Laman

Jumat, 27 Agustus 2010

Bupati Kerinci Melecehkan Wartawan

Berita Kerinci Bupati Kerinci Melecehkan Wartawan 12 March 2009 - 12:21 KERINCI – Sungguh tak beretika bagi seorang bupati melecehkan sebuah profesi. Dihadapan forum resmi, Bupati Kerinci, Murasman menghina dan melecehkan profesi wartawan. Murasman, yang baru saja delapan hari dilantik sebagai bupati Kerinci ini, dihadapan wisudawan STAIN Kerinci di Gedung Nasional Sungai Penuh, Rabu (11/3) menyerang wartawan tanpa sebab. Murasman mengatakan penghasilan wartawan banyak yang tidak benar. Sayangnya, perkataan seorang kepala daerah itu tidak disertai bukti, data dan penelitian. Pernyataan Murasman Bupati Kerinci sangat menyakiti kalangan Pers. Idealnya, seorang kepala daerah yang dipilih langsung oleh rakyat Kerinci itu merangkul dan membina setiap elemen masyarakat yang ada diwilayahnya. Bukan malah memancing kekisruhan, yang bisa menurunkan kharismatik seorang pejabat negara. Betapa tidak, terpilihnya Murasman menjadi bupati tidak terlepas dari peran kuli tinta (Pers, red). Sikap Murasman sangat kekanak-kanakan. Ia tidak saja menyakiti wartawan, bahkan tukang ojek juga terkena semprotannya. Padahal kedua profesi ini sama sekali tidak merugikan masyarakat, malah justru membantu masyarakat. Pernyataan Bupati Kerinci itu seolah-oleh sengaja menabuh gendrang perang dengan wartawan. “Sarjana kalau nyado nahuh uang jangan jadi wartawan dan tukang ojek (Sarjana kalau tidak punya uang jangan jadi wartawan dan tukang ojek),” kata Murasman ketika itu. Kedua pernyataan Murasman itu sangat melukai kalangan Pers Kerinci. Tak hanya tinggal diam, kalangan pers Kerinci ini berencana akan menuntut Murasman atas pencemaran nama baik pers, sebab apa yang disampaikan seorang bupati itu sangat tidak tepat. “Tidak selayaknya seorang bupati mengeluarkan statemen yang tidak jelas buktinya. Kita dari kalangan pers akan menuntut Murasman. Inikan pencemaran nama baik. Seharusnya seorang bupati jangan asal ngomong seperti anak kecil, apa lagi yang disampaikan tidak ada buktinya sama sekali,” ujar Edi Januar, salah seorang wartawan harian di Kerinci. Herupitra, Wartawan lainnya menilai, Murasman telah mengambil kesimpulan yang keliru tentang wartawan. ”Kalau bukan karena pers masyarakat sulit mendapat informasi. Apa yang disampaikan Murasman sangat menyakiti kalangan pers, hal ini bisa merusak citra wartawan di mata masyarakat. Itu kesimpulan yang keliru dari seorang bupati yang dipercaya masyarakat,” tegas Heru. Heru juga mendukung, kalangan Pers Kerinci untuk menuntut Murasman karena telah mencemar profesi jurnalis. ”Saya mendukung Murasman di tuntut, karena hal seperti ini tidak bisa dibiarkan berkembang ditengah masyarakat,” tandas Heru. Sementara itu, sejumlah wartawan lainnya di Kerinci, seperti Martono (Posmetro), Wirdianto (Jambi Ekspres), Mardizal (Singgalang), Kumaini (Kerinci Pos), Aka Juaini (Radar Kerinci) dan beberapa wartawan media lainnya lagi, sangat menyayangkan pernyataan bupati yang baru dilantik beberapa hari yang lalu itu. Wartawan meminta kepada Murasman agar segera meminta maaf kepada kalangan pers Kerinci, dan segera mengklarifikasi pernyataannya tersebut. Jika tidak, kalangan pers akan segera menuntut Murasman. (nita/infojambi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar