Laman

Jumat, 31 Desember 2010

PEMKAB KERINCI: GAGAL CIPTAKAN LAPANGAN KERJA

BERITA KERINCI
Pemerintah kabupaten (Pemkab) Kerinci mengakui sulit membendung warganya untuk menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, akibat terbatasnya lapangan kerja di daerah itu.

Kabag Humas Kabupaten Kerinci Amri Swarta di Jambi, Jumat (31/12), mengatakan, hingga 2010, jumlah TKI asal Provinsi Jambi masih didominasi warga dari Kabupaten Kerinci.

"Sulitnya mencegah warga menjadi TKI itu, selain terbatasnya lapangan kerja di daerah itu, juga terpengaruh faktor keberhasilan TKI yang sudah bekerja di Malaysia," kata Amri.

Ia menyebutkan, kendati negeri jiran itu sudah memperketat aturan dan memulangkan ratusan ribu TKI ilegal, termasuk dari Kabupaten Kerinci, minat mereka untuk kembali bekerja di negara itu tetap tinggi.

Jumlah TKI ilegal asal Kerinci di Malaysia jauh lebih banyak daripada yang legal dan diperkirakan mencapai ribuan orang, sementara yang legal tercatat hanya sekitar 300 orang.

Kabupaten Kerinci yang memiliki luas 420.000 hektare, 52% di antaranya atau seluas 215.000 hektare adalah Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang tidak bisa diganggu gugat, sementara warganya sebagian besar bermata pencarian sebagai petani.

Akibat kian sempitnya lahan garapan, mereka lebih memilih menjadi TKI dan sebagian besar bekerja sebagai buruh perkebunan kelapa sawit dan buruh bangunan di Malaysia.

Hal senada diakui Kepala Kantor Imigrasi Jambi Agus Mustari. Ia menyebutkan 70% warga yang mengajukan pembuatan paspor berasal dari kabupaten paling barat Provinsi Jambi itu.

Warga asal Kabupaten Kerinci itu saat diminta keterangan alasan bepergian ke Malaysia menyebutkan tujuannya mengunjungi keluarganya yang sudah menetap di sana. Pihak Imigrasi tidak berhak menolak permohonan tersebut.

"TKI legal dari kabupaten mana pun asalnya sudah pasti lewat pengerah jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI), namun yang ilegal beralasan untuk mengunjungi keluarga, dan ternyata menjadi TKI setibanya di Malaysia," kata Agus Mustari. (Ant/OL-10)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar