Laman

Jumat, 27 Agustus 2010

Penukaran Uang BI Mulai Diserbu

Berita Kerinci Walaupun Kantor Bank Indonesia (BI) Jambi belum membuka loket penukaran uang receh terkait Hari Raya Idul Fitri, tapi masyarakat sudah mulai menukarkan uangnya. Mereka memanfaatkan penukaran uang reguler di BI yang berlangsung setiap hari Senin dan Kamis. Seperti pantauan Tribun, kemarin (26/8). Tak kurang dari 300 orang menukarkan uangnya. Bahkan, beberapa orang mengaku mereka kehabisan kupon antre. Menurut Kepala Humas BI Jambi, Jamhuri Marpaung untuk penukaran uang reguler mereka membatasi hanya 300 orang. “Saya bawa uang sebesar Rp 8,3 juta untuk ditukarkan uang pecahan kecil. Saya sengaja menukar pecahan kecil sebagai THR untuk keponakan dan keluarga lainnya,” Kata Budi karyawan PDAM kepada Tribun di Kantor BI Jalan Ahmad Yani, Telanaipura. Uang sebanyak Rp 8,3 juta itu bahkan diakui Budi bukan miliknya seorang. Tapi, temannya sekantor banyak yang menitip. Tujuannya, kata dia, juga untuk uang tunjangan hari raya (THR). Hal senada disampaikan Nurja Elita, guru SMPN 4 Kota Jambi. Ia menukarkan uang dengan pecahan receh juga dipergunakan untuk THR. “Saya menukar uang sebesar Rp 3,7 juta untuk Lebaran ini. Uang ini habis semua dibagi-bagi kepada anak-anak, sebab kalau Lebaran saya mengadakan open house,” bebernya ditemui saat menukar uang, Kamis pagi. Ia bahkan berencana akan kembali ke BI untuk menukarkan uang. Nurja Elita menukar uang yang ia bawa dengan pecahan Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5 ribu, dan pecahan Rp 2 ribu. Sedianya, BI Jambi baru membuka loket penukaran uang untuk Lebaran pada Senin (30/8) pekan depan. Penukaran ini akan berlangsung hingga sehari sebelum Lebaran, atau pada 8 September 2010. Pemimpin Kantor BI Jambi, Iing M Hasanudin mengatakan khusus untuk penukaran jelang Lebaran mereka menyiapkan dana Rp 82,760 miliar. Rinciannya, sebanyak Rp 82 miliar berupa uang kertas, dan Rp 760 juta lagi berupa uang logam. Mulainya masyarakat menukarkan uang untuk Lebaran ini karena mereka khawatir tidak kebagian kupon antrean. Pasalnya, sebagaimana disampaikan Iing, BI hanya membuka loket sejak pukul 09.00 hingga 13.00. Seperti pengakuan Elita, untuk menukarkan uang kemarin, ia harus antre lama. Ia mengambil kupon pada pukul 07.00 dan dapat menukar uang pukul 11.30. Ruslan, pensiunan PNS Pemprov Jambi yang tak kebagian kupon mengaku kecewa tak dapat menukarkan uang. “Saya kecewa tidak kebagaian kupon antre. Sebab, saya datang dari rumah memang untuk menukarkan uang pecahan kecil, namun, sampai disini nomor kuponnya habis,” imbuhnya sembari berharap bisa menukarkan uang kepada BI. Masa panen jasa rental mobil telah tiba. Seiring dengan kian dekatnya Lebaran, permintaan sewa mobil mulai naik. Hal inilah yang dialami Ceria Auto Rental. Pengelola Ceria Auto Rental, Dea mengatakan, sejumlah kendaraanya sudah dipesan. “Pola sewa kita, adalah membuat paket untuk lima hari sebelum Lebaran dan lima hari sesudah Lebaran,” ujarnya, Kamis (19/8). Di tempatnya, paket lima hari sebelum Lebaran sudah dipesan masyarakat. Ia menyiagakan, enam unit mobil, dua unit mobil Innova dan empat unit LGX. “Kalau saat ini masih menerima rental per harinya, namun, kalau sudah menjelang lebaran maka kita tidak melayani rental per hari tapi sudah masuk dalam kategori paket. Pada umumnya, para penyewa menggunakan untuk mudik,” paparnya di Ceria Auto Rental Jalan Jenderal Sudirman, Thehok, Jambi. Dikatakannya, saat ini mereka masih menggunakan sewa biasa yaitu Rp 300 ribu per hari. Jika ditambah sopir sewa menjadi Rp 350 perhari. Itu sewa bersih yang diterima oleh pihaknya, untuk biaya bensin maka penyewa yang mengisinya. Ia menerangkan, sewa rental akan naik menjadi Rp 400 jelang Lebaran. Selain harian, Ceria juga menyediakan sewa untuk bulanan. Untuk paket ini, tarifnya Rp 6 juta. Pasar paket bulanan ini umumnya adalah kalangan perusahaan utamanya yang tengah memiliki proyek di Jambi. Terpisah, Azwar, pemilik Desvira Rental Car, menuturkan, kalau ia mempunyai enam unit mobil, diantaranya mobil MPV yaitu Xenia. Dari keenam mobilnya tersebut, empat unit sudah diboking untuk lima hari sebelum lebaran dan lima hari sesudah lebaran. “Kalau sekarang, penyewa tidak pilih-pilih mobil lagi, kalau ada mobil langsung dirental karena permintaan mobil rental banyak, kalau hari-hari biasa, penyewa bisa memilih mobil yang bagus,” ujar Azwar. Kalau pada hari-hari biasa, tarif sewa yang dipatok Azwar Rp 300 ribu per hari untuk satu mobil tanpa sopir. Tarif itu akan menjadi Rp 350 ribu jika memakai jasa sopir. Untuk paket 10 hari yaitu lima hari sebelum lebaran dan lima hari setelah lebaran, Azwar mematok sewa Rp 3,5 juta. Jadi, kalau sudah memasuki lima hari sebelum lebaran, tidak ada lagi sewa rental perharinya, hanya ada sewa paket. Saat disinggung mengenai omzet, ia mengakui, rata-rata Rp 35 juta perbulan. Ini merupakan total dari sewa paket yang ia tawarkan. Menariknya, sesama pebisnis sewa mobil kerap tolong-menolong. Misalkan, kata Azwar, di tempatnya mobil sudah terpakai sedang permintaan masih ada. “Maka saya bekerja sama dengan pengusaha rental lainnya. Biasanya, teman ngambil Rp 300 ribu kepada penyewa dan menyetor ke pemilik mobil hanya Rp 250 ribu, hal ini biasa karena kita juga perlu jaringan,” imbuhnya. USAHA RENTAL MOBIL PO Ikut Garap Usaha persewaan mobil, bukan hanya jadi monopoli pemilik rental murni. Tapi, Perusahaan Otobus (PO) juga ikut melayani permintaan sewa mobil. Hanya saja,di PO masyarakat lebih memilih menggunakan angkutan umum regular. Syafril, pengurus PO Top, menerangkan, permintaan penyewaan mobil di tempatnya masih stabil. “Tapi kalaupun ada, sopirnya dari kita. Kita tidak melayani sopir dari pihak penyewa, karena, risikonya besar, beberapa tahun yang lalu, kita pernah kehilangan mobil, itu pun sopir dari kita, makanya kita sangat hati-hati,” papar lelaki yang biasa disapa Buyung ini. Di TOP, untuk rental per hari dibanderol Rp 500 ribu untuk dalam kota. Ini, kata dia, tarif sewa hari-hari biasa. Tapi, kalau tujuh hari menjelang lebaran maka sewanya naik menjadi Rp 700 ribu per hari. Menghadapi Idul Fitri kali ini, TOP menambah lima armada baru. Biasanya, saat Lebaran tak kurang dari lima unit kendaraan disewa oleh konsumen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar