Laman

Minggu, 20 Februari 2011

BERITA KERINCI

PENCURIAN DATA RAHASIA MILITER INDONESIA DI KORSEL: BERITA LENGKAP

RADAR JAMBI:TONI.S


Data Militer Indonesia Dicuri di Korsel?

Minggu, 20 Februari 2011 | 20:21 WIB
Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Utusan Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di kawasan Kori, Korea Selatan bagian selatan, Selasa (15/2/2011).

Kementerian Luar Negeri membenarkan insiden pencurian yang dialami oleh salah seorang anggota delegasi pendamping Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa saat berkunjung ke Korea Selatan. Meski demikian, menurut Juru Bicara Kemlu Michael Tene, Minggu (20/2/2011), pengusutan kasus itu oleh kepolisian setempat memang tidak berlanjut lantaran korban, yang pejabat eselon III, memilih tidak meneruskan.

"Pihak KBRI membantu melapor ke kepolisian. Namun, karena laptop yang dicuri itu akhirnya dikembalikan lewat keamanan hotel, korban memilih tidak melanjutkan kasusnya. Karena itu, polisi juga tidak meneruskan proses (penyelidikan). Soal apakah ada data rahasia yang dicuri, kami belum dapat laporan soal itu," papar Michael.

Lebih lanjut, walau enggan merinci, Michael membantah jika korban berasal dari Kementerian Pertahanan atau instansi militer (TNI). Dia menyampaikan itu menanggapi pemberitaan sejumlah media massa Korsel, Korea Times dan Kantor Berita Yonhap, yang melansir terjadinya pencurian data militer berkategori rahasia, terkait kerja sama militer Indonesia dan Korsel, dalam peristiwa itu.

Seperti diwartakan media lokal Korsel, mengutip polisi setempat, insiden terjadi di Hotel Lotte, kawasan Sogong-dong, tidak jauh dari Balaikota Seoul, tempat kelima puluh orang anggota delegasi Indonesia menginap. Tiga orang pelaku, dideskripsikan dua pria dan seorang wanita berwajah Asia, membobol masuk kamar VIP tempat korban menginap di lantai 19.

Menurut salah seorang penyidik dari Kantor Polisi Namdaeum, saat kejadian, Rabu (16/2/2011) sore, para petugas pengamanan internal rombongan tidak ada yang berjaga di hotel karena mendampingi rombongan dalam kunjungan.

Kepolisian mengaku mendapat laporan dari anggota delegasi Indonesia yang menyebut ketiga pelaku diketahui menyalin data dari laptop korban dan menyimpannya di USB lalu kabur. Polisi juga mengaku yakin pelaku memang memilih korbannya dan memang mengincar hal spesifik, seperti data rahasia kerja sama militer Indonesia-Korsel.

Rombongan yang kembali ke Tanah Air, Kamis lalu, diketahui menggelar pertemuan dengan Presiden Korsel Lee Myung-bak, membahas perluasan kerja sama ekonomi dan militer, termasuk rencana Korsel menjual pesawat jet tempur latih T-50 Golden Eagle. Dari data Defense Acquisition Program Administration (DAPA), diketahui Indonesia berencana membeli 16 jet tempur latih. Selain Korsel, terdapat kandidat lain, yaitu Rusia dengan Yak-130 buatannya dan Ceko yang memproduksi L-159B.

Tiga Pencuri Menyalin Data dari Laptop

Minggu, 20 Februari 2011 | 20:27 WIB

Perekonomian Hatta Rajasa mendapat kehormatan menggunakan pesawat kepresidenan Korea Selatan Lee Myun Bak saat terbang dari Seoul ke Busan, Selasa (15/2/2011).

Hotel tempat delegasi utusan khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginap, yakni Hotel Lotte, Seoul, Korea Selatan, ketahuan sempat kebobolan pencuri. Masalahnya menjadi besar karena diduga barang yang dicuri merupakan data-data super-rahasia mengenai informasi kemiliteran milik Indonesia. Demikian cerita yang dipublikasikan oleh Kantor Berita Korea Selatan, Yonhap News Agency, di Seoul, Minggu (20/2/2011).

Mengutip keterangan resmi dari Seoul's Namdaemun Police Station, yang ditemui Yonhap Sabtu lalu, data yang dicuri merupakan file komputer berisi informasi rahasia Indonesia. Pelakunya diduga dua pria dan satu wanita berwajah khas Asia. Namun, polisi setempat tidak dapat memastikan dengan jelas wajah ketiganya karena jarak kamera pengintip di Hotel Lotte, tempat delegasi Indonesia menginap, terlalu jauh sehingga gambarnya buram.

Kepolisian setempat juga menyebutkan bahwa tempat kejadian adalah salah satu kamar yang diinapi delegasi Indonesia di lantai 19 Hotel Lotte. Tidak ada pernyataan tegas tentang hari dan waktu pencurian itu terjadi. Namun, Yonhap hanya menyatakan bahwa pencurian berlangsung sekitar Rabu (16/2/2011) saat rombongan yang dipimpin Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menemui Presiden Korea Selatan Lee Myun-bak.

Yonhap menegaskan bahwa penyebab peristiwa pencurian itu antara lain tidak adanya penjagaan ketat dari aparat keamanan (baik tentara maupun polisi) untuk melindungi 50 anggota delegasi Indonesia di Hotel Lotte. Adapun aparat pengamanan dari Indonesia tengah terkonsentrasi pada acara pertemuan Hatta dan Myun-bak. Saat itulah diduga terjadi pencurian.

Pengamatan Kompas yang kebetulan menginap di hotel yang sama, Hotel Lotte tergolong berpengamanan menengah. Ini terlihat dari elevator yang dapat digunakan oleh siapa pun. Biasanya, hotel dengan pengamanan maksimal selalu meminta konfirmasi kepada setiap pengguna elevator berupa kunci kamar digital. Di Lotte, tanpa kunci kamar pun, orang bisa naik-turun menggunakan elevator.

Pada hari Rabu pagi itu, tidak ada acara khusus delegasi Indonesia di Lotte karena sebagian besar anggota delegasi terkonsentrasi di Blue House atau Istana Kepresidenan Korea Selatan saat Hatta Rajasa menyampaikan surat resmi Presiden Yudhoyono kepada Presiden Myun-bak. Ikut dalam rombongan itu adalah Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan, dan Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chairul Tanjung.

Rombongan Hatta baru kembali lagi ke Lotte sekitar pukul 11.00 siang waktu setempat dan langsung menggelar one on one meeting dengan tujuh pemimpin perusahaan besar di Korea Selatan. Pada sore harinya, dilanjutkan dengan joint ministerial meeting antara delegasi Hatta dan Menteri Ilmu Pengetahuan dan Perekonomian Korea Selatan Choi Joong-kyung.

Kedua kegiatan itu sama-sama digelar di lantai 36 Hotel Lotte. Lantai tersebut memang sudah diblok oleh Kedutaan Besar Indonesia di Korea Selatan untuk keperluan utusan khusus Presiden Yudhoyono selama di Seoul.

Selain menyampaikan surat resmi dari Presiden Yudhoyono, Hatta dan delegasi diminta mempromosikan peningkatan hubungan ekonomi kedua negara. Salah satu agendanya adalah memaparkan program pengembangan Enam Koridor Ekonomi Indonesia kepada Korea Selatan. Indonesia yakin akan memperoleh alirah investasi baru dari Korea Selatan sekitar 22 miliar dollar AS.

Yonhap melaporkan bahwa investigator dari kepolisian setempat mulai menggali kemungkinan terjadi perampokan yang jarang terjadi itu setelah delegasi Indonesia melaporkan gerak-gerik tiga tersangka. Ketiga tersangka ketahuan menggunakan USB memory stick untuk mengopi data komputer dari salah satu komputer jinjing milik anggota delegasi Indonesia.

Pencurian di Korsel Skandal Memalukan

Minggu, 20 Februari 2011 | 20:40 WIB

Menteri Ilmu Pengetahuan dan Perkenomian Choi Joong Kyung (duduk di sebelah kiri meja) dan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa duduk bersama dalam acara Korea-Indonesia Business Forum, Akselerasi dan Ekspansi Pengembangan Ekonomi Indonesia di Seoul, Korea Selatan, Kamis (17/2/2011). Korea Selatan menegaskan bahwa sudah ada investasi senilai 12 miliar dollar AS yang sudah masuk dalam kerangka investasi ke Indonesia. Indonesia sendiri memperhitungkan, potensi investasi Korea Selatan ke Indonesia akan mencapai 22 miliar dollar AS.

Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi PDI-P TB Hasanuddin menilai insiden pencurian data laptop delegasi Indonesia di Korea Selatan sebagai skandal yang memalukan bagi Indonesia di dunia internasional. Data rahasia, apalagi terkait kerja sama militer dengan negara lain, seharusnya ditangani dan dilindungi secara ekstra hati-hati, apalagi ketika sedang berada di luar negeri.

"Saya yakin data yang dicuri bukan hanya terkait rencana pembelian T-50, melainkan lebih penting lagi, data soal rencana kerja sama rancang bangun purwarupa jet tempur Korean Fighter Experiment, yang akan berlangsung dua tahun ke depan. Targetnya, jet tempur itu sudah diproduksi mulai tahun 2020," tutur Hasanuddin.

Dia mengaku, persoalan kerja sama itu sudah pernah ditanyakan dalam rapat kerja komisinya dengan Kementerian Pertahanan, tiga pekan lalu, terutama lantaran pemerintah tidak pernah berkonsultasi dan meminta persetujuan DPR.

Jawaban pemerintah ketika itu, tambah Hasanuddin, kerja sama masih berada di tingkat teknis dan dilakukan antara PT Dirgantara Indonesia dan produsen Korsel saja sehingga tidak membutuhkan persetujuan DPR.

"Padahal, kerja sama seperti itu saja sudah berpotensi masalah karena artinya kita, kan, bekerja sama dengan sebuah negara yang sedang ada masalah dengan negara lain (konflik Korsel-Korut). Mau dikemanakan itu prinsip 'Zero Enemy Thousand Friends'?" tutur Hasanuddin.

Seperti diberitakan, media lokal di Korsel melaporkan tiga orang diduga mencuri data rahasia militer Indonesia dari sebuah laptop anggota delegasi utusan khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berkunjung ke Korsel beberapa hari yang lalu. Mereka diketahui menyalin data-data file menggunakan USB memory stick.


Insiden di Korsel
Hatta Malah Tak Tahu Ada Pencurian Data

Minggu, 20 Februari 2011 | 20:51 WIB

Pemerintah Indonesia yang dipimpin Utusan Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sekaligus Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa memimpin pertemuan dengan pimpinan Samsung, Jong-wan Lim di Seoul, Korea Selatan, Rabu (16/2/2011).

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa membantah telah terjadi pencurian data militer selama dirinya memimpin delegasi Indonesia di Seoul, Korea Selatan pada 15-17 Februari 2011. Selama di Seoul, Hatta menegaskan, sebagai Utusan Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan ketua delegasi, dirinya tidak sekali pun mendapatkan laporan tentang pencurian data dari salah satu kamar anggota delegasinya.

"Saya sama sekali tidak menerima laporan tentang pencurian itu. Saya juga sudah bertanya kepada Pak Purnomo (Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro), dan beliau menegaskan tidak ada pencurian itu. Hubungan Indonesia-Korea Selatan sangat baik," tegas Hatta saat dihubungi di Jakarta, Minggu (20/2/2011).

Menurut Hatta, selama kunjungan tiga harinya di Seoul dan menginap di Hotel Lotte, dirinya tidak melihat ada kejanggalan pada pengamanan di sana. Seluruh acara yang sudah dirancang berlangsung sesuai jadwal.

"Jadi aneh kalau diberitakan ada pencurian seperti itu, apalagi data militer. Semua pihak saya harap berhati-hati menanggapi berita seperti ini, sebab hubungan Korea Selatan dan Indonesia sedang sangat baik-baiknya," ungkapnya.

Sebelumnya, Kantor Berita Yonhap, Korea Selatan memberitakan, Hotel Lotte tempat Hatta dan anggota delegasinya menginap sempat kebobolan pencuri. Masalahnya menjadi besar karena diduga barang yang dicuri merupakan data-data super rahasia mengenai informasi kemiliteran milik Indonesia.

Mengutip keterangan resmi dari Seoul's Namdaemun Police Station, yang ditemui Yonhap Sabtu lalu, data yang dicuri merupakan file komputer berisi informasi rahasia Indonesia. Pelakunya diduga dua orang pria dan satu wanita berwajah khas Asia. Namun, polisi setempat tidak dapat memastikan dengan jelas wajah ketiganya karena jarak kamera pengintip di Hotel Lotte, tempat delegasi Indonesia menginap terlalu jauh, sehingga gambarnya buram.

Kepolisian setempat juga menyebutkan bahwa tempat kejadian adalah salah satu kamar yang diinapi delegasi Indonesia di lantai 19 Hotel Lotte. Tidak ada pernyataan tegas tentang hari dan waktu pencurian itu terjadi. Namun, Yonhap hanya menyatakan bahwa pencurian berlangsung sekitar Rabu (16/2/2011), pada saat rombongan yang dipimpin Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menemui Presiden Korea Selatan, Lee Myun Bak.

Yonhap menegaskan bahwa penyebab peristiwa pencurian itu antara lain tidak ada penjagaan ketat dari aparat keamanan (tentara maupun polisi) untuk melindungi 50 anggota delegasi Indonesia di Hotel Lotte. Adapun aparat pengamanan dari Indonesia sendiri tengah terkonsentrasi pada acara pertemuan Hatta dan Myun Bak. Saat itulah diduga terjadi pencurian itu.


Pelaku Diduga Mata-mata Internasional

Minggu, 20 Februari 2011 | 22:07 WIB
Pemerintah Indonesia yang dipimpin Utusan Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sekaligus Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa memimpin pertemuan dengan pimpinan Samsung, Jong-wan Lim di Seoul, Korea Selatan, Rabu (16/2/2011).

Insiden pencurian data dari laptop milik salah satu anggota delegasi utusan khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berkunjung ke Korea Selatan menjadi pembicaraan media lokal di sana. Hal tersebut karena yang dicuri diperkirakan data-data militer Indonesia.

Menurut laporan Korea Times, Jumat (18/2/2011), pelaku diduga terdiri atas tiga orang, masing-masing dua laki-laki dan seorang perempuan. Mereka memaksa masuk ke dalam salah satu kamar VVIP anggota delegasi Indonesia dan menyalin data-data dari laptop tertentu dengan USB memory stick.

Masih dalam laporan tersebut, yang mengutip sumber dari Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Korea Selatan serta petugas kepolisian setempat, data-data yang disalin termasuk rahasia militer; antara lain rencana pembelian pesawat T-50 buatan Korea Selatan. Atas laporan tersebut, polisi menduga pencurinya bagian dari jaringan mata-mata internasional.

Kabar adanya pencurian data tersebut dibenarkan Kementrian Luar Negeri. Namun, pemerintah membantah adanya data rahasia militer yang dicuri. Juru Bicara Kemlu Michael Tane mengatakan, laptop yang dicuri milik pejabat eselon III, tetapi bukan dari Kementerian Pertahanan. Laptop tersebut telah kembali dan laporan atas kasus tersebut tidak dilanjutkan. Sampai saat ini tidak ada keberatan apa pun yang dilayangkan Pemerintah Indonesia.

Kementerian Pertahanan membantah adanya data rahasia militer Indonesia yang dicuri dalam insiden tersebut. Menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Brigadir Jenderal I Wayan Midhio, Minggu (20/2/2011), laptop yang sempat dicuri adalah milik tim ekonomi. Wayan menambahkan, dalam kunjungan tersebut kemungkinan juga dibicarakan tentang pembelian pesawat T-50, tetapi tidak ada data militer yang dibawa. Rencana pembelian pesawat T-50 baru dalam tahap pembicaraan di Indonesia.

Rombongan delegasi Indonesia yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa berkunjung ke Korea Selatan selama tiga hari, 15-17 Februari 2011. Kunjungan ini dalam rangka mempererat hubungan perekonomian kedua negara. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgoantoro termasuk salah satu menteri yang turut mendampingi.


Saat Kecurian, Kamar Hotel Tak Dijaga

Minggu, 20 Februari 2011 | 22:35 WIB

Pemerintah Indonesia yang dipimpin Utusan Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sekaligus Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa memimpin pertemuan dengan pimpinan Samsung, Jong-wan Lim di Seoul, Korea Selatan, Rabu (16/2/2011).

Tiga tersangka pelaku pencurian data-data di laptop milik delegasi Pemerintah Indonesia saat berkunjung ke Korea Selatan bebas melakukan aksinya karena lokasi kejadian tidak dijaga aparat keamanan sama sekali. Seperti diwartakan media lokal Korsel, Korea Times dan Kantor Berita Yonhap mengutip polisi setempat, insiden terjadi di Hotel Lotte, kawasan Sogong-dong, tidak jauh dari Balaikota Seoul, tempat kelima puluh orang anggota delegasi Indonesia menginap.

Tiga orang pelaku, dideskripsikan dua pria dan seorang wanita berwajah Asia, membobol masuk kamar VIP tempat korban menginap di lantai 19. Menurut salah seorang penyidik dari Kantor Polisi Namdaeum, saat kejadian, Rabu (16/2/2011) sore, para petugas pengamanan internal rombongan tidak ada yang berjaga di hotel karena mendampingi rombongan dalam kunjungan.

Kepolisian mengaku mendapat laporan dari anggota delegasi Indonesia yang menyebut ketiga pelaku diketahui menyalin data dari laptop korban dan menyimpannya di USB lalu kabur. Polisi juga mengaku yakin pelaku memang memilih korbannya dan memang mengincar hal spesifik, seperti data rahasia kerja sama militer Indonesia-Korsel.

Polisi setempat telah mengamankan rekaman CCTV yang memperlihatkan tiga orang tersangka. Namun, wajah pelaku sulit dikenali karena sangat jauh dari kamera yang merekam. pelaku diduga dengan sengaja mengincar kamar hotel delegasi Indonesia mengingat lokasinya di lantai 19.

Rombongan yang kembali ke Tanah Air, Kamis lalu, diketahui menggelar pertemuan dengan Presiden Korsel Lee Myung-bak, membahas perluasan kerja sama ekonomi dan militer, termasuk rencana Korsel menjual pesawat jet tempur latih T-50 Golden Eagle. Dari data Defense Acquisition Program Administration (DAPA), diketahui Indonesia berencana membeli 16 jet tempur latih. Selain Korsel, terdapat kandidat lain, yaitu Rusia dengan Yak-130 buatannya dan Ceko yang memproduksi L-159B.


Kemhan Bantah Ada Data Militer Dicuri

Minggu, 20 Februari 2011 | 21:29 WIB

Menteri Ilmu Pengetahuan dan Perkenomian Choi Joong Kyung (duduk di sebelah kiri meja) dan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa duduk bersama dalam acara Korea-Indonesia Business Forum, Akselerasi dan Ekspansi Pengembangan Ekonomi Indonesia di Seoul, Korea Selatan, Kamis (17/2/2011). Korea Selatan menegaskan bahwa sudah ada investasi senilai 12 miliar dollar AS yang sudah masuk dalam kerangka investasi ke Indonesia. Indonesia sendiri memperhitungkan, potensi investasi Korea Selatan ke Indonesia akan mencapai 22 miliar dollar AS.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) membantah kabar yang menyebutkan data militer Indonesia telah dicuri saat Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro melakukan kunjungan kerja ke Seoul.

"Tidak ada data militer yang dicuri. Laptop yang hilang itu milik tim ekonomi, bukan tim delegasi Kemhan," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan, Brigjen I Wayan Midhio, saat dihubungi, Minggu (20/2/2011) malam.

Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari delegasi tim ekonomi yang berada di Seoul, laptop yang sempat hilang tersebut telah dikembalikan karena laptopnya tertukar dengan tim delegasi negara lain. "Tim delegasi dari negara lain salah kamar dan mengambil laptop tersebut. Tetapi, laptop itu telah dikembalikan," katanya.

Menurut dia, dalam kunjungan kerja itu Menhan Purnomo Yusgiantoro hanya mendampingi Menko Perekonomian Hatta Radjasa, yang membicarakan soal kerja sama perdagangan dengan Korea Selatan. Wayan menambahkan, dalam kunjungan tersebut kemungkinan juga dibicarakan tentang pembelian pesawat T-50.

"Namun, tidak ada data militer kita yang dibawa. Rencana pembelian pesawat T-50 baru dalam tahap pembicaraan saja di Indonesia," katanya.

Sebelumnya media lokal di Korea Selatan memberitakan bahwa salah satu anggota delegasi utusan khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dipimpin Menko Perekonomian Hatta Radjasa ke Korea Selatan, menjadi korban pencurian. Data rahasia militer delegasi Indonesia diduga dicuri di kamar VIP hotel tempat mereka menginap oleh tiga orang pelaku. Pihak Kementrian Luar Negeri mengakui ada anggota delegasi yang melapor insiden pencurian tersebut, namun tidak meneruskan kasusnya setelah laptopnya kembali.


Laptop yang Dicuri Milik Staf Menperin
Minggu, 20 Februari 2011 | 22:44 WIB

Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Misteri dugaan pencurian di salah satu kamar delegasi Indonesia di lantai 19 Hotel Lotte, Seoul, Korea Selatan mulai terkuak. Kamar yang diduga telah dimasuki pencuri itu ternyata diinapi salah seorang staf Menteri Perindustrian MS Hidayat.

"Staf Pak Hidayat itu merasa bahwa kamarnya ada yang memasuki, sehingga kemudian dia melapor kepada petugas pengamanan hotel. Lalu, mereka memeriksa melalui kamera CCTV, dan memang ada orang yang masuk. Namun, kemudian diketahui bahwa ketiga orang tersebut salah kamar," ungkap Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Minggu (20/2/2011).

Menurut Hatta, keterangan tersebut dia peroleh langsung dari Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Nicolas T Dammen yang dihubungi melalui telpon malam ini. Setelah kondisi kamar dinilai aman, staf Menteri Perindustrian itu tidak melanjutkan laporan pencuriannya itu.

"Saya juga kaget, kok selama saya di Korea kemarin (15-17 Februari 2011) tidak ada berita tentang pencurian ini. Sekarang semuanya sudah jelas," katanya.

Diberitakan sebelumnya, laptop salah satu anggota delegasi Indonesia sempat dicuri dan disalin datanya. Media lokal di Korea Selatan, Korea Times dan Kantor Berita Yonhap melaporkan bahwa data dalam laptop salah satu anggota delegasi Indonesia dicuri tiga orang tersangka. pelaku menyalin data yang diduga data-data informasi rahasia militer terkait rencana pembelian pesawat tempur Korea Selatan oleh militer Indonesia menggunakan USB memory stick. Polisi menduga pelaku bagian dari jaringan mata-mata internasional dan sengaja mengincar delegasi tersebut mengingat lokasi kamar di lantai 19 hotel tempat menginap.

Hatta: Kalaupun Dicuri, Bukan Rahasia

Minggu, 20 Februari 2011 | 22:58 WIB

Menteri Ilmu Pengetahuan dan Perkenomian Choi Joong Kyung (duduk di sebelah kiri meja) dan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa duduk bersama dalam acara Korea-Indonesia Business Forum, Akselerasi dan Ekspansi Pengembangan Ekonomi Indonesia di Seoul, Korea Selatan, Kamis (17/2/2011).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan bahwa tidak ada data rahasia militer yang dicuri selama kunjungan kerjanya memimpin utusan khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 15-17 Februari 2011 lalu. Ia mengakui ada insiden masuknya beberapa orang asing ke dalam kamar delegasi Indonesia, namun bukan kasus pencurian.

Hatta mengatakan, mengenai isu pencurian data sensitif yang dimiliki Indonesia pun sudah jelas. Andaikan ada pencurian data dari laptop salah satu anggota delegasi, data yang dicuri bukanlah data sensitif, seperti informasi militer.

"Data yang ada dalam laptop itu hanya terdiri atas data paparan Menteri Perindustrian, bukan data militer. Data yang ada hanya data hubungan bilateral yang sudah dibagi-bagikan pada kedua belah pihak," tutur Hatta saat dihubungi Minggu (20/2/2011). Hatta mengatakan kamar yang dimasuki orang asing itu diketahui ditempati salah satu staf Menteri Perindustrian MS Hidayat setelah mendapat laporan langsung dari Duta Besar Indonesia untuk Korsel Nicolas T Dammen tadi malam.

Ia mengatakan, staf tersebut merasa kamarnya dimasuki orang lain kemudian melaporkan kepada pihak keamanan hotel. Setelah diperiksa, kamera CCTV memperlihatkan tiga orang masuk ke kamar tersebut. Namun, menurutnya belakangan dipastikan bahwa ketiga orang tersebut salah kamar dan laporan tersebut telah dicabut.

Sebelumnya, Kantor Berita Korea Selatan, Yonhap News Agency mengutip keterangan dari kepolisian setempat yang menyatakan bahwa telah terjadi pencurian data dari laptop salah satu delegasi Indonesia. Data tersebut diduga terdiri atas informasi sangat rahasia, karena menyangkut data militer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar