Laman

Minggu, 20 Februari 2011

PARALAYANG: MELIHAT KERINCI DARI LANGIT SUNGGUH INDAH

BERITA KERINCI

paralayang.jpg

Anak Muda Dilatih Terbang
Antre Melihat Kerinci dari Langit

Paralayang dan paramotor. Olahraga udara ini mulai digandrungi banyak orang. Cukup lompat dari atas bukit, melayang-layang di udara dan mendarat mulus di sebuah lapangan terbuka.

Langit Kerinci berbeda dibanding hari biasa. Dari kejauhan terlihat puluhan 'burung raksasa' melayang-layang mengitari kabupaten yang dikenal indah alamnya ini. Tanpa dikomando, warga pun terus menatap langit melihat 'burung-burung' itu melayang.

Setelah dilihat dari dekat, ternyata yang sedang beterbangan di kawasan Bandara Depati Parbo hingga memngitari langit Kota Sungai Penuh, adalah pemain paralayang dan paramotor. Mereka sedang latihan sembari menikmati alam Kerinci.

Rombongan paralayang tersebut, memang sengaja didatangkan oleh Dandim Kerinci, Letkol Eko Prayitno, untuk mempromosikan olah raga menantang tersebut kepada warga. Tentu sekaligus dijadikan ikon wisata di kerinci.

"Tim paralayang memang sengaja didatangkan dari Jakarta. Mereka sudah enam hari berada di Kerinci, yakni dari tanggal 4 sampai tanggal 9 Februari,” ujar Eko, Rabu (9/2).

Menurutnya, paralayang tersebut mulai terbang perdana di Kerinci sejak 5 Februari di Bandara Depati Parbo, yang kemudian sorenya dilanjutkan terbang di Kayuaro. Ada beberapa jenis parasut yang dipersiapkan, di antaranya paralayang dan paramotor,” katanya.

Tujuan didatangkannya paralayang tersebut, lanjutnya, untuk menumbuhkan prestasi di kalangan generasi muda Kerinci, agar mereka terhindar dari kegiatan-kegiatan yang negatif. Kegaiat negatif bisa merusak masa depan mereka.

Kali ini hanya sebatas uji coba, namun dalam waktu dekat ini beberapa pelatih akan didatangkan, untuk mengajari warga Kerinci bagaimana caranya terbang menggunakan paralayang,” jelas pria yang memiliki rekor terbang 6.400 kali tersebut.

Selain mengajak anak-anak muda Kerinci ikut bergabung, ke depannya ia akan mendorong Pemkab Kerinci dan Pemkot Sungai Penuh, untuk mengembangkan paralayang ini menjadi ikon wisata di kedua wilayah.

Saya yakin jika ini dikembangkan sebagai ikon wisata, akan banyak wisatawan yang berminat untuk mencobanya. Apalagi pemandangan alam Kerinci jika dilihat dari udara sangat indah sekali,” tambah Eko.

Udara di kerinci tambahnya, sangat mendukung dikembangkannya olahraga paralayang, karena dari arah mana saja paralayang bisa diterbangkan. Kelebihan Kerinci adalah angin dari mana saja bisa terbang, karena di semua penjuru terdapat ketinggian,” terangnya.

Selain mendatangkan paralayang, tepatnya hari Minggu nanti, Dandim akan kembali mendatangkan hiburan bagi warga Kerinci, yakni dengan mendatangkan banana boat, yang akan dimainkan di Danau Kerinci. Silakan saja warga datang, gratis,” tandasnya.

Paralayang bukanlah hobi murah. Sebab, kocek yang harus dikeluarkan mencapai puluhan juta rupiah. Untuk membeli peralatan paralayang saja bisa menghabiskan Rp 32 juta, sementara untuk paramotor, harganya mencapai Rp 85 juta.

Kalau kemarin kita masih gunakan peralatan dari Jakarta, namun dalam waktu dekat ini saya akan membeli sendiri peralatan tersebut, agar warga Kerinci bisa belajar secara cuma-cuma. Kalau di Jawa biaya kursusnya bisa mencapai Rp 8 juta,” terangnya lagi.

Rencana tersebut, mendapat sambutan hangat dari warga Kerinci. Bahkan, puluhan organisasi kepemudaan, sudah menyatakan diri siap bergabung untuk belajar paralayang tersebut. Kami siap kerahkan anggota pramuka untuk ikut bergabung belajar paralayang,” sebut Fran Sanitra, anggota DKC Kerinci.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar