Laman

Kamis, 22 April 2010

Politik belah bambu, politik pecah belah atau istilah lain nya. Pada zaman Kolonial dahulu sering di Istilahkan dengan sebutan De vide It inpera. Kalau hal itu disadari jauh-jauh hari oleh nenek moyang orang Indonesia Ada kemungkinan Indonesia ini tidak akan pernah di Jajah oleh Belanda. Namun dalam kenyataannya Indonesia telah di Jajah oleh Belanda,ADA Apa ??? itu dikarenakan Orang Indonesia termakan bujuk rayu Belanda untuk Mau di adu domba. Memang tata cara Belanda tersebut berhasil dengan sukses. Kenapa? karna Zaman itu Orang Indonesia masih banyak yang bodoh belum tau baca tulis dan berhitung. Sehingga usaha Belanda tersebut sukses. Seni dalam penjajahan itu tidak ada yang membuat niknat bagi si terjajah dan siterjajah akan terus mendapat siksaan baik secara Phisik maupun Mental. Namun antek-antek penjajah bisa mendapatkan nikmat sementara Berupa Hadiah serta iming-iming serta janji palsu. Kesempatan memperoleh hasil dari penjajah yang juga merupakan hasil rampasan dari rakyat kecil indonesia membuat antek-antek penjajah makin terlena dan terus ingin memuja Tuan penjajahnya. Dengan segala Teori ambil muka Antek-antek penjajah terus mengupayakan tuan penjajahnya senang. Maka Rakyat juga yang terkena imbas. Karna untuk menyenangkan hati tuan Penjajah tak sungkan-sungkan si Antek untuk memperalat rakyat. Apa hubungannya dengan PILKADA Jambi??. Sesuai Dengan yang telah disampaikan Oleh Mbut Syamsul Bahri di atas. Maka dapat kita simpulkan Bahwa sebuah kemenangan dalam PILKADA Jambi sekarang ini Tanggal 9 juni 2010 tak akan terlepas dari Peran Masyarakat Kerinci yang berada di Kerinci dan Juga yang Berada di luar Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai-penuh. Jumlah yang besar cukup signifikan untuk Memenangkan PILKADA tahun ini. Penyebaran Yang merata di Hampir setiap Pelosok Provinsi Jambi ini Membuat Masyarakat Kerinci dapat menggalang suara untuk Kandidat yang di dukungnya. Adalah wajar bagi Kandidat untuk mendapat suara dari Masyarakat Kerinci Terutama yang Berada di Kerinci . Maka bermacam-macam cara mereka lakukan untuk meraih suara tersebut. Tapi Apakah Masyarakat Kerinci Mau?? Tentu Jawabnya Tidak. Kenapa Karna Orang Kerinci Sudah banyak Yang tau Baca tulis dan Berhitung. Kecuali Masyarakat Kerinci belum tau baca tulis dan berhitung lain masaalahnya. Sekarang Kerinci juga punya Kandidat untuk bertarung di ajang yang sama. Mengapa harus pilih yang lain. Dari sisi Kualitas Kandidat tersebut tidak kalah dari Kandidat lain. Malah sebuah kelebihan dari kandidat tersebut adalah se orang Ustazd. Masyarakat Kerinci yang sangat Agamis Tentu lebih memilih orang yang benar dan se Imam serta dapat memberi petunjuk. Apalagi satu daerah. Dalam sebuah peri bahasa berbunyi BUAH AKAN JATUH TIDAK JAUH DARI POHON NYA. Kita dapat bercermin Bagaimana Sabak di bangun oleh Gubernur yang berasal dari Sabak Dari sebuah Ibukota Kecamatan Bisa Menjadi sebuah daerah yang sejajar dengan Kabupaten lainnya bahkan Lebih (contoh) PAD Yang melebihi Kabupaten lainnya di Provinsi Jambi ini. Ifrastruktur Yang lebih baik serta akses -akses Ekonomi yang lebih Mumpuni dari Daerah lain seperti Kerinci. Apakah Kerinci tidak ingin seperti ITU?? terserah andalah ORANG KERINCI. AGI UGO KAYO MBUH DI PECAH BELAH TERSERAH KAYOLAH KINCI ITU. BUDOH!!!

1 komentar:

  1. Cucok itu pitek, betul nia dgn kayo kato. kalu agi ugo mbuk dipecah belah uhang lua,idak usah gi ngato uhang kinci padek, bena be tugu kalu uhang kinci budoh mbuk dipecah belah uhang.

    BalasHapus