ribu rupiah per kilonya. Kemana larinya selisih harga tersebut? Pedagang tidak pedagang hanya mengambil keuntungan beberapa persen saja dari harga jual ke konsumen. Kemana larinya selisih harga yg begitu tinggi tersebut? itulah pertanyaan yang kita coba jawab sekarang ini. Larimya ke mobil. Kendaraan Truk yg membawa ubi tersebut dari Kerinci ke Jambi membutuh kan biaya perjalanan yg sangat tinggi dengan menghitung bahan bakar,sparepart TRUK, lamanya perjalanan yang semuanya membikin biaya tinggi. Keadaan jalan yg sangat buruk membuat lari truk sangat lambat dan membuat bahan bakar(solar) banyak terpakai. Belum lagi banyaknya lubang di jalan membuat ban mobil cepat gundul,onderdilnya cepat aus (rusak). Sehingga uang rit atau uang jalan lebih tinggi dari uang rit daerah lain di provinsi jambi ini. 04 April jam 22:58 · Hapus Kiriman # Toni Samrianto itu membebani pemilik mobil/truk. Sehingga biaya dipotong dengan membeli secara murah pada petani. Apa hubungannya dengan ZA-AMI AMI TAHER yang orang kerinci itu akan pulang kampung dan beliau akan tau setiap saat kondisi jalan tersebut dengan posisi beliau sebagai wakil gubernur yang bersih dari korupsi maka beliau bisa mempengaruhi untuk menjaga agar jalan tersebut tetap baik kondisinya. Bukankah demikian saudara-saudara coba kalau orang lain yg jadi wakil gubernur apakah orng kerinci berani mengadukan keadaan jalan tersebut kepada gubernur dan wakil gubernur. Tapi kalau Ami taher yg maju sebagai wakil Gubernur bukan kita yg mengadukan keadaan jalan tersebut kepada beliau tapi beliau sendirilah yg merasakan kondisi jalan tersebut. 04 April jam 23:10 · Hapus Kiriman # Toni Samrianto Dari harga yang murah dan selalu murah itulah membuat petani tak pernah beranjak dari kemiskinan karna harga produk pertanian dari petani selalu rendah harganya. 04 April jam 23:17 · Hapus Kiriman # Toni Samrianto Ass wr wb, PESAN DARI, MEIRIZAL MEIRAD, JAKARTA Jika boleh saya Ralat "Kerinci bersatu dukung ZA-AMI, karenaicon itu yang telah dipopulerkan oleh ZA - AMI dan itu juga yang disampaikan dalam pertemuan ZA-AMI dengan sesepuh dan tokoh2 HKK-MPK Jakarta beberapa waktu lalu di Hotel Sultan, Jakarta. Saya amat sependapat dengan pesan ini karena, jika tidak sekarang kapan lagi Kerinci akan mendapat kesempatan untuk duduk di Gubenuran Prov Jambi di Telanaipura. Kita sama2 menyadari bahwa potensi SDM yang berkwalitas...baik skla Nasional maupun Internasional, Kerinci memiliki cukup banyak Kerinci memiliki guru2 besar (Prof, DR dsb dsb ), Kerinci memiliki banyak pengusaha yang sukses, Birokrat yang berhasil , Kerinci juga memiliki politikus2 yang bagus , saya tidak akan sebut nama-nama dan saya yakin semua kita tahu. Kenyataan yang kita lihat : 1) Tidak semua SDM Kerinci yang berkwalitas itu mau atau siap untuk maju dalam Pilgub Jambi karena berbagai alasan /pertimbangan dari yang bersangkutan. 2) Ada beberapa orang SDM Kerinci yang berminat tapi memiliki berbagai kendala/keterbatasan yang tidak etis ditulis dalam pesan ini sehingga tidak terpilih baik untuk menjadi Cagub maupun Cawagub. 3) Pada saat ini yang terpilih hanya satu satunya Putra Kerinci yaitu Ami Taher yang dipinang sebagai pendamping ZA. Jika terdapat 2 atau lebih Putra Kerinci yang maju maka ini memang menjadi kendala /masalah untuk menyatukan dukungan Kerinci. Dengan demikian, tentunya kita masyarakat Kerinci memerlukan kekompakan, kebersamaan untuk mendukung pasangan AZ-AMI. Kenapa ???? karena harapan masyarakat Kerinci amat besar setelah ber-tahun2 tidak mendapat perhatian yang layak dari Prov Jambi. Jangan tutup mata, dihadapan Kerinci masih menganga jalan kubangan kerbau antara Bangko - Muaro Imat - Kerinci yang tidak mengalami perbaikan sejak berpuluh tahun. Lihat jalan2 dalam wilayah Kerinci sendiri antar Kecamatan dan antar Desa yang masih tetap seperti lagu Dian Pishesha "Aku Masih Seperti yang dulu".....diperbaiki hancur karena kwalitas yang kurang memadai, belum lagi jika melihat sektor2 lain yang tidak menyentuh kesejahteraan masyarakat Kerinci secara keselurahan. Kesempatan ini ada sekarang, minimal kehadiran Ami (putra Kerinci) di Telanai Pura menjadi tempat Kerinci menyalurkan aspirasi Kerinci, tempat berkeluh kesah tempat minta petunjuk apa yang harus Kerinci lakukan agar bisa bersanding dengan Kabupaten2 lainnya di Prov Jambi maupun diluar Jambi. Waktu pertemuan dangan pasangan ZA-AMI tsb diatas, saya pribadi dan didukung teman2 lainnya , sudah minta komitmen ZA-AMI bila nanti terpilih untuk memprioritas perbaikan dan pembangunan infra struktur untuk ke dan keluar Kerinci karena ini merupakan urat nadi ekonomi, urat nadi pemerintahan dan urat nadi sosial. ZA-AMI menyanggupi bahwa dalam era pasangan ini akan memperhatikan Jambi Barat termasuk Kerinci, malah akan menerobos pembukaan jalan Pungut - Tanah Tumbuh untuk menunju MUaro Bungo. Berdasarkan itupulalah makanya malam itu HKK-MPK se Jabodetabek menyatakan dukungan kepada pasangan AZ-AMI. Kami yang berada diluar Prov Jambi tidak memiliki hak suara, namun Saya pribadi berharap, kita masyarakat Kerinci yang berada di Kerinci dan dalam wilayah Prov Jambi untuk bisa menyatukan barisan, membina kekompakan, dalam berpolitik bendera dan baju kita boleh berbeda tapi hati nurani, perasaan dan hubungan emosional kampung kita Sakti Alam Kerinci tentu tidak bisa kita lupakan. Mohon maaf jika ada kalimat2 saya yang salah, saya sampaikan ini semua bukan karena pangkat atau jabatan karena saya bukan PNS, bukan juga karena proyek karena saya bukan pengusaha , dan bukan juga karena materi karena ...untuk hidup yang wajar dan cukup saya alhamdulillah sudah diberikan Alloh swt. Jadi saya menyampaikan ini karena cinta saya ke Kerinci dan karena sedihnya saya melihat Kerinci yang masih tetap seperti yang dulu dan kenyakinan saya pasangan inilah yang tepat yang bisa membuat perubahan Kerinci ke depan. Semoga segala niat baik Kerinci diperkenankan Alloh swt...amin.... Www MM 07 April jam 8:36 · Hapus Kiriman # Toni Samrianto Di Tulis Oleh Mairizal Meirad...betul saya rasa sebuah kewajaran , ambisi itu muncul karena pertama selama 53 tahun Kerinci masuk dalam Prov jambi belum pernah ada putra Krc yang bs maju ke Telanaipura kedua Kerinci selama ini tdk mengalami pertumbuhan dan pembangunan yg signifikan. Mdh2an dindo sdh pernah ke Kerinci melalui Bangko-Muaro Imat ...25 tahun yg lalu jalan itu tdk mengalami perubahan ber-lubang kalau hujan jadi mirip kubangan kerbau ..begitu juga infra struktur lainnya di Kerinci sendiri. Lihat jalan Negara yg menghubung Kerinci dgn Tapan melalui Sako...nasibnya sama ...penuh lubang...semak belukar... shg hasil2 pertanian ataupun pariwisatanya tdk layak jual.... Nah yg diharapkan masy Kerinci adalah perhatian, keadilan...dg adanya putra Kerinci di Pemprov ada tempat untuk mengadu, untuk minta petunjuk dan ada teman komunikasi. Saya sependapat dgn dindo...sebetulnya bukan hanya etnik Kerinci, andaikan etnik lain yang bisa menang justru juga harus akomodatif...pegang prinsip bahwa kita satu Prov Jambi tdk membedakan etnik, suku ,wilayah.... Pengalaman Pimpinan Prov Jambi masa lalu ambil yg baik dan buang yang buruknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar