Laman

Jumat, 27 Agustus 2010

Kerinci Banjir Miliaran Rupiah di Kerinci

Berita Kerinci SUNGAI PENUH, Jumlah dana yang masuk ke Kabupaten Kerinci, dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kerinci, baik yang legal maupun yang ilegal, pada tahun 2010, mencapai puluhan miliar rupiah. Sebuah angka yang luar biasa banyak untuk ukuran saat ini ditengah minimnya peluang kerja di Provinsi Jambi. Angka kiriman uang tersebut bisa jadi terus meningkat, mengingat jumlah TKI asal Kerinci di luar negeri terus bertambah. Diperkirakan saat ini ada 14 ribu warga Kerinci yang bekerja di luar negeri, terutama di negeri jiran Malaysia. Sementara 12 ribu di antaranya merupakan TKI ilegal. "Jumlah TKI resmi yang bekerja di Malaysia saat ini, diperkirakan mencapai 2 ribu orang," katanya. Data Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kerinci, menyebutkan, kiriman uang dari 700 orang TKI resmi yang bekerja di luar negeri, hingga Agustus 2010, menyentuh angka Rp 12 miliar. "Jumlah tersebut hanya dari 700 orang TKI yang mereka kirim lewat bank dan Kantor Pos. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah, mengingat kebiasaan TKI Kerinci untuk mengirim uang ke sanak saudara di kampung menjelang Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha," ujar Kasi Penempatan Tenaga Kerja, Tarmizi, saat dikonfirmasi Selasa (18/8) kemarin. Sementara kiriman uang yang dikirim TKI tidak resmi disinyalir lebih besar lagi. Biasanya mereka menggunakan jasa pengiriman uang, dan dititipkan langsung kepada keluarga yang akan pulang dari Malaysia. Sampai Agustus 2010, Dinsosnakertrans sudah memberangkatkan 855 orang TKI. Hingga penghujung 2010, jumlah akan meningkat menjadi 1.000 orang tenaga kerja. "Mengingat saat ini masih banyak TKI yang melengkapi persyaratan untuk diberangkatkan," jelas Tarmizi. Manager Pelayanan, Kantor Pos Sungai Penuh, Herlambang, mengatakan, jumlah uang yang dikirim TKI asal Kerinci lewat Kantor Pos cukup besar, yakni mencapai Rp 30 juta per hari. "Jumlah tersebut terus mengalami peningkatan. Diperkirakan setiap tahunnya naik hingga sepuluh persen. Hingga Juli 2010, tercatat 4.410 pengiriman dari TKI. Itu baru melalui Kantor Pos, belum lagi kiriman yang tidak resmi," ungkap Herlambang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar